
Di Indonesia, ada banyak kota yang memproduksi sangkar burung dengan gaya desain yang khas. Kreativitas desain itu pun terus berkembang, apalagi dengan semakin banyaknya pencinta burung.
Berikut ini ada beberapa contoh gaya desain dari beberapa kota yang dikutip dari berbagai sumber. Gaya desainnya bisa menjadi pilihan sesuai dengan karakter masing-masing pencinta burung ataupun karakter burung itu sendiri.
Jepara
Mendengar nama kota Jepara, kita langsung ingat bahwa daerah ini sangat identik dengan seni ukirannya yang sering diaplikasikan pada berbagai mebel kayu. Begitu juga yang dilakukan pada desain sangkar burung.
Gaya ukiran sangkar itu biasanya berupa ukiran cukit, semi-relief, dan relief. Penempatan ukiran bukan hanya di tebok dan mahkota, tetapi juga hampir di keseluruhan badan sangkar. Namun, ada juga desain polos yang cocok untuk sangkar harian. Semua itu menggunakan bahan jati yang khas dari Jepara.
Seni ukir itu berhasil membuat sangkar tampak elegan dan klasik. Warnanya dominan cokelat dan sedikit sekali yang menggunakan warna-warni. Melihat sangkar ukiran itu, kita pun seakan melihat miniatur keanggunan keraton Jawa Tengah.
Solo
Gaya desain sangkar burung dari Solo juga umumnya menggunakan ukiran atau seni pahat. Namun, aplikasi ukiran dan hasil akhirnya tidak seperti sangkar ukiran Jepara yang berkesan penuh.
Ukiran sangkar dari Solo cukup minimal, hanya di bagian tebok dan mahkotanya. Namun, ukirannya tetap elegan dan klasik dengan berbagai motif floral. Gaya ukirannya pun banyak yang sudah modern.
Sangkar dari Solo pun umumnya sudah berwarna, tidak sekadar warna cokelat, dengan finishing yang berkilap. Bahannya pun sudah modifikasi antara kayu jati dan besi untuk bagian jerujinya.
Yogyakarta
Ukiran juga menghiasi desain sangkar burung dari Yogyakarta. Tema-tema ukirannya sangat beragam mulai dari gaya klasik, motif hewan seperti beberapa shio dan juga motif tumbuhan yang beraneka macam.
Bahan yang digunakan tidak melulu kayu, melainkan sudah banyak yang menggunakan fiber. Namun, gaya desainnya masih didominasi oleh ukiran.
Garut
Kabupaten Garut, terutama di Limbangan, sangat populer dengan perajin sangkar burung dari bahan bambu. Dulu, sangkar burung yang diproduksi di sana bergaya minimalis. Kini, sudah ada tambahan aksen berupa ukiran-ukiran kecil.
Ukiran tersebut biasanya ada pada bagian tebok dan pintu. Bila jerujinya dibuat dari bahan bambu, maka ukiran kecil itu dibuat dari bahan kayu seperti kayu kemiri.
Banyak juga perajin di Garut yang hanya menjual sangkar mentahan. Lalu, desain keseluruhan badan sangkar pun dilakukan oleh produsen lain yang menambahkan berbagai aksen sesuai dengan ciri khasnya.
7 Khasiat Kunyit Asam yang Bisa Didapat Saat Mereguknya
22 Feb 2020 | 1731
Jamu kunyit asam selama ini diketahui sebagai obat yang ampuh guna kurangi nyeri haid yang dirasakan banyak para hawa. Apakah anda suka mengkonsumsinya saat tamu bulanan datang? Dalam ...
Cara Baru Bahagia Nonton Film Dirumah Saja
17 Jul 2020 | 4192
Menonton film di bioskop jika dihitung biayanya cukup mahal juga ya, beli tiket, beli camilan terus pas udah keluar dari bioskop perut laper mau makan, budget lagi. Apalagi kalau nonton pas ...
17 Mei 2025 | 420
Dalam era digital saat ini, keberadaan bisnis di dunia maya sangat berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah perusahaan. Salah satu platform yang menjadi penting adalah Google Maps, di mana ...
Perut Kembung Bikin Gak Nyambung Begini Cara Mengatasinya
22 Maret 2020 | 1849
Perut Kembung Bikin Gak Nyambung Begini Cara Mengatasinya – Setiap orang mungkin pernah mengalami masalah perut kembung, namun tak jarang penderitanya bingung mencari obat perut ...
Tips Membuat Kamar Mandi Yang Menginspirasi Diri
31 Jan 2020 | 2155
Untuk sebagian orang, kamar mandi barangkali cuma sekedar tempat untuk membersihkan badan saja atau untuk sekedar membuang kotoran tubuh. Tetapi untuk orang-orang khusus kamar mandi ...
Kronologi Keracunan Makanan Massal di Cimahi
24 Jul 2023 | 1334
Pada Senin, 24 Juli 2023, 300 warga kota Cimahi di Jawa Barat menjadi korban keracunan massal. Dari pagi hingga sore, satu per satu pasien berbondong-bondong menuju Puskesmas ...