
Kalau kita sering membaca atau melihat berita, di negara-negara barat acapkali mengkampanyekan tentang kebebasan. Kebebasan dalam berbicara, bersikap, dan segala aspek dalam kehidupan manusia. Harapannya agar mereka lebih dekat dengan kebahagaiaan.
Tetapi kenyataannya, banyak dari mereka malah masih merasakan kekosongan dalam hidupnya, sangat jauh dari perasaan bahagia dan juga rasa tentram.
Bahkan salah satu penyair mereka mengatakan “ Bukan kegelapan di hatiku tapi itu adalah kekosongan, dan aku masih menunggu mentari.”
Dalam dunia psikologi, perasaan kosong dan hampa merupakan kondisi terkait perasaan dimana seseorang tidak bisa merasakan senang dan bahagia, harapan, kepuasan, atau keinginan terhadap sesuatu dalam kehidupan.
Kondisi seseorang yang mengalami hal tersebut juga akan mengalami penuruan motivasi. Tidak hanya menghilangkan dorongan untuk hidup, kondisi hampa ini juga akan menghilangkan kesenangan dalam menjalani keseharian. Perasaan kosong dan hampa sering dikaitkan dengan kondisi keputusasaan, gangguan suasana hati dan rasa kesepian.
Sebagai seorang muslim kita tentu saja harus tahu bahwa tujuan kita diciptakan di dunia ini adalah bukan untuk bermain-main, melainkan adalah untuk beribadah kepada Allah.
Dari pengibadahaan kepada Allah adalah fitrah yang telah Allah tanamkan pada diri setiap manusia, baik muslim maupun kfir.
Dalam hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mengatakan : Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Sesungguhnya Aku menciptakan para hamba-Ku semua dalam keadaan hanif (lurus dan senderung pada kebenaran) dan sungguh (kemudian) para syaitan mendatangi mereka lalu memalingkan mereka dari agama mereka”. (HR Muslim. No. 2865)
Maka ketika seseorang berpaling dari fitrahnya, aka nada suatu celah yang tidak terisi pada dirinya. Jiwanya meronta, mencari, berusaha memahami apa yang salah di hatinya. Kehidupan pun terasa sempit baginya.
Untuk itulah penting untuk selalu menjaga hati yang selalu sehat, karena hati yang sehat akan senantiasa mengingatkan pemiliknya sehingga ia bisa tenang dan tentram bersama Tuhan, Dzat yang disembahnya. Dan kala itu ia pun bisa mengendalikan ruh kehidupannya, merasakan nikmatnya dan ia selanjutnya akan memiliki kehidupan yang lain dari kehidupan orang-orang yang lalai dan berpaling dari masalah ini.
Yang karenanya ia diciptakan, surge dan neraka dijadikan, dan para Rasul diutus serta kitab-kitab diturunkan. Dan seandainya tidak ada sesuatu balasan apa pun bagi manusia kecuali keberadaan hati yang sehat maka cukuplah hal itu sebagai balasan, dan cukuplah dengan kehilangannya sebagai sesuatu penyesalan dan siksaan.
Optimalkan Website Anda: Cara Meningkatkan Peringkat Google Menggunakan Jasa Backlink Profesional
24 Maret 2025 | 210
Dalam dunia digital yang semakin kompetitif, memiliki website yang optimal bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan ...
Pengertian Polis Asuransi, Cara Kerja dan Manfaatnya
24 Agu 2024 | 1052
Polis asuransi adalah dokumen resmi yang menerangkan kesepakatan antara pemegang polis dan perusahaan asuransi. Dokumen ini menjelaskan jenis perlindungan yang diberikan, premi yang harus ...
Apakah Bimbel STAN Itu Penting? Simak Keuntungannya!
28 Maret 2025 | 391
Keinginan untuk menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan impian banyak siswa di Indonesia. STAN dikenal sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga ...
Cara Membangun Otoritas Domain untuk Menghadapi Persaingan Digital 2026
13 Jan 2026 | 96
Otoritas domain merupakan aset digital yang sangat berharga di era internet marketing 2026. Website dengan otoritas tinggi cenderung lebih tahan terhadap perubahan algoritma dan tekanan ...
11 Jun 2025 | 391
Profil Rokhmat Ardiyan (Gerindra) Daerah Pemilihan Jawa Barat X merupakan salah satu hal yang menarik untuk diperbincangkan, terutama bagi masyarakat yang peduli terhadap perkembangan ...
16 Jun 2020 | 2226
Seiring dengan waktu penuaan akan terjadi pada setiap individu, penuaan adalah salah satu ketakutan yang paling umum terjadi dan pasti dimiliki seseorang. Umumnya yang paling takut ...