
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga usaha komoditas ekspor. Dengan begitu, produk-produk halal dari Indonesia dapat lebih berdaya saing di pasar internasional.
Sosok yang akrab disapa Babe Haikal itu menjelaskan, perkembangan industri halal kini tidak lagi didominasi negara-negara mayoritas Muslim. Yang terkuat ialah China. Produk-produk negara Asia timur ini bahkan membanjiri pasar negara-negara Muslim, semisal Arab Saudi. Artinya, konsep halal kini menjelma jadi bagian dari strategi perdagangan global.
"Negara dengan pendapatan terbesar dari industri halal justru datang dari negara bukan mayoritas Muslim. Nomor satu di dunia, China; kedua, Brazil; ketiga, Amerika Serikat (AS). Di Makkah, hampir semua sajadah, makanan, dan minuman itu produk China. Mereka diterima di mana-mana," ujar Babe Haikal saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Setiap negara memiliki cara pandang tersendiri terhadap konsep halal. Bagi pelaku industri di China, lanjut Babe Haikal, halal adalah turbo growth. Di AS, halal dipandang sebagai simbol kesehatan. Di Eropa, konsep halal dimaknai sebagai pangan dengan mutu tinggi.
Babe Haikal menuturkan pengalamannya saat studi banding ke Rusia. Menurutnya, Moskow serius dalam menangkap peluang dan mengembangkan industri halal.
Beberapa waktu lalu, ia mengunjungi sebuah peternakan di luar Moskow. Setiap hari, pengelola setempat menyembelih enam ribu ekor hewan secara halal.
“Kalau kami memproduksi halal, semua negara menerima. Kalau non-halal, hanya sebagian kecil,” ujar Babe Haikal menirukan perkataan pengelola peternakan yang ditemuinya itu di Rusia.
Konsep halal yang sekarang telah menjadi bagian dari gaya hidup global. Babe Haikal mengungkapkan bahwa, volume transaksi industri halal dunia telah menembus Rp 21 ribu triliun.
Karena itu, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan halal sebagai salah satu mesin pertumbuhan dalam rencana pembangunan nasional secara bersamaan. Caranya antara lain dengan mempermudah sertifikasi halal, terutama bagi pelaku UMKM.
“Halal bukan lagi soal surga-neraka. Halal itu kesehatan, kebersihan, kualitas. Kalau kita tidak tertib halal, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Realme X2 Pro Dipersenjatai Chipset Terkenal, Kamera Tangguh, dan Layar Mutakhir
10 Jan 2020 | 1505
Ponsel pintar saat ini kian mudah dijangkau, dan banyak pembuat HP yang bersaing memberikan teknologi terbaik dengan harga yang terjangkau. Hal ini menjadikan Realme mempersembahkan ponsel ...
Peran Food Blogger dalam Industri Kuliner Selain Mengulas Makanan
25 Maret 2025 | 414
Dalam beberapa tahun terakhir, food blogger telah menjadi salah satu kekuatan berpengaruh dalam industri kuliner. Mereka tidak hanya dikenal karena keahlian mereka dalam mengulas makanan, ...
PAFI Meningkatkan Standar Profesionalime di Kalangan Ahli Farmasi
5 Jul 2024 | 581
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia memiliki peran sentral dalam mengembangkan kualitas ahli farmasi dan pelayanan kesehatan di Kotamulia. Dibentuk dengan tujuan untukmeningkatkan standar ...
Inilah 7 Jenis Makanan yang dapat Dibuat di Rice Cooker
21 Jan 2020 | 1944
Pernahkah Anda telat bangun tidur dan kebingungan mesti memasak dalam waktu yang amat singkat? Sepertinya Anda perlu mempelajari ilmu yang satu ini supaya sarapan atau makan pagi tetap ...
Mengejutkan, Jabatan Fungsional Disetop Sementara!
24 Jan 2022 | 1389
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo membawa kabar buruk bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tanah Air. PNS dengan jabatan fungsional akan dihentikan ...
Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei
1 Okt 2020 | 1505
Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...