hijab
Menilik Sarapan Dalam Peradaban Manusia

Menilik Sarapan Dalam Peradaban Manusia

11 Jan 2020
919x
Ditulis oleh : Admin

Kebiasaan sarapan pada pagi hari sangat dipengaruhi konteks sosial budaya dan ekonomi suatu masyarakat. Sepanjang peradaban manusia di Eropa, sarapan baru dikenal luas sebagai kebiasaan yang umum baru sejak zaman revolusi industri. Sebelum itu, sarapan tidak terlalu dikenal sebagai kebiasaan wajib sebelum memulai aktivitas di pagi hari.

Contohnya, bangsa Romawi tidak mengenal sarapan. Menurut sejarawan kuliner, Caroline Yeldham, mereka hanya makan sekali pada siang hari. Dengan cara itu, bangsa Romawi percaya bahwa tubuhnya menjadi lebih sehat. Selain itu, ada juga perasaan tabu bahwa makan lebih dari sekali sehari itu tergolong kerakusan yang dilarang agama. Hal ini menjadi gaya hidup cukup lama setelah itu.

Kebiasaan sarapan itu susah ditemui pada Abad Pertengahan. Setiap keluarga hampir tidak memiliki makanan di pagi hari. Diduga karena itulah muncul istilah breakfast dalam kosakata bahasa Inggris, yang berarti break the night’s fast atau berbuka puasa ynag berlangsung semalaman.

Koki asal Inggris, Clarissa Dickson Wright berpendapat bahwa kebiasaan sarapan mulai banyak ditemukan pada abad ke-17. Setelah restorasi Charles II, Kerajaan Inggris mulai punya ruangan khusus sarapan yang kemudian ditiru oleh para keluarga bangsawan. Jenis makanan yang paling banyak disajikan di saat sarapan, yaitu telur dadar yang dinikmati sembari menyeduh kopi atau teh.

Jenis penganan yang disajikan saat sarapan kian bervariasi setelah muncul tren berburu di kalangan keluarga kerajaan dan bangsawan. Biasanya, kegiatan berburu ini bisa berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Sebelum melakukan kegiatan itu di pagi hari, para bangsawan sarapan terlebih dahulu dengan menu yang jauh lebih bervariasi. Di kalangan tentara, kebiasaan sarapan mulai diwajibkan setelah abad ke-18. Untuk menjaga kondisi tubuh pasukan agar tetap prima, raja mewajibkan tentara agar makan tiga kali sehari.

 

Revolusi Industri

Kebiasaan sarapan dipercaya makin populer dan bahkan menjadi gaya hidup setelah revolusi industri di Inggris pada pertengahan abad ke-19. Revolusi industri memicu berdirinya pabrik-pabrik dan menyeret sebagian besar umat manusia untuk menjadi buruh di pabrik-pabrik tersebut. Dengan jam kerja yang dimulai pukul 5 pagi dan berakhir pukul 8 malam, sarapan menjadi sangat vital bagi para buruh. Oleh karena itu, kebiasaan sarapan saat itu berlangsung pada pukul 3 atau 4 pagi sebelum para buruh itu berangkat kerja ke pabrik.

Beberapa jenis makanan yang sering disajikan dalam sarapan saat itu antara lain roti, daging sapi tua (mutton), sup, dan bir. Walau bekerja siang-malam, para buruh saat itu tidak mampu membeli daging sapi berkualitas baik atau teh. Saat itu, harga teh di Inggris lebih mahal dibandingkan dengan bir. Oleh karena itu, bir lebih banyak disajikan saat sarapan, termasuk sarapan untuk anak-anak.

Disiplin kerja ala pabrik yang lahir pada peradaban industri membentuk kebiasaan sarapan seperti yang kita lakukan saat ini. Hingga kini, ungkapan untuk memulai sarapan sebelum memulai aktivitas masih berlaku dan diterima di mana pun. Dengan alasan menjaga kesehatan dan menambah produktivitas, hampir semua orang memiliki kebiasaan sarapan.

Berita Terkait
Baca Juga:
Inilah Tanaman Obat yang Wajib Ada di Rumah

Inilah Tanaman Obat yang Wajib Ada di Rumah

Herbal      

5 Jun 2020 | 649


Apabila melihat orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, bisa jadi hanya segelintir orang yang mempunyai kebun atau lahan khusus untuk tanaman obat-obatan. Sangat berbeda dengan orang ...

Manfaatkan Jasa Psikotes Online Terbaik Hanya Di NS Development

Manfaatkan Jasa Psikotes Online Terbaik Hanya Di NS Development

Teknologi      

28 Apr 2022 | 251


Manfaatkan jasa priskotes online terbaik hanya di NS Development dengan harga ekonomis dan bisa anda lakukan kapan saja dan juga bisa dari mana saja selama anda terhubung dengan internet. ...

Masjid Al-Maksum, Pesona Abad ke-19 dari Peninggalan Kerajaan Islam Melayu Deli

Masjid Al-Maksum, Pesona Abad ke-19 dari Peninggalan Kerajaan Islam Melayu Deli

Wisata      

18 Jan 2020 | 1357


Masjid Raya Al-Maksum atau dikenal dengan Masjid Raya Medan terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan, masih satu kawasan dengan Istana Maimun. Pada awalnya Masjid Raya Al-Maksum dirancang ...

5 Manfaat Buah Jambu Biji yang Jarang Disadari, Bisa Cegah Covid-19 Salah Satunya

5 Manfaat Buah Jambu Biji yang Jarang Disadari, Bisa Cegah Covid-19 Salah Satunya

Kesehatan      

15 Apr 2020 | 751


Memelihara kesehatan tubuh tidak cuma dapat dilakukan dengan teratur melakukan olahraga dan mengaplikasikan pola hidup sehat, tetapi pula mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Di waktu ...

Buat Sendiri Dekorasi Rumah dengan Interior Monokrom

Buat Sendiri Dekorasi Rumah dengan Interior Monokrom

Pengetahuan      

23 Des 2019 | 842


Tidak perlu mahal untuk mendekorasi rumah sendiri. Kuncinya ada di kreativitas. Misalnya, untuk membuat rumah berkonsep monokrom, kita bisa banyak mendaur ulang barang lama agar serasa ...

Mau Jadi Reseller Baju Muslim yang Terlengkap dan Murah

Mau Jadi Reseller Baju Muslim yang Terlengkap dan Murah

Tips      

26 Mei 2021 | 529


Saat ini toko busana muslim sudah banyak dimana-mana dan yang memakai busana muslim tidak hanya diminati oleh orang dewasa saja, tetapi remaja, anak-anak juga banyak yang mengenakan busana ...