MU
Penanganan Autisme Sejak Dini Lebih Baik

Penanganan Autisme Sejak Dini Lebih Baik

1 Jan 2020
213x
Ditulis oleh : Admin

Autisme sudah bukan hal baru di telinga masyarakat. Akan tetapi, masih ada kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait dengan autisme. Misalnya, anggapan bahwa anak autisme dapat muncul sebagai pribadi yang penuh bakat (bright), bahkan jenius. Padahal, sebagian besar anak autis memiliki IQ di bawah rata-rata.

Berdasarkan kemampuan kognisinya, penderita autisme terbagi ke dalam tiga kelompok, low functioning (IQ <50), middlefunctioning, serta high functioning (IQ 70-90).

Biasanya, autis yang mampu berkomunikasi atau yang memiliki bakat berada di level high functioning. Sedikit sekali (<5-10%) penderita autisme dengan level IQ normal atau level IQ di atas rata-rata. Pemahaman masyarakat terkait dengan autisme masih kurang. Misalnya, kebiasaan mencari referensi dari media sosial yang kadang tidak terjamin kesahihannya.

Gejala awal autisme selalu terlihat dari gangguan kebahasaan. Anak dapat bersuara tetapi tidak berbahasa sehingga tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi. Mereka biasanya tidak interaktif, tidak ada feedback. Ada gangguan komunikasi yang berat sehingga kemampuan untuk berkomunikasi terbatas. Gejalanya diawali dari keterlambatan bicara.

Akan tetapi, tidak semua penderita speech delay langsung didiagnosis autisme. Speech delay adalah salah satu gejala dari autisme karena anak yang terlambat bicara bisa karena banyak sebab seperti tuli, disabilitas intelektual, dan berbagai sindrom lainnya.

Dalam situasi seperti inilah bantuan profesional dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis dan mengenali apakah seorang anak menyandang autisme atau bukan. Jangan sampai salah mengenali disorder-nya karena bila salah maka akan salah kelola (penanganan).

Selain gangguan komunikasi berat, gejala umum anak dengan autisme adalah gangguan interaksi sosial yang juga berat. Mereka tidak memahami share enjoyment, tidak mampu menginisiasi jalinan informasi dan mempertahankannya. Dalam arti lain, cuek pada lingkungan sekitarnya.

Berdasarkan gangguan interaksi sosialnya, penyandang autisme juga terbagi dalam tiga kelompok. Aloof yakni anak autis yang benar-benar asosial, tidak dapat melakukan interaksi, lalu pasif yakni mereka yang dalam berinteraksi perlu bantuan orang lain dan interaksinya pun berlangsung sangat singkat, serta kelompok active but odd yaitu anak yang memiliki interaksi sosial tetapi cenderung aneh.

Untuk kelompok terakhir, akan cukup sulit juga membedakannya dengan perilaku anak ADHD (Attention Deficit Hiperactivity Disorder) yang biasa disebut hiperaktif. Bedanya, anak dengan ADHD memiliki IQ normal.

Selain gangguan komunikasi dan interaksi, didapatkan gejala-gejala perilaku maladaptif dalam bentuk gaze yaitu menatap dengan cara seperti melirik, body rocking, serta spinning atau berputar-putar tak keruan.

Ada dua terapi terpilih berdasarkan perkembangan ilmu medis terkini yang baik diterapkan pada penyandang autisme, yaitu terapi perilaku dan farmakoterapi. Terapi perilaku bertujuan untuk meningkatkan kemampuan interaksi anak autis dan targetnya agar anak mampu melakukan interaksi dengan lawan bicaranya dan berkurangnya gejala perilaku maladaptif.

Terkadang, orangtua tidak sabar. Maunya anak dengan autisme langsung diterapi wicara, padahal tahapan sebelum terapi wicara masih banyak. Anak harus mengerti kepatuhan dulu, memahami instruksi dulu, baru kemudian dapat dilakukan terapi wicara.

Hal terpenting dari perkembangan anak dengan autisme adalah keterlibatan orangtua. Kerja sama antara orangtua, terapis, dan dokter anak sangat membantu kemajuan interaksi penyandang autisme. Anak tidak akan selamanya datang ke tempat terapi, jadi setting terapi harus meluas termasuk lingkungan rumah. Oleh karena itu, perlu orangtua yang pembelajar, bisa bekerja sama dengan program dari terapis, ikut parenting session, dan berkumpul dengan parents support group.

Waktu adalah musuh utama penanganan untuk anak berkebutuhan khusus. Kenali perilaku anak, waspadai gejala-gejalanya, lalu segera berkonsultasi ke dokter tumbuh kembang. Penyandang autisme yang tertangani ditangani sejak dini dengan terapi yang tepat dan ade-kuat akan memperlihatkan perubahan signifikan untuk kemajuan berkomunikasi dan kemajuan kognitifnya.

Baca Juga:
3 Objek Wisata di Kulon Progo yang Mampu Meringankan Beban Pikiran

3 Objek Wisata di Kulon Progo yang Mampu Meringankan Beban Pikiran

Wisata      

28 Maret 2020 | 237


Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi daerah istimewa Yogyakarta yang populer dengan keelokan alamnya yang menawan. Oleh sebab itu, banyak orang yang membuat Kulon ...

9 Buah Ini Bisa Usir Dehidrasi dari Tubuhmu

9 Buah Ini Bisa Usir Dehidrasi dari Tubuhmu

Herbal      

1 Maret 2020 | 216


Tidak cuma cuaca panas dan olah raga berlebihan yang kerap kali membuat kita berkeringat dan kehilangan cairan. Dehidrasi pun dapat dikarenakan oleh bekerja di bawah AC dan lupa minum ...

5 Atlet dari Benua Asia yang Menorehkan Prestasi Dunia

5 Atlet dari Benua Asia yang Menorehkan Prestasi Dunia

Pengetahuan      

1 Jan 2020 | 312


Kawasan Asia yang besar memang memiliki banyak potensi dan prestasi. Olah raga tentu menjadi salah satunya sehingga banyak nama atlet besar yang berasal dari Asia dan memiliki prestasi ...

Padu Padan Voal Printed Scarf yang Mudah

Padu Padan Voal Printed Scarf yang Mudah

Fashion      

25 Des 2019 | 256


Kunggulan printed scarf hijab adalah bisa dikenakan di berbagai situasi. Untuk harian cocok, kerja kantoran bisa, bahkan acara formal juga tepat. Namun, ada beberapa aturan tak tertulis ...

5 Cara Memelihara Kulit Tangan Tetap Sehat walau Sering Dicuci ketika Pandemi Virus Corona

5 Cara Memelihara Kulit Tangan Tetap Sehat walau Sering Dicuci ketika Pandemi Virus Corona

Kesehatan      

30 Maret 2020 | 192


Akibat pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sampai para ahli kesehatan, mendesak seluruh orang untuk sering mencuci tangan. Tetapi siapa kira, terlampau ...

Waktu Terbaik Berjemur Di Bawah Cahaya Matahari, Jam Berapa?

Waktu Terbaik Berjemur Di Bawah Cahaya Matahari, Jam Berapa?

Kesehatan      

12 Apr 2020 | 354


Tak semua orang menyenangi cahaya matahari sebab alasan panas maupun kuatir hitam. Tetapi kenalkah anda, salah satu kegiatan gratis, gampang dan bisa menyajikan banyak manfaat kesehatan ...