rajabacklink
Mengobati Kanker dengan Radiasi Internal

Mengobati Kanker dengan Radiasi Internal

15 Des 2019
55x
Ditulis oleh : Admin

Seperti proses penyembuhan radang tenggorokan dengan obat-obatan, ada dosis yang harus dipenuhi dan bahkan ada obat lanjutan bila obat yang diberikan di awal dengan dosis ringan belum cukup untuk menyembuhkan. Apalagi tumor dan kanker, salah satu penyakit berat, yang memerlukan berbagai terapi untuk sembuh. Seperti beberapa jenis kanker yang tuntas diterapi dengan radiasi eksterna berlanjut ke radiasi internal.

Ketika mendengar anggota keluarga atau teman didiagnosis mengidap kanker, sontak kita merasa tersentuh dan sedih. Sel kanker yang mematikan itu memang bisa ada di tubuh siapa pun, di organ mana pun di dalam tubuh seseorang, bahkan dia bisa berkembang biak dengan sendirinya sehingga menyebar ke organ tubuh mana pun.

Informasi kesehatan beberapa tahun ini memang sudah sangat terbuka luas supaya kita bisa melakukan pencegahan. Selain itu, teknologi bidang ilmu kedokteran pun semakin berkembang sehingga hadir berbagai terapi penyembuhan yang saling melengkapi satu sama lain.

Seperti radiasi. Bila selama ini kita mengenal terapi radiasi yang dilakukan dari luar tubuh, teknologi kedokteran melengkapinya dengan keberadaan radiasi internal atau brachytherapy. Sesuai namanya, internal, "tembakan" radiasi itu dilakukan dalam tubuh supaya mengena langsung ke sel kanker yang menjadi target.

Terapi radiasi internal dilakukan untuk melengkapi pengobatan radiasi eksterna yang sudah tuntas sesuai dosisnya. Namun, ada juga beberapa jenis kanker yang bisa diobati langsung dengan radiasi internal.

Radiasi internal itu tujuannya mendekatkan sumber radiasi terhadap kankernya. Radiasi internal bisa melengkapi radiasi eksterna atau pun berdiri sendiri. Contohnya radiasi eksterna yang dilakukan pada pasien dengan kanker serviks sebanyak 25 kali dan penderita kanker nasofaring sebanyak 35 kali.

Dalam proses melakukan radiasi kanker serviks, terdapat efek samping seperti radiasi bisa mengena bagian lain seperti kandung kemih, usus, dan bagian lain yang berdekatan. Pada kasus kanker nasofaring, pasien mengalami efek samping tidak bisa makan dan mulut yang mati rasa.

Lalu, setelah pasien menjalani radiasi eksterna selama 25 kali atau 35 kali, ternyata masih ada sel kanker yang belum dimatikan secara sempurna. Selain itu, bisa juga muncul kambuhan yang bersifat lokal setelah diperiksa kembali.

Pada saat sudah selesai semua terapi eksterna, ternyata ada kambuhan lokal, kami tidak mungkin melakukan lagi radiasi eksterna, karena efek sampingnya berat sekali. Oleh karena itulah, akan diputuskan untuk melakukan radiasi internal sebanyak 2-3 kali. Bila kondisinya bagus, bisa hanya dua kali.

Brachytherapy atau radiasi internal pun bisa berdiri sendiri sebagai terapi yang langsung diberikan ke pasien tanpa lebih dulu melakukan radiasi eksterna. Beberapa jenis kanker yang bisa diatasi langsung adalah kanker kulit, kanker nasofaring stadium dini, dan kanker payudara stadium dini.

Proses 3D therapy

Proses melakukan radiasi internal dilakukan seperti layaknya prosedur operasi yang dimulai dengan pengecekan laboratorium sehingga pasien harus dirawat inap sehari sebelumnya. Karena tindakan radiasi internal juga cukup menyakitkan bagi pasien, maka pasien harus dibius total oleh dokter anestesi sebelum berbagai prosedur tindakan dilakukan.

Setelah pasien dibius, ia akan memasukkan aplikator untuk membuka jalan sehingga sel kanker terlihat jelas. Aplikator itu juga akan menjadi jalan masuk perlengkapan untuk menembakkan radiasi di dalam. Untuk kanker serviks atau ovarium, aplikator dipasangkan melalui vagina, sedangkan untuk kanker nasofaring melalui rongga mulut.

Pada saat bersamaan, ada ahli fisika medis yang membuat restruktursasi anatomis untuk menentukan titik radiasi. Itu dilakukan karena radiasi yang dilakukannya selalu berupa terapi tiga dimensi sehingga lebih tepat sasaran.

Bila kondisi kanker pada pasien cukup baik, proses itu dilakukan selama satu jam. Bila buruk, bisa mencapai tiga jam karena dokter juga melakukan pembersihan langsung sebelum radiasi internal dilakukan.

Tembakan radiasi itu membuat sel kanker hancur dan menjadi sel mati yang akan keluar dengan sendirinya. Tiga bulan kemudian, ia akan meminta pasien untuk melakukan MRI lagi untuk mengevaluasi hasil terapi radiasi internal.

Tiga bulan setelah terapi harus MRI karena mengikuti prosedur internalsionalnya. Itu dilakukan supaya tuntas pengobatannya. Apabila ternyata masih ada sel kanker di dalamnya. berbagai tahapan pengobatan ini memang harus dilakukan sesuai prosedur supaya pengobatannya tuntas.

Radiasi internal itu menjadi pilihan karena manfaat-nya yang besar dengan menembakkan radiasi langsung ke sumber penyakit kanker, terutama untuk kanker serviks. Terapi radiasi internal juga memiliki efek samping minimal bila dibandingkan dengan radiasi eksterna.

Rangkaian pengobatan kanker itu pun yang terpenting tuntas dilakukan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter. Terapi yang saling melengkapi juga harus dilakukan demi mengikhtiarkan kesembuhan.

Berita Terkait
Baca Juga:
Yas Marina Sirkuit Balapan F1 Unik Mirip Disneyland

Yas Marina Sirkuit Balapan F1 Unik Mirip Disneyland

Pengetahuan      

18 Jan 2020 | 72


Mulai dibangun pada Mei 2007, Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi memulai debutnya sebagai tuan rumah balapan jet darat pada 2009. Sirkuit Yas Marina didesain oleh arsitek spesialis sirkuit ...

Bowling Bisa Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak-anak

Bowling Bisa Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak-anak

Pengetahuan      

24 Jan 2020 | 4


Bowling atau Ten-Pin merupakan olahraga atau permainan ketepatan (akurasi), seperti memanah. Selain melatih akurasi melempar bola, bowling juga mengembangkan kemampuan motorik anak-anak. ...

Usaha Ternak Cacing, Menjijikkan tapi Untungnya Amat Menjanjikan

Usaha Ternak Cacing, Menjijikkan tapi Untungnya Amat Menjanjikan

Pengetahuan      

8 Jan 2020 | 108


Tidak banyak orang dari kita yang memiliki ide cemerlang untuk memulai usaha yang belum pernah orang lain lakukan. Lain halnya dengan Abdul Azis Adam Maulida. Sarjana teknik industri di ...

Senam Bayi Membantu Si Kecil Cepat Bisa Berjalan

Senam Bayi Membantu Si Kecil Cepat Bisa Berjalan

Pengetahuan      

24 Jan 2020 | 5


Seorang ibu bersorak ketika mengetahui anaknya yang berusia sebelas bulan sudah bisa berjalan. Padahal sebulan sebelumnya setiap diajari berjalan sendiri, sulit sekali, misalnya badannya ...

Wot Batu, Bukan Taman Wisata dengan Instalasi Batu Biasa

Wot Batu, Bukan Taman Wisata dengan Instalasi Batu Biasa

Wisata      

14 Des 2019 | 84


Batu adalah material artefak kesenian yang abadi. Maestro seni rupa tanah air, Sunaryo Soetono tahu benar hal itu. Di matanya, batu bukan sekadar material dasar untuk membangun sesuatu. ...

Sepuluh Fakta tentang Kanker

Sepuluh Fakta tentang Kanker

Kesehatan      

15 Jan 2020 | 128


Kanker dapat menyerang siapa saja, tidak peduli umur ataupun status seseorang. Kanker juga menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, terutama di negara berkembang. Berikut ...