rajatraffic
Menilik Sarapan Dalam Peradaban Manusia

Menilik Sarapan Dalam Peradaban Manusia

11 Jan 2020
81x
Ditulis oleh : Admin

Kebiasaan sarapan pada pagi hari sangat dipengaruhi konteks sosial budaya dan ekonomi suatu masyarakat. Sepanjang peradaban manusia di Eropa, sarapan baru dikenal luas sebagai kebiasaan yang umum baru sejak zaman revolusi industri. Sebelum itu, sarapan tidak terlalu dikenal sebagai kebiasaan wajib sebelum memulai aktivitas di pagi hari.

Contohnya, bangsa Romawi tidak mengenal sarapan. Menurut sejarawan kuliner, Caroline Yeldham, mereka hanya makan sekali pada siang hari. Dengan cara itu, bangsa Romawi percaya bahwa tubuhnya menjadi lebih sehat. Selain itu, ada juga perasaan tabu bahwa makan lebih dari sekali sehari itu tergolong kerakusan yang dilarang agama. Hal ini menjadi gaya hidup cukup lama setelah itu.

Kebiasaan sarapan itu susah ditemui pada Abad Pertengahan. Setiap keluarga hampir tidak memiliki makanan di pagi hari. Diduga karena itulah muncul istilah breakfast dalam kosakata bahasa Inggris, yang berarti break the night’s fast atau berbuka puasa ynag berlangsung semalaman.

Koki asal Inggris, Clarissa Dickson Wright berpendapat bahwa kebiasaan sarapan mulai banyak ditemukan pada abad ke-17. Setelah restorasi Charles II, Kerajaan Inggris mulai punya ruangan khusus sarapan yang kemudian ditiru oleh para keluarga bangsawan. Jenis makanan yang paling banyak disajikan di saat sarapan, yaitu telur dadar yang dinikmati sembari menyeduh kopi atau teh.

Jenis penganan yang disajikan saat sarapan kian bervariasi setelah muncul tren berburu di kalangan keluarga kerajaan dan bangsawan. Biasanya, kegiatan berburu ini bisa berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Sebelum melakukan kegiatan itu di pagi hari, para bangsawan sarapan terlebih dahulu dengan menu yang jauh lebih bervariasi. Di kalangan tentara, kebiasaan sarapan mulai diwajibkan setelah abad ke-18. Untuk menjaga kondisi tubuh pasukan agar tetap prima, raja mewajibkan tentara agar makan tiga kali sehari.

 

Revolusi Industri

Kebiasaan sarapan dipercaya makin populer dan bahkan menjadi gaya hidup setelah revolusi industri di Inggris pada pertengahan abad ke-19. Revolusi industri memicu berdirinya pabrik-pabrik dan menyeret sebagian besar umat manusia untuk menjadi buruh di pabrik-pabrik tersebut. Dengan jam kerja yang dimulai pukul 5 pagi dan berakhir pukul 8 malam, sarapan menjadi sangat vital bagi para buruh. Oleh karena itu, kebiasaan sarapan saat itu berlangsung pada pukul 3 atau 4 pagi sebelum para buruh itu berangkat kerja ke pabrik.

Beberapa jenis makanan yang sering disajikan dalam sarapan saat itu antara lain roti, daging sapi tua (mutton), sup, dan bir. Walau bekerja siang-malam, para buruh saat itu tidak mampu membeli daging sapi berkualitas baik atau teh. Saat itu, harga teh di Inggris lebih mahal dibandingkan dengan bir. Oleh karena itu, bir lebih banyak disajikan saat sarapan, termasuk sarapan untuk anak-anak.

Disiplin kerja ala pabrik yang lahir pada peradaban industri membentuk kebiasaan sarapan seperti yang kita lakukan saat ini. Hingga kini, ungkapan untuk memulai sarapan sebelum memulai aktivitas masih berlaku dan diterima di mana pun. Dengan alasan menjaga kesehatan dan menambah produktivitas, hampir semua orang memiliki kebiasaan sarapan.

Baca Juga:
Tamansari Ngayogyakarta dan Sumur Gumuling, Tempat Wisata Bersejarah di Kota Yogyakarta

Tamansari Ngayogyakarta dan Sumur Gumuling, Tempat Wisata Bersejarah di Kota Yogyakarta

Wisata      

20 Jan 2020 | 91


Tamansari adalah salah satu bangunan bersejarah di kompleks Keraton Yogyakarta yang mempunyai arti "taman yang indah". Tamansari didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Bowono I secara ...

Lembang Park and Zoo Tak Sekadar Kebun Binatang Biasa

Lembang Park and Zoo Tak Sekadar Kebun Binatang Biasa

Wisata      

13 Jan 2020 | 87


Lembang Park and Zoo berada di sebuah lahan seluas 20 hektare di suasana sejuknya pegunungan area Kabupaten Bandung Barat di bagian Utara. Untuk datang ke lokasi ini Anda akan menempuh ...

Kisah Panjang Sang Penerang Gantung (Chandelier)

Kisah Panjang Sang Penerang Gantung (Chandelier)

Pengetahuan      

5 Jan 2020 | 82


Chandelier atau lampu gantung memiliki sejarah yang cukup panjang. Lampu jenis ini telah melewati proses evolusi dari semula berbahan dasar kayu hingga kristal. Dikutip dari laman ...

4 Tips Memaksimalkan Setiap Jengkal Rumah Kita

4 Tips Memaksimalkan Setiap Jengkal Rumah Kita

Tips      

8 Jan 2020 | 98


Tangga yang multifungsi memang bermanfaat untuk menciptakan ruang baru untuk penyimpanan barang. Namun, ternyata bukan hanya untuk penyimpanan, tetapi struktur di bawah tangga juga ...

Rahasia Tetap Awet Muda Inneke Koesherawati di Usia hampir 45 Tahun

Rahasia Tetap Awet Muda Inneke Koesherawati di Usia hampir 45 Tahun

Kecantikan      

8 Jan 2020 | 87


Meski berpenampilan simpel dan soft, baik dalam hal busana, hijab hingga make up aura kecantikan Inneke Koesherawati selalu terpancar kuat. Hati yang cantik akan memancarkan kecantikan ke ...

Kapan Manusia Mulai Minum Susu Dari Binatang, Inilah Sejarahnya

Kapan Manusia Mulai Minum Susu Dari Binatang, Inilah Sejarahnya

Pengetahuan      

14 Des 2019 | 134


Pakar arkeologi dan ahli genetika baru-baru ini coba memberikan jawaban atas pertanyaan Kapan manusia mulai minum susu dari binatang, terutama sapi? Para ahli menyebutkan bahwa minum ...