rajatrafficNET
Keadaan yang Mungkin Terjadi Setelah Pencabutan Gigi

Keadaan yang Mungkin Terjadi Setelah Pencabutan Gigi

27 Jan 2020
93x
Ditulis oleh : Admin

Sudah kita ketahui bersama, gigi geligi mempunyai peranan penting bagi tubuh meliputi fungsi bicara (fonetik), fungsi penampilan (estetik), dan fungsi pengunyahan (mastikasi).

Coba perhatikan kondisi gigi yang sehat, tentunya akan tampak putih berseri, kecuali pada indvidu tertentu yang memiliki warna gigi berbeda, seperti kuning tua/gading, keabu-abuan, atau bahkan terdapat bercak-bercak putih pada permukaan giginya, bebas dari proses karies dan karang gigi, napas pun terasa segar.

Bila gigi geligi tidak pernah dibersihkan alias tidak pernah rnenggosok gigi sudah pasti lambat laun akan rusak dan akan sangat mengganggu.

Umumnya gangguan yang mengenai gigi geligi yang tidal pernah dirawat adalah karies/lubang gigi, peradangan gusi, bau mulut (halitosis), rasa sakit, atau rusaknya mahkota gigi dan meninggalkan sisa akar gigi yang pada akhirnya harus dicabut/lepas dengan sendirinya (tergantung kondisi). Keadaan-keadaan ini biasa menyerang pada individu-individu yang malas merawat gigi dan yang takut ke dokter gigi.

Terdapat banyak hal yang mungkin timbul setelah tindakan pencabutan gigi dan menjadi permasalahan tersendiri bagi seorang dokter gigi dan pasien. Kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat terjadi setelah tindakan pencabutan gigi, antara lain:          

  1. Timbul pembengkakan dan rasa sakit/demam, kadangkala sampai tidak bisa buka mulut / trismus. Hal ini dapat disebabkan oleh kesehatan mulut penderita yang buruk, misalnya banyak sekali karang gigi dan penumpukan sisa-sisa makanan, tidak makan obat yang diberikan dokter sesuai yang tertulis pada kertas resep, tidak mengindahkan saran-saran/petunjuk dokter.
  2. Timbul perdarahan yang tiada henti. Hal ini dapat disebabkan bekuan darah dimain-mainkan dengan lidah/benda lain/berkumur terlalu kuat/secara tidak sengaja tertusuk jenis makanan saat mengunyah, pecahnya pembuluh darah, ataupun adanya kelainan sistem pembekuan darah yang tidak diketahui sebelumnya.
  3. Luka bekas cabut susah sembuh. Ini dimungkinkan oleh kelainan sistemik penderita (penderita diabetes melitus) dan pada penderita yang pernah mendapat terapi radiasi di daerah leher dan kepala.
  4. Pada penderita-penderita penyakit keganasan, yang lazim disebut kanker tindakan pencabutan gigi harus dilakukan secara hati-hati dan senantiasa berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait. Hal ini guna menghindari pengaruh buruk dan sel-sel kanker itu sendiri.
  5. Pada pencabutan gigi bungsu sering kali timbul parestes/rasa baal terus-menerus, rasa kesemutan. Ini timbul karena gangguan sistem saraf oleh besarnya trauma yang didapat saat pencabutan dilakukan. Kondisi ini lambat laun akan hilang dengan sendirinya seiring penyembuhan luka cabut bergantung pada tingkat cedera pada sarafnya, namun pada individu tertentu dapat pula bersifat permanen/menetap.

Jadi, bagi siapa pun yang memerlukan tindakan pencabutan gigi hendaknya mempersiapkan kondisi sebaik mungkin sesuai prosedur di atas dan seantiasa menghilangkan rasa takut yang berlebihan.

Lakukanlah dengan segera tindakan pencabutan gigi bila kondisi gigi sudah tidak bisa dipertahankan lagi, jangan menunda-nunda waktu pencabutan karena focal infeksi/penebaran infeksi pun bisa dimulai dari gigi geligi sehingga keadaan yang lebih parah/fatal pun dapat segera dihindari.

Baca Juga:
Apa dan Bagaimana Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi

Apa dan Bagaimana Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi

Kesehatan      

14 Jan 2020 | 136


Hamil ektopik atau hamil di luar kandungan merupakan kehamilan yang letaknya di luar rongga rahim atau bukan di tempat yang sebenarnya. Kehamilan ini paling sering terjadi pada lokasi ...

Balai Kirti, Jejak Kemasyhuran Para Presiden RI Terekam Di Sini

Balai Kirti, Jejak Kemasyhuran Para Presiden RI Terekam Di Sini

Wisata      

3 Jan 2020 | 140


Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Itu barangkali salah satu kutipan populer dari Bung Karno, presiden pertama RI, yang kontekstual dengan kelahiran Balai Kirti. Museum tiga lantai di ...

Memindahkan Perasaan Cemas pada diri Anak

Memindahkan Perasaan Cemas pada diri Anak

Tips      

11 Jan 2020 | 101


Tidak semua orangtua cukup peduli terhadap perkembangan moral anak yang berkaitan dengan integritas diri anak. Namun, yang harus dipahami oleh seluruh orangtua bahwa setiap anak itu ...

Pesona Wisata di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Pesona Wisata di Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Wisata      

18 Des 2019 | 70


Jangan hanya berkunjung ke Gedung Perundingan Linggarjati yang menjadi andalan wisata budaya di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Provinsi ...

Tren diet, Datang dan Pergi

Tren diet, Datang dan Pergi

Kesehatan      

28 Des 2019 | 88


Bertahun-tahun mencoba segala jenis tips diet, tapi bentuk tubuh belum sesuai keinginan. Pernahkah mengalaminya? Ternyata, penyebab kegagalan itu salah satunya adalah karena mengikuti ...

Ohso Marko Travel Toothbrush, Sikat Gigi untuk Bepergian Menunjang Fungsi dan Pemakaian

Ohso Marko Travel Toothbrush, Sikat Gigi untuk Bepergian Menunjang Fungsi dan Pemakaian

Pengetahuan      

23 Des 2019 | 23


Desain yang fungsional memang biasanya sangat memperhatikan fungsi dari suatu alat. Selain itu, desain biasanya memperhatikan aspek-aspek bagaimana peralatan itu dipakai sehingga dibuatlah ...