rajabacklink
Pilih Veneer Atau Whitening Untuk Memutihkan Gigi

Pilih Veneer Atau Whitening Untuk Memutihkan Gigi

2 Jan 2020
381x
Ditulis oleh : Admin

Memutihkan warna gigi sedang jadi tren. Selain gigi yang rapi, gigi putih dan bersih juga banyak diminati karena menjadi salah satu hal penting yang menentukan penampilan seseorang.

Fasilitas mendapatkan gigi yang putih dan bersih semakin mudah dijangkau. Cara yang paling banyak dilakukan adalah whitening atau bleaching dan veneer. Tinggal sesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan serta kondisi gigi masing-masing, ingin pilih mana, whitening atau veneer?

Perubahan warna gigi umumnya disebabkan oleh minuman yang meninggalkan noda, seperti kopi, teh, atau anggur (wine). Perubahan warna gigi juga bisa terjadi akibat kebiasaan merokok, penggunaan fluoride yang berlebihan, konsumsi obat tertentu, cedera pada gigi akibat terbentur, atau penipisan email gigi akibat proses penuaan.

Untuk menentukan tindakan mana yang diambil, antara whitening atau veneer, tentu disesuaikan oleh kebutuhan serta kondisi masing-masing pasien, baru kemudian dokter merekomendasikan tindakan mana yang bisa ditempuh.

Whitening atau pemutihan gigi adalah tindakan medis untuk mencerahkan warna gigi dengan menghilangkan noda pada permukaan gigi. Prosedurnya dibagi dua, yaitu tindakan yang dilakukan pasien di ruang praktik dokter, serta dilakukan di rumah.

Di dalam ruang praktik, prosedur dilakukan oleh dokter gigi. Lalu pasien kembali mengoleskan cairan pemutih gigi di rumah setiap hari, biasanya hingga dua minggu pemakaian. Hasilnya tergantung tingkat warna yang diinginkan.

Setelah whitening dilakukan, pasien diharapkan melakukan kontrol setiap enam bulan. Noda pada gigi atau warna gigi yang kembali kuning bisa terjadi ketika pasien banyak mengonsumsi makanan-makanan berwarna tajam seperti kari, soda, teh, serta kopi.

Sementara itu, veneer gigi adalah prosedur medis yang bertujuan memperbaiki penampilan gigi seseorang dengan cara menempelkan veneer di bagian depan gigi. Veneer dapat menutupi kecacatan pada gigi, seperti bentuk, warna, dan ukuran gigi yang tidak sesuai dengan keinginan pasien.

Dibandingkan dengan whitening, sifat veneer lebih permanen. Jika whitening bersifat reversible, veneer bersifat irreversible. Oleh karena itu, sebelum dilakukan harus benar-benar dipikirkan.

Veneer umumnya terbuat dari resin atau porselen, dan akan menempel secara permanen pada gigi. Berbeda dengan implan gigi atau crown gigi, veneer hanya menutupi bagian depan saja, tidak mengganti gigi seluruhnya. Ketebalan veneer hanya seperti sehelai rambut.

Tingkat ketahanan veneer pada setiap pasien berbeda. Akan tetapi, dokter akan menyarankan setelah dilakukan veneer, pasien harus apik ketika makan. Pasien juga sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang keras dan alot. Karena jika retak veneer harus ditambal lagi. Kalau tidak dilakukan, tidak akan bagus secara estetis.

Akan tetapi, meskipun akses terhadap fasilitas pemutihan gigi semakin mudah, bukan berarti semua orang akan dibebaskan memilih. Ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Pada tindakan pemutihan, dapat meningkatkan sensitivitas pada gigi. Pada beberapa kasus, juga bisa menimbulkan iritasi ringan pada jaringan lunak di mulut, terutama gusi. Meskipun demikian, kondisi tersebut hanya sementara dan akan hilang satu hingga tiga hari setelah pemutihan gigi.

Biasanya, dokter memberikan pasta gigi khusus untuk mengurangi rasa sensitif pada gigi dan gusi. Antilinu juga diberikan jika pasien merasakan linu. Akan tetapi, rasa linu biasanya hanya sebentar dengan tingkat yang berbeda-beda tergantung toleransi pasien terhadap rasa sakit.

Tindakan veneer juga tidak bisa dilakukan sembarangan pada setiap orang. Ada beberapa orang yang sebaiknya tidak melakukan veneer gigi, seperti orang yang giginya tidak sehat atau menderita penyakit gusi, orang yang enamel giginya sudah tergerus sehingga tidak bisa dipasang veneer, serta orang yang giginya rapuh diakibatkan oleh pembusukan, patah, atau adanya tambalan gigi yang cukup besar.

Oleh karena itu, sebelum dilakukan veneer, ada proses asesmen terlebih dahulu. Tidak bisa sembarangan langsung dilihat dan dikerjakan begitu saja. Apalagi, pengikisan gigi pada proses veneer itu sebenarnya harus seminimal mungkin. Jadi, kalau kondisi gigi pasien terlalu ekstrem, tidak disarankan untuk melakukan veneer.

Selain itu, meskipun diusahakan seminimal mungkin, pada prosedur veneer tetap dilakukan paparan sehingga memiliki efek samping. Misalnya, gigi akan lebih sensitif.

Terlebih lagi, ketika tindakan ueneer disertai dengan pengubahan anatomi gigi, seperti memasang gigi kelinci. Setelah prosedur dilakukan, mungkin akan ada perasaan kurang nyaman. Itu yang harus dipikirkan dengan matang.

Yang terpenting, prosedur whitening dan veneer sama-sama tidak disarankan dilakukan oleh perokok aktif. Karena jika setelah melakukan whitening atau veneer lalu pasien merokok, tentu saja akan sia-sia.

Berita Terkait
Baca Juga:
Xiaomi Mi 10 Series, Ponsel Flagship dengan RAM Besar sudah Mendukung Koneksi 5G

Xiaomi Mi 10 Series, Ponsel Flagship dengan RAM Besar sudah Mendukung Koneksi 5G

Gadget      

20 Feb 2020 | 291


Dalam waktu tidak lama, Xiaomi akan merilis lini flagship teranyarnya, yaitu Mi 10. Dalam berbagai peluang, perusahaan dari Tiongkok ini mengumbar spesifikasi piranti ini sedikit demi ...

Ohso Marko Travel Toothbrush, Sikat Gigi untuk Bepergian Menunjang Fungsi dan Pemakaian

Ohso Marko Travel Toothbrush, Sikat Gigi untuk Bepergian Menunjang Fungsi dan Pemakaian

Pengetahuan      

23 Des 2019 | 299


Desain yang fungsional memang biasanya sangat memperhatikan fungsi dari suatu alat. Selain itu, desain biasanya memperhatikan aspek-aspek bagaimana peralatan itu dipakai sehingga dibuatlah ...

Cara Mengatasi Kesulitan Tidur pada Anak di Malam Hari

Cara Mengatasi Kesulitan Tidur pada Anak di Malam Hari

Kesehatan      

24 Maret 2020 | 345


Tidur adalah keperluan penting untuk seluruh orang terutama anak. Ketika tidur, anak akan mengumpulkan kembali tenaganya yang lenyap sesudah asyik beraktifitas. Ketika tidur, anak pun akan ...

Ini Dia 3 Fakta Mengenai Blighted Ovum yang Sandra Dewi Pernah Alami

Ini Dia 3 Fakta Mengenai Blighted Ovum yang Sandra Dewi Pernah Alami

Hiburan      

13 Feb 2020 | 383


Mengutip dari American Pregnancy Association, blighted ovum timbul saat sel telur yang sudah dibuahi melekat ke dinding rahim, namun embrio tidak berkembang. Blighted ovum umumnya timbul ...

Apa Saja Makanan Sehat yang Wajib di Konsumsi Supaya Ingatan Tajam

Apa Saja Makanan Sehat yang Wajib di Konsumsi Supaya Ingatan Tajam

Kesehatan      

16 Maret 2020 | 414


Apa Saja Makanan Sehat yang Wajib di Konsumsi Supaya Ingatan Tajam - Manusia yang sudah lanjut usia memang kadang memori sudah mulai lemot, jadi buat kamu yang masih muda harus tuh menjaga ...

Airpods Pro, Wireless Earphone Canggih Keluaran Apple Seharga Smartphone

Airpods Pro, Wireless Earphone Canggih Keluaran Apple Seharga Smartphone

Teknologi      

22 Jan 2020 | 419


Setelah beberapa bulan jadi obrolan, akhirnya para penggemar wireless earphone besutan Apple sekarang bisa menikmati kecanggihan Airpods versi premium ini. Dirilis pada tahun silam, Airpods ...