
Tidak banyak orang dari kita yang memiliki ide cemerlang untuk memulai usaha yang belum pernah orang lain lakukan. Lain halnya dengan Abdul Azis Adam Maulida. Sarjana teknik industri di Malang tersebut mempunyai ide cemerlang.
Sejak 2010, ia memulai usaha ternak cacing. Ada dua jenis cacing yang dikembangbiakkan, yaitu Lumbricus dan Rubercus. Dengan modal awal tidak terlalu besar, Rp 500 ribu, ia membuat tempat ternak cacing secara sederhana di samping rumahnya.
Tempat berukuran 10x1x1 meter tersebut diisi media tanah dicampur sedikit dengan limbah ternak ayam dan limbah rumah tangga. Limbah cacing yang diternakkan sebanyak 2 kg. Setelah satu minggu, dengan perkembangan cacing yang pesat, beratnya menjadi 10 kg.
Siapa yang menjadi konsumen cacing-cacing tersebut? Konsumen atau pelanggan bisnis cacing ialah para peternak belut, peternak ikan, peternak unggas, perusahaan pembuat pakan ikan dan unggas, hingga perusahaan farmasi.
Farmasi membutuhkan cacing untuk membuat obat parasetamol (enzim antipanas) dan obat tifus.
Saat ini produksi cacing di Malang baru bisa memenuhi kebutuhan konsumen sebanyak 3.000 kg/hari, masih jauh dari angka permintaan pasar. Itu artinya peluang berbisnis cacing yang kini mempunyai harga jual Rp70 ribu/kg masih terbuka lebar.
Berbisnis cacing tidak dipengaruhi oleh adanya inflasi. Hambatannya berupa hama tikus, kadal, kodok, dan ayam. Kotorannya berupa tanah tempat tinggal cacing pun bisa menjadi pupuk organik seharga Rp 1.000/kg.
Ruang lingkup bisnis cacing tidak hanya di Kota Malang, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.
Bisnis ini bisa dilakukan oleh siapa saja secara individu, berkelompok, dan kelompok yang terorganisasi dalam satu institusi dengan tujuan menghasilkan dan memasarkan produk cacing yang dibutuhkan oleh konsumen.
Bila usaha ini pada saat sekarang menginginkan perkembangan dan kemajuan pesat, kegiatan usaha ini harus menggunakan cara online, yang berdampak positif untuk melayani konsumen secara cepat. Jadi walau kesannya menjijikkan, peluang usaha ternak cacing ini amat menjanjikan.
Inggris Laporkan Lebih dari 12 Ribu Kasus Varian Omicron Sehari
25 Des 2021 | 1214
Menteri Kesehatan Inggris pada Hari Minggu menolak untuk mengenyampingkan kemungkinan pembatasan COVID-19 lebih lanjut sebelum Natal, dengan mengatakan penyebaran ...
Jangan Tertinggal! Gunakan RajaBacklink.com untuk Naik Peringkat di Google dengan Cepat
26 Maret 2025 | 355
Di era digital yang semakin kompetitif, memiliki website yang muncul di halaman pertama Google adalah impian setiap pemilik bisnis dan blogger. Namun, dengan semakin ketatnya persaingan, ...
Mengenal Situs Resmi Dinas Lingkungan Hidup Pekanbaru (DLH Pekanbaru)
5 Nov 2025 | 176
Situs resmi DLH Pekanbaru, yang dapat diakes melalui alamat https://dlhpekanbaru.org/ menjadi pusat informasi, komunikasi, dan layanan publik terkait pengelolaan lingkungan hidup di kota ...
Strategi Efektif Membangun Konten Meledak Viral di Tengah Persaingan Digital
17 Des 2025 | 157
Perkembangan media sosial yang sangat cepat membuat persaingan konten semakin ketat. Setiap kreator, brand, dan pelaku bisnis berlomba-lomba menghadirkan konten yang mampu menarik perhatian ...
SMP Islam di Bandung: Menyelami Pendidikan Karakter Islami di Sekolah Favorit
17 Mei 2024 | 1133
SMP Islam di Bandung merupakan pilihan favorit bagi orangtua yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai islami yang kuat. Kota Bandung dikenal sebagai salah satu kota ...
Bisnis Kecantikan Berkembang Pesat dan Bisnis yang Menjanjikan?
24 Feb 2020 | 1867
Bisnis Kecantikan Berkembang Pesat dan Bisnis yang Menjanjikan? – Wanita zaman sekarang banyak sekali yang ingin maju dan berkembang, tentu saja ya menjadi seorang wanita jangan ...