5 Hal Penting yang Harus Jadi Perhatian Sebelum Memberikan Obat Kepada Anak
Oleh Admin, 6 Jan 2020
Obat, sesuai namanya, adalah sesuatu yang digunakan untuk mengobati. Akan tetapi, ada syarat penggunaannya, yaitu indikasi yang sesuai dengan kandungan obat, dosis yang digunakan, serta durasi mengonsumsinya.
Namun, ada saja orangtua atau orang dewasa yang memberikan obat tanpa mengikuti syaratnya. Tanpa indikasi kuat, orangtua dengan mudahnya memberikan obat. Misalnya, ketika anak baru beraktivitas lebih dari biasanya, orangtua lalu buru-buru memberikan obat penurunan panas untuk mencegah demam.
Ada pula yang segera memberikan obat batuk, meskipun suara batuk itu baru terdengar beberapa kali. Apalagi, orangtua pun tidak mengetahui pasti jenis batuknya karena tanpa pemeriksaan lebih dulu ke dokter.
Sebelum mengonsumsi obat, terutama yang dibeli tanpa resep dokter, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut ini 5 hal penting yang harus jadi perhatian sebelum memberikan obat kepada anak.
Setiap kemasan obat memiliki lingkaran dengan aneka warna. Setidaknya, ada tiga warna yang sering kita lihat. Pertama, lingkaran berwarna hijau yang bermakna obat bebas sehingga cukup aman digunakan meski tanpa resep dokter. Lingkaran biru bermakna obat bebas terbatas. Lingkaran merah dengan huruf K di tengah bermakna obat keras sehingga perlu lebih waspada menggunakannya dan sebaiknya dengan resep dokter.
Perhatikan petunjuk pemakaian yang juga tertera di kemasan atau dalam selembar kertas. Petunjuk pemakaian itu meliputi dosis yang disesuaikan dengan usia serta frekuensi pemakaian.
Perhatikan bagian indikasi yang menjelaskan jenis penyakit apa saja yang cocok dengan obat itu. Perhatikan juga bagian kontraindikasi yang mencantumkan dalam kondisi seperti apa obat itu tidak boleh digunakan. Misalnya, dalam kemasan imunisasi disebutkan kontraindikasi bila anak panas atau sakit.
Perhatikan juga bagian efek samping sehingga bisa mengantisipasi sebelum mengonsumsi obat.
Catatan dalam kemasan biasanya juga menyebutkan kalimat bahwa bila gejala berlanjut atau bila timbul efek samping maka harus segera menghubungi dokter. Hal itu sebaiknya dilakukan, jangan malah diteruskan atau mengganti-ganti lagi dengan obat lain yang juga tanpa resep. Perusahaan pembuat obat mencantumkan itu karena mereka tidak ingin mengambil risiko sehingga sebaiknya semua petunjuk dibaca secara menyeluruh.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya