rajatraffic
Taman Sejarah Bandung, Mengenal Sejarah Kota Bandung Sambil Rekreasi dan Edukasi

Taman Sejarah Bandung, Mengenal Sejarah Kota Bandung Sambil Rekreasi dan Edukasi

25 Des 2019
431x
Ditulis oleh : Admin

Yang lebih menarik perhatian, bukan sekadar taman yang asri dan penuh bunga, juga dibuat tematik. Salah satunya adalah Taman Sejarah Bandung. Konsep taman yang ramah anak, tematik, serta modern, hadir di sana.

Berlokasi di persimpangan Jalan Aceh dan Jalan Merdeka, taman itu masih satu kompleks dengan Balai Kota Bandung. Sebelumnya, lokasi taman merupakan lahan parkir bagi pegawai Pemkot Bandung. Meskipun terletak di ujung jalan, taman ini memiliki lahan yang cukup luas sehingga beberapa spot tematik mengenai sejarah Kota Bandung bisa dihadirkan.

Sejak 22 Januari 2017, taman ini sudah dibuka untuk umum. Namun, taman ditutup setiap Senin untuk pemeliharaan. Seperti layaknya taman yang tengah populer di Bandung, taman ini sedang jadi incaran untuk berekreasi.

Selain tidak berbayar, daya tarik taman ini juga datang dari desain tematik mengenai sejarah Kota Bandung. Kendati demikian, sejarah yang dihadirkan baru mengenal jejak para pemimpin Bandung sejak zaman dulu.

Taman sejarah menghabiskan anggaran pembangunan kurang lebih Rp 3,1 miliar. Di taman itu terdapat dinding relief dari diorama wajah bupati dan wali kota Bandung yang menjabat sejak pertama. Ada 16 wajah, mulai dari Bertus Coops hingga Ridwan Kamil.

Pengunjung dapat memasuki taman ini dari dua pintu, salah satunya dari Jalan Aceh. Terdapat sedikit tempat untuk parkir sepeda motor sebelum masuk ke area taman. Tangga yang landai dengan bentuk bergelombang hadir menyambut pengunjung.

Lantai taman dibuat dari blok-blok batu dan ubin berbatu. Kursi taman dipasang di beberapa tempat, cocok menjadi tempat melepas penat. Ada lagi satu bagian yang lebih asri dengan keberadaan pohon-pohon besar yang sebelumnya memang sudah berdiri di area tersebut.

Dinding relief terbuat dari lempengan logam yang dipahat menjadi diorama wajah dengan sedikit keterangan kiprah masing-masing tokoh. Dinding ini memiliki panjang lebih dari 20 meter. Mengambil warna kecokelatan, diserasikan dengan warna dinding bangunan di belakangnya yang memuat titel “Sejarah Bandung di Era Wiranatakusumah".

Di depan dinding relief dipasang tiga buah batu yang tinggi menjulang. Keberadaannya seakan menjadi benang merah penataan taman di kompleks Balai Kota Bandung. Itu karena, tugu batu serupa juga hadir menjadi pelengkap Taman Balai Kota yang berada di belakang Taman Sejarah.

Tema sejarah Bandung juga hadir di instalasi-instalasi kaca yang memuat gambar pejabat yang pernah memimpin Bandung. Gambar sketsa ini bergaya pop art sehingga jadi salah satu pusat perhatian di taman sejarah.

Bermain Air

Ada istilah, jika orang Bandung selalu berbahagia jika bertemu air. Ini dibuktikan setelah Wali Kota Ridwan Kamil meresmikan beberapa taman yang membolehkan pengunjung untuk bermain air di sana, seperti di Taman Balai Kota. Antusiasme warga sangat tinggi.

Di Taman Sejarah pun, kolam kecil sedalam 30 cm disediakan dan memang diperuntukkan untuk dimasuki. Biasanya, anak-anak riang bermain di sana. Kolam dengan bentuk abstrak bergelombang itu rasanya paling diminati pengunjung.

Jika masih punya waktu luang, pengunjung dapat melanjutkan tamasya di Taman Balai Kota di belakangnya. Selain dapat ditempuh dengan keluar dan menyusuri Jalan Merdeka, pengunjung juga dapat berjalan kaki melewati gerbang belakang taman sejarah untuk menuju Taman Balai Kota.

Wisata ke taman seperti ini sangat baik dilakukan bersama keluarga, terutama mengajak anak-anak. Sepanjapg perjalanan dari Taman Sejarah ke Taman Balai Kota, sebetulnya akan ada banyak hal menarik untuk disampaikan kepada anak-anak mulai dari sejarah kota, keberadaan pohon-pohon besar dengan akar gantungnya, hingga sistem penyaringan air di sungai buatan.

Konsep yang menarik untuk menghabiskan akhir pekan dengan keluarga. Rekreasi sambil edukasi. Ayo main ke Taman Sejarah Bandung!

Berita Terkait
Baca Juga:
Wot Batu, Bukan Taman Wisata dengan Instalasi Batu Biasa

Wot Batu, Bukan Taman Wisata dengan Instalasi Batu Biasa

Wisata      

14 Des 2019 | 439


Batu adalah material artefak kesenian yang abadi. Maestro seni rupa tanah air, Sunaryo Soetono tahu benar hal itu. Di matanya, batu bukan sekadar material dasar untuk membangun sesuatu. ...

Cara Menggunakan Serum Yang Pas

Cara Menggunakan Serum Yang Pas

Kecantikan      

27 Apr 2020 | 321


Beberapa perempuan masih sangsi menerapkan mana yang lebih dahulu serum ataukah pelembap. Karena bila salah memakai, tidak bakal optimal hasilnya buat menjaga dan memelihara kulit wajah ...

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Berkaitan dengan Perawatan Alis

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Berkaitan dengan Perawatan Alis

Kecantikan      

5 Jan 2020 | 441


Layaknya beauty item yang lain, banyak pula mitos dan fakta yang bertebaran mengenai alis. Agar tak menjadi korban mode, ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi acuan saat merapikan atau ...

5 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Perut pada Anak

5 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Perut pada Anak

Kesehatan      

18 Jan 2020 | 466


Sakit perut pada anak biasa terjadi. Malah, rentan diderita oleh anak umur di bawah 10 tahunan. Keadaan ini menyebabkannya jadi kurang enak dan merupakan gejala bahwa terdapat masalah ...

Buat Sendiri Dekorasi Rumah dengan Interior Monokrom

Buat Sendiri Dekorasi Rumah dengan Interior Monokrom

Pengetahuan      

23 Des 2019 | 463


Tidak perlu mahal untuk mendekorasi rumah sendiri. Kuncinya ada di kreativitas. Misalnya, untuk membuat rumah berkonsep monokrom, kita bisa banyak mendaur ulang barang lama agar serasa ...

Resep Rujak Maharaja, Kombinasi Rasa yang Menggugah Selera

Resep Rujak Maharaja, Kombinasi Rasa yang Menggugah Selera

Kuliner      

11 Des 2019 | 485


Manis, asam, asin, dan pedas berkombinasi menjadi satu. Ditambah, cita rasa kesegaran yang diberikan secara alami dari beragam buah seperti misalnya mangga, kedondong, nanas, dan ...