MU
Memindahkan Perasaan Cemas pada diri Anak

Memindahkan Perasaan Cemas pada diri Anak

11 Jan 2020
101x
Ditulis oleh : Admin

Tidak semua orangtua cukup peduli terhadap perkembangan moral anak yang berkaitan dengan integritas diri anak. Namun, yang harus dipahami oleh seluruh orangtua bahwa setiap anak itu terlahir baik, suci, fitrah, seperti kertas putih. Orangtua sebagai lingkungan awal, akan menjadi "tinta pertama” yang akan menggoreskan apakah anak itu baik atau buruk. Jadi, orangtua adalah arsitek pertama yang membangun pijakan dasar bagi pembentukan sendi-sendi kepribadian anak-anaknya.

Ibaratnya petani yang menabur benih. Ketika tanaman itu tumbuh, pemberian pupuk dan perawatan yang diberikan akan menentukan "kualitas pohon" yang dihasilkan. Jika benih dan pupuknya cukup baik, insyaallah akan menghasilkan kualitas pohon yang baik dan sebaliknya meskipun memiliki benih yang baik, tetapi pupuknya tidak baik, jangan berharap akan menuai hasil yang baik, apalagi jika benih dan pupuknya tidak baik. Jadi janganlah heran, bahwa apa yang kita tanam, akan menjadi hasil yang kita tuai.

Remaja secara keseluruhan adalah individu yang benar-benar berada dalam kondisi perubahan yang menyeluruh menuju ke arah kesempurnaan sehingga remaja digolongkan pada individu yang sedang tumbuh dan berkembang. Elizabeth Hurlock, ahli psikologi perkembangan menyatakan bahwa masa remaja adalah masa transisi sebagai peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Dalam setiap masa peralihan, status individu tidaklah jelas, serta terdapat keraguan akan peran yang harus dilakukan. Untuk itu, peran keluarga menjadi sangat penting agar remaja dapat memiliki kepribadian yang matang sesuai usianya.

Dalam perkembangan sosialnya, remaja akan melakukan dua macam gerak, yaitu mulai memisahkan diri dari orangtua, menuju ke arah teman sebayanya (peergroup). Mereka akan mengalami kebebasan dari keluarga atau orangtua. Kebebasan tersebut meliputi pencapaian otonomi secara fisik dan psikologis. Dengan demikian, sangatlah wajar jika remaja sebagian besar akan lebih dekat dan terbuka dengan temannya, daripada dengan orangtuanya.

Ketahanan pribadi anak berawal dari lingkungan keluarga, baru sekolah, dan terakhir lingkungan luar yang lebih luas. Semua seperti lapisan-lapisan, jika lapisan awalnya keropos dan kurang kokoh, ia akan lebih mudah menyerap pengaruh lingkungan dari lapisan-lapisan berikutnya. Untuk itu, sejauh Anda dan keluarga telah menyiapkan lapisan awal yang cukup baik, secara otomatis anak akan memiliki "daya seleksi" tersendiri untuk mampu membedakan mana yang baik dan tidak baik dengan jelas.

Untuk itu Anda sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir, sejauh apa yang telah Anda lihat bahwa anak Anda tumbuh dengan wajar dan baik-baik saja, walaupun sikap hati-hati dan waspada tetap Anda jaga. Prinsipnya jangan sampai secara tidak sadar, Anda sebagai orang tua memindahkan kecemasan diri Anda pada mereka. Hal ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak dan seolah-olah merasa tidak dipercaya.

Ada pun yang dapat Anda lakukan adalah, berpikir keras untuk mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak-anak Anda untuk mampu menghadapi zaman. Seorang ahli parenting mengatakan bahwa "orang-orang besar tidak dilahirkan. Mereka ditempa, diukir, dan dipersiapkan oleh pendidikan yang baik. Salah satunya adalah orangtua yang senantiasa menyemangati cinta. Menggerakkan jiwa mereka untuk melakukan kerja besar dan bermakna, bukan menyibukkan diri dengan kekurangan anak-anak mereka”.

Memiliki orangtua yang selalu berpikir positif merupakan keberuntungan tersendiri bagi perkembangan pribadi seorang anak. Semoga kita mampu menggoreskan tinta emas pada jiwa anak-anak masa depan bangsa ini.

Baca Juga:
Bugar Sepanjang Liburan, Mudah Kok Caranya

Bugar Sepanjang Liburan, Mudah Kok Caranya

Tips      

11 Jan 2020 | 110


Saat menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, kegiatan olahraga atau aktivitas yang melibatkan fisik kerap kali terlupakan. Tak ayal, penambahan berat badan ataupun perubahan bentuk ...

Cara Membuat Clay Untuk Replika dan Miniatur

Cara Membuat Clay Untuk Replika dan Miniatur

Pengetahuan      

26 Des 2019 | 70


Clay adalah bahan seperti adonan yang bisa dikreasikan dengan berbagai cara. Fisiknya yang lentur dan halus membuat adonan clay mudah dibentuk menjadi apa saja. Bisa makanan, minuman, ...

Membuat Mi Aceh yang Khas di Lidah

Membuat Mi Aceh yang Khas di Lidah

Kuliner      

7 Feb 2020 | 123


Siapa sih orangnya yang dapat menampik keenakan sepiring Mi Aceh dengan bumbu kari yang teristimewa di lidah? Sekarang tidak usah repot-repot ke luar rumah untuk penuhi kebutuhan Anda ...

Lembang Park and Zoo Tak Sekadar Kebun Binatang Biasa

Lembang Park and Zoo Tak Sekadar Kebun Binatang Biasa

Wisata      

13 Jan 2020 | 102


Lembang Park and Zoo berada di sebuah lahan seluas 20 hektare di suasana sejuknya pegunungan area Kabupaten Bandung Barat di bagian Utara. Untuk datang ke lokasi ini Anda akan menempuh ...

Manfaat Menari, Tidak Hanya Mendatangkan Rasa Bahagia Tapi Tubuh Bugar

Manfaat Menari, Tidak Hanya Mendatangkan Rasa Bahagia Tapi Tubuh Bugar

Kesehatan      

13 Des 2019 | 200


Saat seseorang menari, terjadi reaksi hormonal dalam tubuhnya. Ia melepaskan endorfin dan serotonin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Laman Step to Health menuliskan, menari juga ...

Carica, Manisan Pepaya Gunung Khas Dieng yang Enak dan Menyegarkan

Carica, Manisan Pepaya Gunung Khas Dieng yang Enak dan Menyegarkan

Kuliner      

13 Des 2019 | 74


Jangan tinggalkan Dieng tanpa membawa manisan carica. Ya, carica adalah buah khas daerah pegunungan, seperti halnya kawasan Dieng. Bentuknya mirip pepaya, tetapi ukurannya mini, dengan ...