
Dalam dunia pemasaran digital, remarketing dan retargeting seringkali digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Meskipun serupa dalam konsepnya, kedua metode ini memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda. Untuk memaksimalkan strategi pemasaran online, penting bagi para profesional pemasaran untuk memahami perbedaan antara remarketing dan retargeting.
Pertama-tama, mari kita mulai dengan memahami apa itu remarketing. Remarketing adalah strategi pemasaran yang mengirimkan iklan kepada pengguna yang sebelumnya telah mengunjungi website perusahaan tetapi kemudian pergi tanpa melakukan transaksi. Dengan mengumpulkan data pengunjung, perusahaan dapat menargetkan iklan kepada mereka ketika mereka melakukan aktivitas online berikutnya, seperti membuka media sosial atau mengunjungi situs web lain.
Di sisi lain, retargeting adalah proses menampilkan iklan kepada pengguna berdasarkan perilaku mereka di luar situs web perusahaan. Ini berarti iklan ditampilkan kepada pengguna berdasarkan aktivitas online mereka secara umum, bukan hanya kunjungan ke situs web perusahaan. Ini mencakup penggunaan cookie dan data pengguna lainnya untuk menampilkan iklan kepada mereka saat mereka melakukan perjalanan online mereka.
Perbedaan utama antara kedua metode ini adalah fokusnya. Remarketing lebih fokus pada pengunjung situs web perusahaan yang sebelumnya meninggalkan situs web tanpa bertransaksi, sementara retargeting lebih fokus pada menargetkan pengguna berdasarkan perilaku online mereka secara luas di luar situs web perusahaan.
Selain itu, bentuk iklan yang digunakan dalam kedua strategi ini juga dapat berbeda. Remarketing cenderung menggunakan iklan berbasis teks atau gambar yang relevan dengan produk atau halaman spesifik yang telah dilihat pengguna sebelumnya. Di sisi lain, retargeting seringkali menggunakan iklan berbasis konten yang menarik perhatian pengguna berdasarkan minat dan perilaku online mereka.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan antara remarketing dan retargeting, para profesional pemasaran dapat mengoptimalkan strategi mereka sesuai dengan tujuan dan preferensi mereka. Memahami perbedaan antara kedua metode ini juga dapat membantu perusahaan untuk memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan pemasaran mereka dan mencapai tujuan pemasaran secara efektif.
Kursus Kreatif: Meningkatkan Cita Rasa Musik Anak Melalui Les Musik
9 Jun 2025 | 383
Dalam era di mana kreativitas dan keterampilan seni semakin dihargai, les musik untuk anak menjadi salah satu pilihan yang sangat populer bagi para orang tua. Tidak hanya sebagai sarana ...
Cek Disini Saja, Cara Beli Mobil Bekas untuk Pemula
27 Jul 2022 | 1230
Zaman sudah semakin canggih dan semua aktivitas sudah bisa dilakukan secara online, berbagai kesibukan sangat padat dan semua tentunya harus ditunjang dengan adanya sarana transportasi. ...
Menyiapkan Strategi Pemasaran Digital 2026 yang Siap Menghadapi Algoritma Pencarian Visual
26 Des 2025 | 32
Memasuki tahun 2026, lanskap pemasaran digital menghadapi perubahan besar akibat kehadiran algoritma pencarian visual yang semakin berkembang. Teknologi ini telah mengubah cara konsumen ...
Partai NasDem dan Inisiatif Sosial: Membangun Komunitas yang Berdaya
28 Apr 2025 | 502
Partai NasDem telah menjadi salah satu kekuatan politik yang semakin diperhitungkan di Indonesia. Di balik misi politiknya, Partai NasDem juga memiliki komitmen kuat dalam menciptakan ...
MEGA TERORIS BINAAN KONGLOMERASI 9NAGA
22 Jun 2022 | 1290
Dari 530.000 Senjata AK47 dan Ratusan Bom Berdaya Ledak Tinggi, Hanya Terbongkar Sebagian Kecil di Jl Asia Afrika Bandung. Lagi² Polri dan pemerintah RI tutup-tutupi ...
Menghadapi Ancaman Reputasi di Era Media Sosial
24 Apr 2025 | 344
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi alat yang sangat penting bagi bisnis dalam menjangkau pelanggan. Namun, di balik manfaatnya yang besar, terdapat juga ancaman serius ...