rajabacklink
Ibu Muda Lindungi Anak Balitanya Hingga Napas Terakhir dari Awan Panas Erupsi Gunung Semeru

Ibu Muda Lindungi Anak Balitanya Hingga Napas Terakhir dari Awan Panas Erupsi Gunung Semeru

6 Des 2021
498x
Ditulis oleh : Admin

Kisah pilu ibu dan anak terjadi saat erupsi Gunung Semeru, Lumajang. Ibu muda usia 25 tahun ini memeluk erat balitanya hingga napas terakhir dari awan panas Semeru.

Jenazah ibu muda dan anak balitanya ditemukan petugas dalam posisi berpelukan. Si Ibu melindungi balitanya dari awan panas Semeru dan keduanya tak sempat melarikan diri dari awan panas tersebut.

Kejadian pilu ini terjadi di Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Ibu dan anak balitanya ini tertimbun abu vulkanik.

Jenazah ibu dan anak balitanya ini ditemukan oleh relawan Garda Pemuda (GP) Baret Nasdem Jember yang ikut dalam proses evakuasi bersama TRC BPBD Jember.

Lokasi ibu dan anaknya ini berada di dalam rumah yang atapnya sudah hancur dan pondasi tertimbun abu vulkanik.

“Saat tadi proses evakuasi, kita menemukan jenazah ibu peluk anak. Sekitar pukul 06.30 pagi,” kata Ketua Tim SRU 1 Relawan Baret Nasdem Jember Raditya dikonfirmasi melalui ponselnya, Minggu (5/12/2021).

Saat ditemukan, ibu dan anaknya ini berada di bawah tumpukan pasir debu abu vulkanik setebal kurang lebih 2 meter.

Relawan awalnya menemukan korban hanya bagian telapak tangannya yang berada di permukaan pasir.

Belum diketahui terkait identitas ibu dan anak balitanya ini.

Raditya menceritakan, timnya datang ke lokasi atas atas permintaan seorang kakek yang panik minta pertolongan menyelamatkan anak dan cucunya.

“Karena panik tidak sempat menanyakan namanya si kakek. Kita langsung berangkat ke lokasi pukul 6 pagi tadi. Saat itu kita temukan korban, ibu peluk anak, yang merupakan cucu dan anak dari si kakek,” katanya.

“Saat itu si kakek (teriak) histeris. Iki putuku mas, iki putuku (ini cucuku mas, ini cucuku),” jelasnya.

Ibu muda ini kisaran umur antara 25 – 30 tahun. Sementara anaknya masih usia balita dan dalam posisi digendong.

“Anaknya masih balita dalam posisi digendong. Tidak bisa dikenali dan kulitnya banyak terkelupas. Hanya diketahui dari pakaian sobek dan warnanya. Posisi awal di bawah tumpukan pasir,” jelas Raditya.

Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan baru bisa dievakuasi sekitar pukul 7.30 WIB. Dengan menggali tumpukan pasir menggunakan sekop dan alat seadanya.

“Lokasi tepatnya di ujung perkampungan, Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo,” ucapnya

(hajinews)

Berita Terkait
Baca Juga:
Tips Bermain Motif pada Hijab Segi Empat

Tips Bermain Motif pada Hijab Segi Empat

Tips      

25 Des 2019 | 1101


Kekuatan desain pada motif hijab segi empat menjadi daya tarik. Semakin terbatas edisinya, semakin dicari. Karakter masing-masing perancang pada desain hijab jadi kekuatannya. Dimulai ...

Penanganan dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penanganan dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Kesehatan      

20 Des 2019 | 672


Perlu diketahui bahwa perjalanan penyakit demam berdarah dengue (DBD) melewati beberapa fase. Penderita DBD akan mengalami fase demam secara tiba-tiba hingga bisa mencapai suhu badan lebih ...

Menyediakan Mesin Jilid Lem Panas Berbagai Tipe untuk Semua Kebutuhan

Menyediakan Mesin Jilid Lem Panas Berbagai Tipe untuk Semua Kebutuhan

Teknologi      

23 Okt 2021 | 1071


Mesin jilid yang menggunakan ahan pereket atau le mini sekarang ini banyak dicari oleh para pengusaha percetakan atau fotocopy, atau penerbit. Dimana mesin jilid lem panas ini sangat ...

Satu Lagi BUMN Kita Terancam di Kelola Pihak Swasta Asing

Satu Lagi BUMN Kita Terancam di Kelola Pihak Swasta Asing

Pengetahuan      

17 Jun 2020 | 617


Sungguh sangat disayangkan pernyataan menteri BUMN Erick Thohir yang menyatakan bahwa PLN tidak perlu kelola pembangkit dan agar swasta saja yg mengelolanya (dalam hal ini tentu saja swasta ...

Polemik Biaya Haji Naik, Jamaah Ingin Peningkatan Kualitas Layanan

Polemik Biaya Haji Naik, Jamaah Ingin Peningkatan Kualitas Layanan

Pengetahuan      

19 Feb 2022 | 182


Ketua Pelaksanaan Harian Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK-KBIHU), Qasim Shaleh mengatakan kenaikan biaya haji harus dibarengi dengan peningkatan kualitas ...

Gempa Magnitudo 7,4 di Kabupaten Maluku Barat Daya

Gempa Magnitudo 7,4 di Kabupaten Maluku Barat Daya

Teknologi      

30 Des 2021 | 430


Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,4 terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, Kamis (30/12) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui ...