
Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP-AD) sebenarnya telah lama dirancang sebagai solusi bagi kesejahteraan prajurit. Skema ini mencakup dua jalur utama: KPR via FLPP (suku bunga 5% uang muka 1%) dan KPR TWP-AD (bunga sekitar 5,25%, tenor hingga 30 tahun, uang muka mulai dari 0%).
Selain itu, sejak 2025, TNI AD bekerja sama dengan BP Tapera dan Bank Mandiri untuk memfasilitasi KPR bersama masyarakat MBR melalui FLPP sehingga membuka akses luas bagi prajurit.
Namun, persoalannya tidak hanya baru muncul saat Jenderal Dudung menjabat sebagai KSAD (2021-2023), bahkan sebelum masa tersebut, skema swakelola TWP-AD telah menuai kritik terkait pengelolaan internal dan potensi penyimpanan.
Audit Pangdam Jaya tahun 2020 mengungkapkan dugaan hilangnya dana TWP-AD senilai Rp 381 miliar, serta kasus Brigjen yang memperkaya diri sekitar Rp127 miliar dari dana TWP-AD selama periode 2013-2020. Kenyataannya, problem struktual seperti minimnya transparansi dan akuntabilitas telah lama menghantui program ini.
Kepemimpinan Jenderal Dudung memang memperbesar kontroversi dengan kebijakan swakelola besar-besaran. Pada desember 2021, ia menyetujui pencairan Rp37 miliar untuk pembangunan 375 unit rumah, lalu pada Januari 2022 perintah Rp250 miliar untuk 7.629 unit rumah di berbagai wilayah, dan kembali sekitar Rp 292 miliar pada Maret 2022 untuk 4.631 unit rumah.
Program yang walaupun berniat baik, menimbulkan beban cicilan hingga 80% gaji prajurit dan penundaan realisasi rumah yang dijanjikan, memicu desakan audit, penghentian sementara, dan pembenahan sistem dari pihak TNI AD serta lembaga pengawas.
Mengenai latar belakang Jenderal dudung, berbagai sumber menyebut bahwa dia adalah keturunan ke 16 dari Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), salah satu Wali Songo yang sangat dihormati, pendiri Kesultanan Cirebon dan penyebar Islam di Jawa Barat.
Ia sendiri pernah menyatakan bahwa ayahnya adalah keturunan ke 15 sehingga menempatkan dirinya sebagai generasi ke 16.
Melihat sejarahnya, persoalan KRP/TWP-AD bukan hanya fenomena era Dudung. Tantangan sistematik seperti potensi internal dan minimnya pengawasan telah menjadi akar masalah sejak lama. Era Jenderal Dudung memperbesar dampaknya tapi akarnya permasalah jauh lebih dalam.
Dengan Rajabacklink.com, Anda tak Perlu Repot Lagi untuk Melakukan Riset Keyword bagi Website Anda
25 Feb 2020 | 1506
Ketika anda sudah berniat dan berhasil membuat website atau blog, maka langkah selanjutnya adalah anda harus mengisi website tersebut dengan konten; baik itu berupa tulisan atau artikel, ...
4 Tips Memaksimalkan Setiap Jengkal Rumah Kita
8 Jan 2020 | 1581
Tangga yang multifungsi memang bermanfaat untuk menciptakan ruang baru untuk penyimpanan barang. Namun, ternyata bukan hanya untuk penyimpanan, tetapi struktur di bawah tangga juga ...
4 Hal Remeh, Namun Amat Berpengaruh pada Kehidupan
14 Apr 2020 | 2051
Menjauhi rutinitas kurang baik yang kerap dilakukan setiap hari bisa berakibat baik bagi kehidupan. Tetapi seringkali, tanpa dirasakan kita melakukan kekeliruan tanpa tahu ...
Tupperware Terancam Bangkrut dan PHK Karyawan
13 Apr 2023 | 1972
Perusahaan multinasional Tupperware berencana akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Menyusul, memburuknya keuangan perusahaan akibat anjloknya nilai ...
14 Des 2025 | 153
Perusahaan multinasional beroperasi dalam skala global dengan sistem yang sangat kompleks, menuntut efisiensi dan optimasi di setiap lini. Mengapa lulusan Teknik Industri S1 sangat ...
6 Teknologi Canggih Masa Depan yang Akan Segera Tercipta
19 Jan 2020 | 2307
Anda tentu pernah merasa takjub dengan kemajuan teknologi masa depan yang ada di beberapa film fiksi ilmiah (science fiction). Mungkin, Anda juga berpikir apa pengaruh yang akan terjadi dan ...