rajaseo
Berwisata di Taman Balai Kota Bandung

Berwisata di Taman Balai Kota Bandung

24 Des 2019
1686x
Ditulis oleh : Admin

Taman kota di Bandung yang memiliki wajah baru adalah Taman Balai Kota. Dinamai demikian karena berada satu kompleks dengan gedung Pernerintahan Kota Bandung.

Gedung Balai Kota memiliki sejarah panjang di Bandung. Bermula dari tempat pengepakan kopi dan penyimpanan hasil bumi milik tuan tanah pertama di Priangan sekitar tahun 1812 bernama Andries de Wilde.

Pada 1927, gudang kopi ini dirobohkan dan bekas lahannya dibangun gementee huis alias gedung balai kota. Dikutip dari laman Komunitas Aleut, pada 1 April 1906, Gubernur Jenderal JB van Heutz menetapkan status Kota Bandung yang semula adalah ibukota Kabupaten Bandung, ditingkatkan menjadi Gemeente (Pemerintah Kota). Maka, Kota Bandung pun resmi terlepas dari Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, Kota Bandung pun dituntut untuk punya gedung pemerintahan sendiri.

Lalu, arsitek EH de Roo membangun gedung besar bergaya art deco. Oleh warga pribumi, gedung itu dikenal dengan sebutan gedong papak karena bentuknya yang persegi.

Pada 1935, kompleks balai kota diperluas dengan menambah bangunan baru yang menghadap ke Pieter Sijthoffpark yang kini dikenal dengan area Taman Balai Kota.

Keberadaan Patung

Di taman itu, yang paling dikenal adalah keberadaan patung badak putih sejak 1981. Patung itu sebagai penanda pada suatu masa banyak ditemukan badak putih di Kota Bandung. Di bawah patung badak putih terdapat kolam ikan yang dilengkapi air mancur.

Tak jauh dari patung badak, terdapat juga patung ikan emas yang berjumlah lima ekor. Bergeser sedikit ke utara, tertulis dengan rapi "Taman Balai Kota".

Tak lupa ada monumen peringatan untuk salah seorang pahlawan perempuan asal Bandung, Dewi Sartika yang menghadap ke Taman Vanda.

Patung lainnya adalah dua ekor merpati yang menjadi peringatan pelepasan 800 ekor merpati di Taman Balai Kota. Patung merpati itu diletakkan di atas taman labirin. Dulunya, area tersebut merupakan taman melingkar dengan pohon ki hujan besar berada di tengah dan menjadi rumah bagi ratusan burung merpati.

Kini, area tersebut menjadi taman labirin. Sebuah area melingkar dengan empat jalan keluar dengan dinding terbuat dari logam setinggi 1,5 meter berlantai granit.

Lokasi menarik lain adalah prisma yang biasa disebut gembok cinta. Fasilitas itu terinspirasi dari pagar jembatan Sungai Seine, Paris atau di Namsan Tower, Korea Selatan. Meski tidak luas, wahana itu cukup menarik perhatian banyak pengunjung.

Yang juga menarik adalah anak Sungai Cikapayang yang melewati kompleks balai kota. Pada 2015, aliran airnya dijernihkan sehingga dapat digunakan untuk bermain-main oleh pengunjung.

Area Taman Balai Kota yang juga menarik untuk disinggahi adalah bagian terbuka yang menghadap ke Taman Vanda di Jalan Merdeka. Area ini unik dengan trotoar dan tangga-tangga dengan bentuk bergelombang serta dua titik peletakan tugu batu.

Fasilitas publik di Taman Balai Kota cukup komplet. Seperti puskesmas, toko cendera mata, toilet, keran air minum, serta taman bermain anak. Bukan hanya akhir pekan, Taman Balai Kota kerap dikunjungi di hari kerja. Selain keluarga yang membawa serta anak, taman itu sering didatangi anak muda untuk berkreasi dan berekspresi.

Berita Terkait
Baca Juga:
Tips Melamar Pekerjaan dengan Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Tips Melamar Pekerjaan dengan Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Tips      

21 Feb 2022 | 1684


Buat anda para pencari kerja harus memperhatikan cara menulis surat lamaran pekerjaan dan itu diperlukan teknik tersendiri. Tips melamar pekerjaan dengan surat lamaran kerja yang baik dan ...

Tidak Hanya Ampuh Usir Jerawat, Tomat Punya Banyak Manfaat Lain Untuk Kesehatan Kulit

Tidak Hanya Ampuh Usir Jerawat, Tomat Punya Banyak Manfaat Lain Untuk Kesehatan Kulit

Kesehatan      

6 Feb 2020 | 1598


Tomat diketahui sebagai sumber vitamin A dan vitamin C juga banyak mengandung mineral seperti magnesium dan potassium. Tidak hanya ampuh mengusir jerawat, tomat pun mempunyai banyak ...

Profil Abdul Wahid (PKB) Daerah Pemilihan Riau II

Profil Abdul Wahid, Legislator PKB yang Teguh Membela Kepentingan Daerah

Pendidikan      

8 Jun 2025 | 338


Profil Abdul Wahid (PKB) Daerah Pemilihan Riau II menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Sebagai seorang tokoh politik yang berkecimpung dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ...

Mengukur Keberhasilan Program Pengembangan Soft Skill di Kampus

Mengukur Keberhasilan Program Pengembangan Soft Skill di Kampus

Pendidikan      

6 Nov 2023 | 886


Dalam dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan berubah dengan cepat, penting bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya fokus pada pemberian pengetahuan akademik, tetapi juga pada ...

Buzzer

Buzzer Pilkada 2029 dan Peran Rajakomen.com dalam Mengatasi Disinformasi di Era Digital

Tips      

19 Mei 2025 | 396


Di era digital yang semakin berkembang, peran buzzer dalam dunia politik semakin terasa, terutama menjelang Pilkada 2029. Buzzer merupakan individu atau kelompok yang menggunakan platform ...

Makan Sehat dan Enak: Resep Mudah dengan Bahan Alami

Makan Sehat dan Enak: Resep Mudah dengan Bahan Alami

Kuliner      

8 Jul 2024 | 447


Dalam gaya hidup modern saat ini, makan sehat seringkali dikaitkan dengan rasa yang kurang enak atau bahkan membosankan. Namun, sebenarnya makan sehat dan enak bisa menjadi perpaduan yang ...