
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mensinyalir, bila haji diselenggarakan, akan terdapat sejumlah pembatasan ketat terhadap sejumlah prosesi ibadah.
Meskipun hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian jumlah kuota jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1442 H /2021 M, namun pihaknya meminta untuk calon jemaah maupun petugas bersiap menghadapi hal tersebut.
Hal itu diungkapkan pria yang akrab disapa Gus Menteri itu kala hadir dalam Rapat Koordinasi dengan komisi VIII DPR terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji. “Dampak dari penerapan prokes ketat adalah adanya sejumlah pembatasan bagi jemaah dalam menjalani ibadah,” kata Menag melalui keterangan tertulis di kemenag.go.id (1/5/2021).
Lebih lanjut dijelaskan, jika berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, di mana pada umrah terdapat pembatasan di antaranya larangan salat di Hijr Ismail dan memanjatkan doa di sekitar Multazam. Selain itu, penataan shaf saat menjalankan ibadah salat juga diatur berjarak.
“Ada juga pembatasan untuk salat jemaah, baik di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,” ungkap Menag.
Pembatasan ini, lanjut Menag, diperkirakan juga akan diterapkan pada prosesi pelaksanaan ibadah saat puncak haji. Baik itu di Arafah, Muzdalifah, Mina, dan saat lontar jumrah serta termasuk juga pelaksanaan umrah wajib dan thawaf ifadlah.
“Semua harus dilaksanakan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” imbuh Menag.
Bukan hanya itu, pembatasan masa tinggal menurut Menag juga akan berdampak pada pelaksanaan sejumlah ibadah sunah. Salah satunya adalah penyelenggaraan arba’in atau salat berjemaah 40 waktu di Masjid Nabawi. Saat berada di Madinah, hanya diperkenankan tinggal selama tiga hari saja. Karena itu, mengingat waktu yang cukup singkat, maka tentunya dipastikan para jemaah tidak bisa menjalankan ibadah arbain.
“Untuk itu, saat ini Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) akan menerbitkan buku ‘Manasik Haji di Masa Pandemi’. “Buku ini sekarang dalam proses finalisasi dan diharapkan bisa segera dicetak untuk dijadikan panduan jemaah haji,” tutur Menag.
Selain mensinyalir terdapat pembatasan, menteri juga menyampaikan, jika pemerintah terus menyiapkan berbagai skenario, termasuk bila jatah pemberangkatan jemaah yang diperoleh hanya 1,8 persen dari kuota normal atau sekitar 3.660 orang saja.
“Skema kuota 1,8 persen dari kuota normal (221.000), mengacu pada informasi mengenai kemungkinan besaran kuota haji untuk jemaah dari luar Saudi sebanyak 45.000 dari besaran jumlah jemaah haji setiap tahunnya yang berkisar sebanyak 2,5 juta jemaah baik dari dalam negeri Arab Saudi maupun dari luar Arab Saudi,” kata Menag.
Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi VIII Yandri Susanto ini, Menag juga menyampaikan, jika penyiapan layanan haji masih belum sepenuhnya difinalisasi meskipun persiapan di dalam negeri telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
Berbagai persiapan tersebut misalnya seperti kontrak penerbangan, penyiapan dokumen perjalanan, pelaksanaan bimbingan manasik, penyiapan petugas.
Berbagai persiapan tersebut kemudian baru bisa terfinalisasi bilamana besaran kuota haji secara resmi telah disampaikan pemerintah Arab Saudi terhadap pemerintah Indonesia. (hajinews)
Andre Rosiade: Sosok Tegas dan Lugas yang Bikin Sumbar Lebih Didengar di Senayan
7 Jun 2025 | 512
Profil Andre Rosiade (Partai Gerindra) Daerah Pemilihan Sumatera Barat I adalah salah satu topik menarik untuk dibahas. Sebagai seorang politisi muda yang aktif di dunia politik, Andre ...
Gaya Hidup Vegetarian Lebih Sehat? Ini Faktanya
5 Jun 2020 | 1652
Penasaran dengan tren pola makan yang menganggap vegetarian lebih sehat? Tren menjadi vegetarian saat ini memang banyak digemari dengan alasan diet dan kesehatan. Lantaran bahan makanan ...
6 Jan 2026 | 94
Dewasa ini banyak lulusan sekolah menengah mencari informasi mengenai program Digital Bisnis S1 guna menjawab tantangan ekonomi kreatif yang sangat dinamis saat ini. Memahami rincian ...
Kiprah PAFI dalam Membangun Sinergi untuk Kesehatan Masyarakat
5 Jul 2024 | 780
Cabang PAFI Kota Sentani berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam bidang farmasi di daerah Sentani memalui berbagai program dan kegiatan yang inovatif dan bermanfaat melalui ...
Cetak Stiker Bandung, Fasilitas Lengkap dan Proses Cepat
12 Nov 2025 | 172
Dalam dunia bisnis modern, kemasan dan tampilan produk memegang peran penting. Tidak hanya sekadar pelindung barang, kemasan kini juga menjadi media komunikasi visual yang merepersentasikan ...
Komunitas Vegetarian Menggunakan Uang Endorse Untuk Amal
14 Jun 2024 | 696
Komunitas vegetarian kini semakin aktif dalam memanfaatkan uang endorse untuk kegiatan amal. Seiring dengan tren gaya hidup sehat dan peduli lingkungan, komunitas vegetarian semakin dikenal ...