
Ketika seseorang mengalami sakit hati, berbagai kejadian menyedihkan bisa mengikuti dibelakangnya. Hingga saat ini, obat sakit hati pun masih abu-abu. Tidak ada resep khusus yang spesifik yang bisa menyembuhkan luka di hati.
Namun satu yang pasti, obat sakit hati tentunya bukanlah obat yang bisa dibeli dengan mudah di apotek. Obat ini berasal dari dalam diri sendiri. Ya, untuk mengobati berbagai kekecewaan, kemarahan, dan ketakutan di dalam hati, Anda perlu berjuang untuk membangkitkan perasaan positif yang ada di dalam diri.
Meski begitu mengobati rasa sakit hati bukanlah perkara mudah. Sebab terkadang, luka hati lebih sulit sembuh dibandingkan luka fisik. Belum lagi, saat sedang sakit-sakitnya, kita dituntut untuk mengubah pemikiran agar bisa kembali ceria. Namun bukan berarti semua itu tidak mungkin dilakukan.
Saat mengalami sesuatu yang membuat sakit hati, Anda pasti ingin segera melupakannya. Ketika baru putus cinta, misalnya. Anda mungkin ingin mengalihkan perhatian dari kesedihan atau menghibur diri sendiri dengan cara berbelanja banyak barang kesukaan, memilih gaya rambut baru, atau mungkin clubbing.
Namun perlu diingat, sakit hati karena putus percintaan adalah hal yang berat dan Anda berhak untuk berduka karena itu. Putus cinta bisa membuat Anda merasa kesepian, tidak dicintai, depresi, dan tidak berharga. Potong rambut tidak akan begitu saja menyembuhkan itu.
Lebih baik, Anda kenali rasa duka Anda dan mulailah perlahan-lahan mengizinkan diri untuk berduka dan bersedih. Jangan menahan emosi yang dirasakan. Jika ingin menangis, maka menangislah. Jangan terburu-buru untuk terlihat baik-baik saja, padahal Anda tidak merasa seperti itu.
Teknologi memungkinkan kita untuk “bertemu” dengan orang yang membuat kita sakit hati, hanya dengan satu kali tekan. Apalagi di sosial media, ketika semuanya berusaha mempertontonkan kehebatan dan menyembunyikan kesulitan hidupnya. Hal ini bisa membuat proses pemulihan terhambat.
Untuk mengatur diri agar bisa terhindar dari perasaan negatif, Anda bisa mulai untuk lakukan relaksasi, meditasi, maupun aktivitas mindful lainnya. Dengan begitu, Anda benar-benar mempraktikan konsep mindfulness.
Mindfulness adalah sebuah konsep yang membawa pikiran Anda, benar-benar berada pada masa sekarang. Berada pada kejadian yang sedang terjadi, yang sedang Anda lakukan, dan kebahagiaan maupun kesedihan yang sedang dilewati.
Menjadi orang yang mindful, akan membuat Anda menjalani hidup dengan lebih bebas dan realistis. Dengan melepas rasa selalu ingin mengatur segala hal yang terjadi di hidup Anda, maka permasalahan pun tidak akan terasa begitu membebani. Ini akan membuat lebih percaya diri saat ada masalah mampir ke hidup Anda.
Saat sedang bersedih, membantu orang lain bisa menjadi reward yang menenangkan hati. Menjadi sukarelawan, mendonorkan darah, maupun kegiatan sosial lain, bisa menjadi pengalih perhatian yang positif.
Anda juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas yang memiliki kepedulian serupa dengan Anda dan ikut membantu orang-orang di dalamnya. Mengetahui ada orang lain yang terbantu oleh kita, bisa membuat hari-hari lebih cerah.
Sakit hati paling sering disebabkan oleh permasalahan dalam percintaan. Saat baru putus cinta, terutama dari hubungan yang sudah berlangsung lama, mungkin akan sulitan untuk mengingat kehidupan Anda sebelum memulai hubungan ini. Anda jadi lupa untuk menjadi diri sendiri.
Karena itu, momen setelah putus bisa menjadikan Anda kembali mengenali diri. Cobalah lakukan me time. Lakukan hal-hal yang sudah lama ingin Anda coba, tapi belum sempat terjadi. Anda juga bisa melakukan napak tilas melakukan kegiatan yang sebelumnya sering dilakukan dan disukai, tapi mulai berubah sejak mengenal mantan pasangan Anda.
Berolahraga bisa jadi salah satu obat sakit hati yang manjur. Dengan melakukan kegiatan fisik, hormon serotonin, yang bertanggung jawab dalam mengatur mood kita, akan keluar. Berolahraga juga akan membuat Anda merasa lebih baik. Sebab dengan aktivitas ini, Anda dapat merasa bisa mengendalikan tubuh dan pikiran untuk melakukan hal yang positif. Jika ingin sambil meluapkan kemarahan dengan cara yang positif, Anda juga bisa mencoba olahraga bela diri atau tinju.
Apabila Anda merasa butuh bantuan orang lain, maka carilah bantuan profesional. Tidak ada salahnya mengakui bahwa Anda tidak kuat menahan beban ini seorang diri. Psikolog atau psikiater bisa membantu Anda dengan terapi yang sesuai.
Biaya Haji Plus Semakin Mahal Yuk Siapkan Tabungan Haji dari Sekarang
19 Jul 2022 | 1552
Sebagai anak mungkin anda ingin sekali memberangkatkan orang tua anda untuk pergi haji, anda bingung bagaimana sih cara mempersiapkan tabungan haji yang tidak memberatkan. Kita semua tentu ...
Jelang Parade MotoGP, Begini Arus Lalu Lintas Kawasan Bundaran HI
16 Maret 2022 | 1523
Arus lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ramai lancar menjelang pelaksanaan parade MotoGP, Rabu (16/3/2022). Menurut pantauan ...
Harta Tak Lagi yang Utama, Berikut 5 Konglomerat Indonesia Masuk Islam
9 Feb 2022 | 1931
Terdapat sejumlah konglomerat Indonesia pindah agama Islam dengan alasan telah memperoleh hidayah. Selain Jusuf Hamka, kira-kira siapa lagi para pengusaha kaya raya ...
Mendengarkan Suara Konsumen: Cara Riset Keluhan Konsumen di Internet untuk Jadi Inspirasi Bisnis
15 Feb 2026 | 62
Banyak pengusaha pemula menghabiskan waktu berjam-jam di depan papan tulis putih untuk mencari ide yang "jenius", namun mereka sering melupakan sumber inspirasi yang paling jujur ...
5 Tanda Terinfeksi Covid-19, Jika Terasa Segera Lakukan Langkah Ini!
27 Maret 2020 | 1615
Jumlah kejadian penderita positif Covid-19 di Indonesia terus melonjak. Sampai hari Selasa, 24 Maret 2020 lalu, telah 55 orang yang meninggal dunia. Team medis amat keteteran dengan ...
Fasilitas Modern di SMA Islam Al Masoem Bandung
8 Jul 2024 | 331
SMA Islam Al Masoem adalah salah satu SMA boarding di Bandung yang memiliki konsep pesantren modern. Sekolah menengah atas ini menyajikan fasilitas modern yang mendukung proses belajar ...