rajabacklink
Pilih Veneer Atau Whitening Untuk Memutihkan Gigi

Pilih Veneer Atau Whitening Untuk Memutihkan Gigi

2 Jan 2020
456x
Ditulis oleh : Admin

Memutihkan warna gigi sedang jadi tren. Selain gigi yang rapi, gigi putih dan bersih juga banyak diminati karena menjadi salah satu hal penting yang menentukan penampilan seseorang.

Fasilitas mendapatkan gigi yang putih dan bersih semakin mudah dijangkau. Cara yang paling banyak dilakukan adalah whitening atau bleaching dan veneer. Tinggal sesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan serta kondisi gigi masing-masing, ingin pilih mana, whitening atau veneer?

Perubahan warna gigi umumnya disebabkan oleh minuman yang meninggalkan noda, seperti kopi, teh, atau anggur (wine). Perubahan warna gigi juga bisa terjadi akibat kebiasaan merokok, penggunaan fluoride yang berlebihan, konsumsi obat tertentu, cedera pada gigi akibat terbentur, atau penipisan email gigi akibat proses penuaan.

Untuk menentukan tindakan mana yang diambil, antara whitening atau veneer, tentu disesuaikan oleh kebutuhan serta kondisi masing-masing pasien, baru kemudian dokter merekomendasikan tindakan mana yang bisa ditempuh.

Whitening atau pemutihan gigi adalah tindakan medis untuk mencerahkan warna gigi dengan menghilangkan noda pada permukaan gigi. Prosedurnya dibagi dua, yaitu tindakan yang dilakukan pasien di ruang praktik dokter, serta dilakukan di rumah.

Di dalam ruang praktik, prosedur dilakukan oleh dokter gigi. Lalu pasien kembali mengoleskan cairan pemutih gigi di rumah setiap hari, biasanya hingga dua minggu pemakaian. Hasilnya tergantung tingkat warna yang diinginkan.

Setelah whitening dilakukan, pasien diharapkan melakukan kontrol setiap enam bulan. Noda pada gigi atau warna gigi yang kembali kuning bisa terjadi ketika pasien banyak mengonsumsi makanan-makanan berwarna tajam seperti kari, soda, teh, serta kopi.

Sementara itu, veneer gigi adalah prosedur medis yang bertujuan memperbaiki penampilan gigi seseorang dengan cara menempelkan veneer di bagian depan gigi. Veneer dapat menutupi kecacatan pada gigi, seperti bentuk, warna, dan ukuran gigi yang tidak sesuai dengan keinginan pasien.

Dibandingkan dengan whitening, sifat veneer lebih permanen. Jika whitening bersifat reversible, veneer bersifat irreversible. Oleh karena itu, sebelum dilakukan harus benar-benar dipikirkan.

Veneer umumnya terbuat dari resin atau porselen, dan akan menempel secara permanen pada gigi. Berbeda dengan implan gigi atau crown gigi, veneer hanya menutupi bagian depan saja, tidak mengganti gigi seluruhnya. Ketebalan veneer hanya seperti sehelai rambut.

Tingkat ketahanan veneer pada setiap pasien berbeda. Akan tetapi, dokter akan menyarankan setelah dilakukan veneer, pasien harus apik ketika makan. Pasien juga sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang keras dan alot. Karena jika retak veneer harus ditambal lagi. Kalau tidak dilakukan, tidak akan bagus secara estetis.

Akan tetapi, meskipun akses terhadap fasilitas pemutihan gigi semakin mudah, bukan berarti semua orang akan dibebaskan memilih. Ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Pada tindakan pemutihan, dapat meningkatkan sensitivitas pada gigi. Pada beberapa kasus, juga bisa menimbulkan iritasi ringan pada jaringan lunak di mulut, terutama gusi. Meskipun demikian, kondisi tersebut hanya sementara dan akan hilang satu hingga tiga hari setelah pemutihan gigi.

Biasanya, dokter memberikan pasta gigi khusus untuk mengurangi rasa sensitif pada gigi dan gusi. Antilinu juga diberikan jika pasien merasakan linu. Akan tetapi, rasa linu biasanya hanya sebentar dengan tingkat yang berbeda-beda tergantung toleransi pasien terhadap rasa sakit.

Tindakan veneer juga tidak bisa dilakukan sembarangan pada setiap orang. Ada beberapa orang yang sebaiknya tidak melakukan veneer gigi, seperti orang yang giginya tidak sehat atau menderita penyakit gusi, orang yang enamel giginya sudah tergerus sehingga tidak bisa dipasang veneer, serta orang yang giginya rapuh diakibatkan oleh pembusukan, patah, atau adanya tambalan gigi yang cukup besar.

Oleh karena itu, sebelum dilakukan veneer, ada proses asesmen terlebih dahulu. Tidak bisa sembarangan langsung dilihat dan dikerjakan begitu saja. Apalagi, pengikisan gigi pada proses veneer itu sebenarnya harus seminimal mungkin. Jadi, kalau kondisi gigi pasien terlalu ekstrem, tidak disarankan untuk melakukan veneer.

Selain itu, meskipun diusahakan seminimal mungkin, pada prosedur veneer tetap dilakukan paparan sehingga memiliki efek samping. Misalnya, gigi akan lebih sensitif.

Terlebih lagi, ketika tindakan ueneer disertai dengan pengubahan anatomi gigi, seperti memasang gigi kelinci. Setelah prosedur dilakukan, mungkin akan ada perasaan kurang nyaman. Itu yang harus dipikirkan dengan matang.

Yang terpenting, prosedur whitening dan veneer sama-sama tidak disarankan dilakukan oleh perokok aktif. Karena jika setelah melakukan whitening atau veneer lalu pasien merokok, tentu saja akan sia-sia.

Berita Terkait
Baca Juga:
Jenis Bahan Terbaik untuk Membuat Masker Kain Guna Mencegah Virus Corona

Jenis Bahan Terbaik untuk Membuat Masker Kain Guna Mencegah Virus Corona

Pengetahuan      

28 Apr 2020 | 397


Terdapat berbagai macam masker kain yang tersebar di pasaran. Sebagian besar memakai bahan katun lantaran gampang diperoleh, nyaman, dan meresap keringat. Tetapi begitu, kaum ilmuwan ...

6 Cara Membersihkan Rumah Setelah Banjir

6 Cara Membersihkan Rumah Setelah Banjir

Tips      

27 Jan 2020 | 442


Banjir pada awal tahun 2020 yang menimpa kawasan Jabodetabek saat ini pelan-pelan mulai surut. Walau beberapa titik masih digenangi air tinggi, tetapi kebanyakan wilayah telah mulai ...

5 Kunci Sukses Bisnis Kuliner, Anda Patut Mencobanya

5 Kunci Sukses Bisnis Kuliner, Anda Patut Mencobanya

Tips      

31 Jan 2020 | 442


Ada beragam bidang bisnis untuk digeluti, salah satu diantaranya adalah bisnis kuliner yang tengah menjamur akhir-akhir ini. Bisnis kuliner memerlukan tingkat kreativiatas yang tinggi dan ...

Ulama Berguguran, Ustadz Fahmi Salim: Covid-19 Nyata

Ulama Berguguran, Ustadz Fahmi Salim: Covid-19 Nyata

Kesehatan      

12 Jul 2021 | 140


Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Fahmi Salim menyatakan duka yang mendalam atas banyaknya berita kematian dari para ulama dan kiai Indonesia. Ia pun meminta ...

Bertakwalah Agar Luput dari Musibah

Bertakwalah Agar Luput dari Musibah

Tips      

18 Sep 2020 | 450


Semua manusia di dunia ini tidak ada yang luput  dari berbagai macam cobaan, baik itu berupa kesedihan atau pun berupa kesenangan. Semua itu merupakan sunnatullah yang berlaku untuk ...

Cara Praktis dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan Ideal

Cara Praktis dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan Ideal

Tips      

12 Nov 2020 | 360


Gemuk, berat badan berlebih, banyak sekali orang yang takut akan 2 hal ini, walaupun ada sebagian orang yang menginginkannya, tapi mungkin hanya sedikit sekali prosentasenya, karena bila ...