MU
Berwisata di Taman Balai Kota Bandung

Berwisata di Taman Balai Kota Bandung

24 Des 2019
1765x
Ditulis oleh : Admin

Taman kota di Bandung yang memiliki wajah baru adalah Taman Balai Kota. Dinamai demikian karena berada satu kompleks dengan gedung Pernerintahan Kota Bandung.

Gedung Balai Kota memiliki sejarah panjang di Bandung. Bermula dari tempat pengepakan kopi dan penyimpanan hasil bumi milik tuan tanah pertama di Priangan sekitar tahun 1812 bernama Andries de Wilde.

Pada 1927, gudang kopi ini dirobohkan dan bekas lahannya dibangun gementee huis alias gedung balai kota. Dikutip dari laman Komunitas Aleut, pada 1 April 1906, Gubernur Jenderal JB van Heutz menetapkan status Kota Bandung yang semula adalah ibukota Kabupaten Bandung, ditingkatkan menjadi Gemeente (Pemerintah Kota). Maka, Kota Bandung pun resmi terlepas dari Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, Kota Bandung pun dituntut untuk punya gedung pemerintahan sendiri.

Lalu, arsitek EH de Roo membangun gedung besar bergaya art deco. Oleh warga pribumi, gedung itu dikenal dengan sebutan gedong papak karena bentuknya yang persegi.

Pada 1935, kompleks balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru yang menghadap ke Pieter Sijthoffpark yang kini dikenal dengan area Taman Balai Kota.

Keberadaan Patung

Di taman itu, yang paling dikenal adalah keberadaan patung badak putih sejak 1981. Patung itu sebagai penanda pada suatu masa banyak ditemukan badak putih di Kota Bandung. Di bawah patung badak putih terdapat kolam ikan yang dilengkapi air mancur.

Tak jauh dari patung badak, terdapat juga patung ikan emas yang berjumlah lima ekor. Bergeser sedikit ke utara, tertulis dengan rapi "Taman Balai Kota".

Tak lupa ada monumen peringatan untuk salah seorang pahlawan perempuan asal Bandung, Dewi Sartika yang menghadap ke Taman Vanda.

Patung lainnya adalah dua ekor merpati yang menjadi peringatan pelepasan 800 ekor merpati di Taman Balai Kota. Patung merpati itu diletakkan di atas taman labirin. Dulunya, area tersebut merupakan taman melingkar dengan pohon ki hujan besar berada di tengah dan menjadi rumah bagi ratusan burung merpati.

Kini, area tersebut menjadi taman labirin. Sebuah area melingkar dengan empat jalan keluar dengan dinding terbuat dari logam setinggi 1,5 meter berlantai granit.

Lokasi menarik lain adalah prisma yang biasa disebut gembok cinta. Fasilitas itu terinspirasi dari pagar jembatan Sungai Seine, Paris atau di Namsan Tower, Korea Selatan. Meski tidak luas, wahana itu cukup menarik perhatian banyak pengunjung.

Yang juga menarik adalah anak Sungai Cikapayang yang melewati kompleks balai kota. Pada 2015, aliran airnya dijernihkan sehingga dapat digunakan untuk bermain-main oleh pengunjung.

Area Taman Balai Kota yang juga menarik untuk disinggahi adalah bagian terbuka yang menghadap ke Taman Vanda di Jalan Merdeka. Area ini unik dengan trotoar dan tangga-tangga dengan bentuk bergelombang serta dua titik peletakan tugu batu.

Fasilitas publik di Taman Balai Kota cukup komplet. Seperti puskesmas, toko cendera mata, toilet, keran air minum, serta taman bermain anak. Bukan hanya akhir pekan, Taman Balai Kota kerap dikunjungi di hari kerja. Selain keluarga yang membawa serta anak, taman itu sering didatangi anak muda untuk berkreasi dan berekspresi.

Berita Terkait
Baca Juga:
reputasi

Menghadapi Ancaman Reputasi di Era Media Sosial

Bisnis      

24 Apr 2025 | 456


Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi alat yang sangat penting bagi bisnis dalam menjangkau pelanggan. Namun, di balik manfaatnya yang besar, terdapat juga ancaman serius ...

Berita

Peran Pemantauan Berita Online dalam Menjaga dan Meningkatkan Citra Bisnis

Bisnis      

28 Apr 2025 | 366


Di era digital saat ini, dimana informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, pemantauan berita online menjadi salah satu aspek krusial dalam manajemen citra bisnis. Platform pemantauan ...

Ibu Muda Lindungi Anak Balitanya Hingga Napas Terakhir dari Awan Panas Erupsi Gunung Semeru

Ibu Muda Lindungi Anak Balitanya Hingga Napas Terakhir dari Awan Panas Erupsi Gunung Semeru

Tips      

6 Des 2021 | 1527


Kisah pilu ibu dan anak terjadi saat erupsi Gunung Semeru, Lumajang. Ibu muda usia 25 tahun ini memeluk erat balitanya hingga napas terakhir dari awan panas Semeru. Jenazah ibu muda dan ...

Ketika Negara Tidak Jujur dan Adil, Maka Rakyat Berontak!

Ketika Negara Tidak Jujur dan Adil, Maka Rakyat Berontak!

Lifestyle      

24 Jan 2024 | 837


Negara adalah entitas yang seharusnya menjadi wadah keadilan bagi seluruh rakyatnya. Namun, realitas seringkali tidak sesuai dengan harapan. Ketika negara tidak jujur dan adil dalam ...

Mau Jasa Desain Rumah yang Memuaskan Hanya di Emporio Architect

Mau Jasa Desain Rumah yang Memuaskan Hanya di Emporio Architect

Tips      

8 Jul 2021 | 2475


Jasa arsitek yang benar-benar berpengalaman, berkualitas apalagi yang bertaraf Internasional mungkin masih jarang, dan agak susah mencarinya, kalau asal jasa arsitek dan jasa desain rumah ...

Bisnis Berkembang dengan Hosting Indonesia Murah Di ArdHosting

Bisnis Berkembang dengan Hosting Indonesia Murah Di ArdHosting

Teknologi      

10 Agu 2022 | 1083


Bagi yang baru menjalankan bisnis tentu saja menginginkan agar usahanya bisa berkembang dengan baik. Nah untuk mengembangkan usaha tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, ...