Tryout.id
Ulama Berguguran, Ustadz Fahmi Salim: Covid-19 Nyata

Ulama Berguguran, Ustadz Fahmi Salim: Covid-19 Nyata

12 Jul 2021
69x
Ditulis oleh : Admin

Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Fahmi Salim menyatakan duka yang mendalam atas banyaknya berita kematian dari para ulama dan kiai Indonesia. Ia pun meminta umat Muslim tidak mempercayai berita bohong atau hoaks yang beredar terkait Covid-19.

“Mohon kepada para ulama tidak percaya pada teori-teori konspirasi yang disebarkan kalangan tertentu. Virus Covid-19 ini nyata dan faktual serta tidak bisa dipungkri. Saya pikir di kalangan umat Islam perlu ditingkatkan literasi tentang bidang medis,” kata dilansir Republika.co.id, Senin (12/7).

Berita kematian para ulama dan kiai pesantren seolah tak berhenti berdatangan dalam beberapa waktu terakhir. Dalam berita resmi yang dikeluarkan PBNU, tercatat 595 ulama meninggal dunia akibat virus tersebut. Ia juga menyebut informasi meningkatnya kematian ulama juga datang dari Persis dan Muhammadiyah.

Kematian disebut sebagai suatu hal yang pasti dan hak prerogatif Allah SWT. Setiap manusia dipastikan akan mengalami kematian. Dalam QS al-Jumu’ah ayat ke-8 disebutkan kematian adalah hal yang pasti terjadi meski manusia berupaya berlindung di suatu bangunan yang kukuh.

Meski demikian, ia merasa melihat adanya kelemahan di kalangan para ulama dalam memaknai hal ini. “Saya bukannya su’udzon, tapi barangkali perlu kita tingkatkan edukasi di kalangan ulama dan pesantren, tentang pentingnya sunnatullah dalam bidang medis, tentang penyakit dan bagaimana kita menanganinya,” katanya.

Imam Syafii mengatakan, “Jangan kamu tinggali satu negeri atau kampung jika di dalamnya tidak ada dua profesi, yaitu alim ulama atau ahli agama dan dokter atau medis. Ahli agama bertugas memberikan resep terkait penyakit batin, sementara ahli medis memberikan resep penyakit yang bersifat lahir atau fisik.

Ustadz Fahmi Salim menilai umat Islam tidak boleh tertinggal dalam bidang medis. Pernyataan yang disampaikan dokter-dokter Muslim yang banyak jumlahnya ini harus didengarkan dan diikuti. Terlebih, mereka mengetahui dengan pasti dan bisa menjelaskan aspek masalah yang sedang dihadapi saat ini.

Ia mengingatkan jangan sampai pandemi ini dianggap remeh dan mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan, saat ini masih ada yang mengatakan virus ini tidak ada atau menyebut ini bukan pandemi tapi plandemi.

“Kalaupun ini benar, itu biarkanlah jadi urusan nanti. Sekarang bagaimana kita menyelamatkan umat, aktivis, mubaligh, kiai sebanyak mungkin,” kata dia.

Hal-hal di atas bisa dijalankan dengan edukasi dan literasi. Ustadz Fahmi menyebut Ibnu Sina adalah ulama yang memperkenalkan metode bagaimana seorang umat harus menjaga diri dari berbagai macam penyakit menular. (dbs)-hajinews-

Berita Terkait
Baca Juga:
Tips Bermain Motif pada Hijab Segi Empat

Tips Bermain Motif pada Hijab Segi Empat

Tips      

25 Des 2019 | 811


Kekuatan desain pada motif hijab segi empat menjadi daya tarik. Semakin terbatas edisinya, semakin dicari. Karakter masing-masing perancang pada desain hijab jadi kekuatannya. Dimulai ...

5 Aplikasi Untuk Membuat Logo yang Bisa Kamu Coba di PC

5 Aplikasi Untuk Membuat Logo yang Bisa Kamu Coba di PC

Teknologi      

22 Mei 2020 | 376


Diera digital sekarang ini, membangun sebuah merek atau brand sangatlah penting agar dapat dikenal dan diingat oleh orang lain. Salah satu bagian yang tidak boleh dilupakan dalam membangun ...

Tempat Wisata Edukasi di Jakarta Yang Wajib di Kunjungi

Tempat Wisata Edukasi di Jakarta Yang Wajib di Kunjungi

Wisata      

30 Mei 2020 | 354


Menikmati akhir pecan dengan wisata yang menambah pengetahuan bagi buah hati pasti menyenangkan. Saat ini berbagai tempat wisata menyediakan pengetahuan yang bisa dilihat sampai dirasakan. ...

Sesuaikan Aksesori dengan Gaun Pesta Agar Menjadi Pusat Perhatian

Sesuaikan Aksesori dengan Gaun Pesta Agar Menjadi Pusat Perhatian

Fashion      

13 Des 2019 | 394


Saat menghadiri pesta, kalangan remaja pasti ingin menampilkan sisi mudanya. Salah satu caranya adalah dengan memilih busana dan aksesori yang cocok dengan acara dan usia. Tak sedikit orang ...

Tren Pomadic Belum Berakhir

Tren Pomadic Belum Berakhir

Fashion      

22 Des 2019 | 335


Seperti busana atau make up, tren juga dikenal dalam dunia penataan rambut. Meski banyak juga orang yang menata rambut berdasarkan bentuk wajah yang dimiliki, tak sedikit pula yang ...

Melaksanakan Shalat Tarawih Sendiri di Rumah, Bolehkah?

Melaksanakan Shalat Tarawih Sendiri di Rumah, Bolehkah?

Pengetahuan      

21 Apr 2020 | 322


Bulan suci Ramadhan jadi bulan yang amat spesial dan dinanti oleh semua umat muslim. Bagaimana tidak? Sebab seluruh amalan yang kita kerjakan akan diberikan pahala yang berlipat ganda oleh ...