
Food Vlogger Filipina, Yani Macute, meninggal dunia setelah melakukan siaran langsung makan besar melalui platform media sosial. Kejadian ini menyita perhatian publik dan memicu peringatan tentang bahaya makan besar, terutama dalam konteks mukbang. Mukbang, sebuah tren internet di mana para netizen menonton orang makan besar, telah menjadi populer di kalangan food blogger dan content creator. Namun, ada bahaya besar yang terkait dengan aktivitas makan besar ini.
Salah satu bahaya makan besar adalah risiko kesehatan yang meningkat secara drastis. Menurut para ahli kesehatan, makan besar bisa meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2. Selain itu, makan besar juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, mulai dari sakit perut hingga gangguan asam lambung.
Tidak hanya itu, kebiasaan makan besar juga berpotensi menyebabkan gangguan psikologis. Para food blogger sering kali merasakan tekanan untuk terus menerus membuat konten yang menarik, termasuk makan besar, yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan masalah dengan citra tubuh. Hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional mereka.
Selain itu, makan besar dalam konteks mukbang juga dapat memicu perilaku makan yang tidak sehat pada penontonnya. Orang yang menonton mukbang mungkin terinspirasi untuk ikut berpartisipasi dalam makan besar, tanpa memperhatikan dampak buruknya pada kesehatan mereka.
Dalam rangka menghindari bahaya makan besar, terutama dalam konteks mukbang, penting bagi para food blogger dan penontonnya untuk memahami risiko kesehatan yang terkait dengan kegiatan ini. Edukasi mengenai pola makan sehat, ukuran porsi yang tepat, dan dampak negatif dari makan besar harus ditingkatkan. Selain itu, para food blogger juga perlu memperhatikan kesehatan mereka sendiri dan tidak mengorbankan kesejahteraan mereka demi konten yang mengundang perhatian.
Kejadian tragis yang menimpa Food Vlogger Filipina, Yani Macute, harus menjadi peringatan bagi kita semua tentang bahaya makan besar, terutama dalam konteks mukbang. Kesehatan harus selalu menjadi prioritas utama, bahkan di dunia digital yang serba kompetitif ini.
ATM Sepi Pengunjung, BI Ungkap Fakta Terbaru
12 Feb 2022 | 1167
Disrupsi digital dan kehadiran pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir turut mempengaruhi kebiasaan para nasabah untuk melakukan transaksi. Data terbaru Bank Indonesia (BI) ...
Fleksibel! Jadwal Tryout CPNS Gratis Online di Tryout.id yang Bisa Kamu Ikuti Kapan Saja
30 Apr 2025 | 290
Menjadi salah satu cara untuk mengukur kemampuan dan persiapan menghadapi ujian, tryout CPNS gratis online di Tryout.id menawarkan fleksibilitas yang luar biasa bagi para peserta. Dengan ...
Manfaat Air Rebusan Pare, Rasakan Khasiatnya Sekarang Juga Pastinya Joss
16 Okt 2022 | 1072
Siapa yang suka pare? Nampaknya pasti ada dari Anda yang jawab gak suka makan pare ya. Gimana tidak, pare rasanya pahit. Maka gak heran mengapa ada saja orang yang gak ...
Memilih Travel Haji Plus Jakarta Amanah dan Terpercaya
21 Apr 2022 | 1180
Memilih travel haji plus Jakarta amanah dan terpercaya dengan fasilitas terbaik dari Alhijaz Indowisata. Anda yang ingin melakukan ibadah haji dengan cepat dan masa tunggu tidak terlalu ...
3 Pesan Penting Bagi yang Ingin Serius Menurunkan Berat Badan
30 Des 2019 | 1426
Biasanya kaum perempuan kerap terusik dengan pertanyaan mengenai berat badan. Ingin tubuh langsing dan singset bahkan menjadi resolusi di tahun yang baru. Masalahnya, sebagian di antara ...
Kenalilah Gejala Tubuh Kekurangan Cairan Sebelum Terlambat
1 Maret 2020 | 1671
Banyak orang menduga satu-satunya gejala tubuh dehidrasi ataupun kekurangan cairan ialah haus. Sementara itu ketika olahraga, keringat yang mengucur deras pun dapat menyebabkan orang ...