
Sesak nafas dapat mengakibatkan kematian jika kondisinya parah, sesak nafas adalah kondisi dimana seseorang sulit menghirup oksigen. Kondisi sesak nafas banyak dialami juga oleh seseorang yang terkena infeksi virus corona atau covid 19. Tetapi sesak nafas juga bisa disebabkan oleh banyak faktor lain, dan mungkin beberapa orang mengalami sesak nafas secara tiba-tiba dan hanya dalam hitungan detik.
Beberapa faktor lainnya yang mengalami masalah sesak nafas berulang. Sesak nafas yang terjadi secara berulang ulang dapat disebabkan oleh penyebab umum atau akibat dari kondisi mendasar yang lebih serius. Dikutip dari Medical News Today, sesaf nafas yang terjadi dengan tiba-tiba dapat berarti bahwa orang tersebut memerlukan penanganan darurat.
Jika terjadi sesak nafas yang berat harus segera mendapatkan pertolongan medis. Namun untuk sesak nafas ringan ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan dirumah caranya adalah sebagai berikut.
Menarik napas secara dalam-dalam dapat membantu meredakan sesak nafas. Karena hal ini dapat dilakukan dengan berbaring dan meletakkan tangan di perut. Setelah itu tarik napas dalam-dalam memalui hidung. Biarkan paru-paru terisi udara, lalu tahan selama beberapa detik, setelah itu hembuskan napas secara perlahan memalui mulut. Dan ini bisa dilakukan berkali-kali sampai napas kembali normal. Cara ini harus dilakukan dengan baik dan benar ya, karena penelitian menunjukkan ketika seseorang melakukannya dengan tidak benar, latihan ini bisa lebih berbahaya daripada membantu. Misal pada beberapa orang dengan kondisi pernapasan kronis yang parah, latihan pernapasan dalam dapat menyebabkan hiperinflasi.
Pernapasan bibir yang mengerut membantu mengurangi sesak dengan memperlambat laju pernapasan seseorang. Latihan ini sangat berguna jika sesak napas disebabkan oleh kecemasan. Pernapasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya :
Jika mengalami sesak napas dapat dikurangi dengan menemukan posisi untuk anda sendiri yang nyaman untuk bisa bernapas. Ini bisa dilakukan sampai tubuh menjadi lebih rileks dan pernapasan kembali normal. Biasanya cara ini digunakan untuk seseorang yang mengalami sesak napas karena kecemasan berlebih atau kecapean. Sebuah studi tahun 2010 melaporkan bahwa menggunakan kipas genggam untuk meniupkan udara ke hidung dan wajah itu bisa mengurangi sensasi sesak napas dan metode ini bisa membuat seseorang terasa seolah-olah mendapat lebih banyak udara yang masuk ke dalam tubuh.
Menghirup uap dapat membantu menjaga saluran hidung seseorang yang sesak napas tetap bersih sehingga bernapas menjadi lebih mudah. Kelembaban uap juga bisa memecah lendir di paru-paru sehingga berguna untuk mengurangi sesak napas.
Anies Baswedan Kunjungi IIBF 2025, Dapat Empat Rekomendasi Buku Best Seller
1 Okt 2025 | 253
Pameran buku berskala internasional, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025, yang digelar di Jakarta Convention Center kembali menjadi magnet bagi para pencinta literasi dari ...
Jurusan Teknologi Pangan: Mengenal Konsep dan Apa yang Ditawarkan oleh Masoem University
13 Mei 2024 | 815
Teknologi pangan, sebuah disiplin ilmu yang mencakup berbagai proses dan teknik yang digunakan untuk memproduksi makanan, memainkan peran penting dalam menjaga kualitas, keamanan, dan ...
Jalur Prestasi OSIS Masuk Kedokteran Peluang yang Masih Jarang Disadari Siswa
30 Des 2025 | 102
Masuk Fakultas Kedokteran selama ini identik dengan persaingan nilai akademik yang ketat dan tes tulis yang melelahkan. Banyak siswa merasa bahwa satu-satunya jalan menuju jas ...
Mengapa Memilih SMA Islam Al Masoem Bandung?
8 Jul 2024 | 759
SMA Islam Al Masoem Bandung menjadi salah satu pilihan terbaik bagi orang tua yang mencari lembaga pendidikan Islam yang berkualitas di Bandung. Selain menawarkan pendidikan formal, SMA ...
Ketentuan-Ketentuan Umum Dalam Berdandan Bagi Wanita
8 Jan 2024 | 992
Fitrah wanita adalah menyukai kecantikan, perhiasan dan semacamnya. Namun wahai saudari muslimah, ada beberapa peringatan ketentuan umum yang wajib kita perhatikan berkaitan ...
8 Okt 2025 | 223
Perdebatan mengenai relevansi pendidikan tinggi di era modern kian mengemuka. Banyak calon mahasiswa dan orang tua mempertanyakan apakah kuliah masih sekadar tentang perkuliahan di kelas, ...