
Pertarungan tim pahlawan super The Avengers dengan makhluk bernama Ultron di Sokovia menyisakan persoalan. Adrian Toomes (Michael Keaton) memungut benda dari serpihan teknologi Ultron, kemudian merakit ulang menjadi senjata canggih dan kostum perang menyerupai bentuk burung. Bersama timnya, Toomes pun menggunakan teknologi bangsa Chitauri (alien) untuk memproduksi senjata, kemudian menjual di pasar gelap.
Cerita tertuang dalam film "Spider-Man: Homecoming" garapan sutradara Jon Watts, berdurasi 133 menit. Tampilan plot merupakan versi berbeda dari pada film pahlawan super laba-laba terdahulu, "Spider-Man” garapan Sam Raimy, dan "The Amazing Spider-Man" arahan Marc Webb. Skenario cenderung menonjolkan sisi manusiawi Peter Parker (Tom Holland) sebagai remaja yang punya kekuatan super.
Tom Holland memerankan citra baru Peter Parker secara apik, setiap sikapnya terlihat natural seperti gelapan karena jatuh cinta dan bertindak berlebihan guna beroleh pengakuan dari Tony Stark (Robert Downey JR). Keterampilan akting Holland pun kentara saat mengalami situasi dilematis, tetap menutupi jati dirinya, atau menunjukkan ke publik. Postur badannya yang proporsional kian mendukung penampilannya sebagai pahlawan super.
Pemilihan sudut pengambilan gambar membuat cerita kian seru, kentara saat Spider-Man menyelamatkan rekan-rekannya yang terperangkap dalam lift di menara yang sangat tinggi. Tampilan adegan tampak dari sudut vertikal, memperlihatkan latar belakang lanskap kota dari posisi sangat tinggi. Ketika itu, Spider-Man nyaris terjatuh, memunculkan efek menegangkan.
Perpindahan adegan tertata rapi, menerangkan kiprah Spider-Man dengan gaya kemasan ringan, memudahkan penonton mencerna cerita. Tim penulis skenario menerapkan latar waktu maju setelah "The Avengers: Civil War". Pada bagian awal, terdapat adegan yang menerangkan kemunculan Spider-Man secara mendadak saat tim Iron Man berhadapan dengan tim Captain America di Leipzig.
Peter Parker kegirangan saat menerima panggilan dari Tony Stark melalui asistennya Hogan Happy (Jon Favreau) untuk berangkat ke Leipzig. Sebelum bergabung ke arena pertempuran, Parker beroleh jamuan dari Happy seperti fasilitas menginap di hotel mewah. Dia menganggap, hal itu merupakan pertanda bahwa Tony Stark sedang merekrut anggota baru The Avengers. Parker memang sangat bernapsu ingin menjadi bagian dari The Avengers, menyelamatkan dunia dari berbagai ancaman, termasuk alien.
Setelah peristiwa di Leipzig, Parker menjalani lagi kehidupan normal sebagai siswa pada sekolah menengah atas di sekitar Queens, New York City, Amerika Serikat. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, Stark memberikan kostum Spider-Man canggih rancangannya kepada Parker. Stark menjanjikan, bakal memerlukan lagi kemampuan Parker pada kemudian hari.
Parker menantikan panggilan dari Stark, tetapi tak kunjung tiba. Guna bertindak proaktif, menindak setiap aksi kriminal jalanan sekitar kediamannya seperti penjambretan dan pencurian. Setiap kali beraksi, Parker selalu memamerkan kepada Happy melalui layanan obrolan teks dan pesan suara.
Nyaris bosan menindak kriminal jalanan, Parker memergoki kawanan perampok yang memakai topeng wajah anggota The Avengers sedang menjebol mesin ATM dengan memakai alat berteknologi mutakhir. Parker menyergap para perampok sembari menampakkan sikap tengil, belingsatan sembari menembakkan jaring. Dia terkejut ketika salah seorang perampok membalas serangan menggunakan senjata sinar plasma yang punya daya ledak tinggi.
Dampak ledakan memberi ruang bagi kawanan perampok untuk kabur. Parker tertantang mengungkap identitas kawanan perampok itu sekaligus menjadi kesempatan menunjukkan pembuktian kepada Stark bahwa kemampuannya bisa mengatasi ancaman tingkat tinggi.
Parker meminta bantuan kepada Ned Leeds (Jacob Batolon), temannya di SMA yang piawai dalam bidang komputer jaringan, agar mencopot alat pelacak pada kostum Spider-Man. Tanpa sengaja, mereka menemukan sistem aplikasi kecerdasan buatan yang terpasang pada kostum, kemudian meretas protokol pengamannya.
Kostum Spider-Man punya kecerdasan buatan menyerupai Jarvis pada Iron Man (saat belum berubah menjadi Ultron dan Vision). Parker memanggil kecerdasan buatan itu dengan nama Karen. Terbuai kecanggihan Karen, Parker bertindak gegabah, nyaris mencelakai banyak orang. Hal itu membuat Stark kecewa, meminta Parker mengembalikan kostum Spider-Man.
Kostum baru
Kendati demikian, Parker tetap berniat meringkus para penjahat yang punya senjata canggih. Upaya Parker berbuah hasil, menemukan Toomes sebagai dalang kekacauan di New York City. Mengoptimalkan kemampuan sejatinya, Parker berhasil mengalahkan Toomes dan beroleh apresiasi dari Stark.
Stark mengajak Parker ke markas baru The Avengers serta memberikan kostum baru Spider-Man dengan teknologi lebih canggih daripada yang sebelumnya. Stark pun telah menyiapkan acara jumpa pers, mengenalkan Spider-Man sebagai bagian dari The Avengers. Akan tetapi, Parker menolak secara halus pemberian Stark, memilih menumpas kriminal jalanan.
Film tersebut menandakan kepulangan Spider-Man ke Studio Marvel, walau masih berbagi lisensi dengan Sony Pictures. Garapan yang tersuguh apik memicu penasaran untuk menantikan lanjutan karakter Spider-Man berkiprah dalam lingkungan Marvel Cinematic Universe.
1 Feb 2026 | 191
Memahami profil tenaga pendidik berkualitas menjadi sangat krusial bagi calon mahasiswa di Jawa Barat tahun ini dalam menentukan institusi pendidikan tinggi yang mampu menjamin kompetensi ...
6 Cara Supaya Rumah Cukup Ramah untuk Anak Selama Social Distancing
4 Apr 2020 | 1718
Kebijakan social distancing mewajibkan seluruh kegiatan dikerjakan di rumah. Termasuk membuat rumah sebagai arena bermain untuk anak-anak. Untuk beberapa orangtua, memamerkan karya seni ...
SEO Lebih Optimal dengan Jasa Backlink dari RajaBacklink.com: Rahasia di Baliknya
26 Maret 2025 | 468
Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, strategi SEO yang tepat menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas website. Salah satu faktor penting dalam SEO adalah backlink, yang ...
Dampak Publikasi Media Sosial Instansi Pemerintah terhadap Partisipasi Publik
10 Apr 2025 | 327
Di era digital saat ini, publikasi media sosial instansi pemerintah memiliki peran yang semakin vital dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan semakin pesatnya ...
Latihan Soal TPA Logika S2 S3 untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran
2 Apr 2026 | 122
Latihan soal TPA logika S2 S3 merupakan bagian penting dalam proses persiapan menghadapi seleksi pascasarjana. Kemampuan logika menjadi salah satu indikator utama dalam menilai potensi ...
Cara Menghadapi Tantangan Internet Marketing 2026 dengan Tools Online Marketing
19 Des 2025 | 222
Memasuki tahun 2026, dunia internet marketing menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks dan kompetitif. Perkembangan teknologi yang pesat, perubahan algoritma mesin pencari, dan ...