Krav Maga, Bela Diri ala Tentara Israel Bisa untuk Kebugaran
Oleh Admin, 6 Jan 2020
Sekilas gerakan bela diri itu mirip dengan bela diri lainnya. Namun, jika diperhatikan, ada bagian-bagian tubuh tertentu yang lebih jadi sasaran, yakni kepala dan leher. Ilmu bela diri itu ialah krav maga. Penciptanya Imi Lichtenfeld, pria kelahiran 1910 di Budapest, Hongaria, yang kemudian menjadi juara tinju, gulat, dan senam.
Pada akhir era 40-an, Lichtenfeld bersama keluarga mengungsi ke Israel. Di tanah itulah ia menggabungkan berbagai keahlian bela dirinya di bawah nama krav maga dan mengajarkannya kepada para tentara.
Dari Israel, bela diri itu menyebar ke seluruh dunia dan menjadi bagian dari latihan fitnes. Latihan krav maga banyak dipadukan dengan latihan pembentukan otot lengan dan kaki.
Meski hanya mengandalkan tubuh, krav maga dapat menghasilkan serangan yang besar karena dipadukan dengan pengetahuan titik lemah tubuh. Secara umum titik-titik lemah tubuh ada di setiap jarak satu jengkal yang dimulai dari puncak kepala.
Titik lemahnya selisih satu jengkal. Mulai puncak kepala, dagu, hidung, leher, hingga belakang lutut. Selain itu, serangan juga dapat diarahkan ke mata, selangkangan, atau dengan berusaha membenturkan kepala lawan. Selain sasaran, kunci serangan lainnya ialah gerakan yang cepat.
Tangkisan atau serangan dilakukan cepat agar lawan terkejut. Saat lawan terkejut itulah, peluang menyerang menjadi lebih besar. Sebab, lawan tidak sempat menyiapkan ancang-ancang.
Ada tiga teknik dasar dalam krav maga yang dapat menjadi perlindungan diri yang cukup efektif. Tiga teknik dasar itu ialah gerakan jika dicekik dari depan, jika ditodong pisau, dan jika diserang dalam kondisi terjatuh.
Jika seseorang sedang dicekik dari depan, korban bisa menggunakan kedua sikut untuk melepaskan cekikan. Setelah itu, gunakan kekuatan lengan untuk menyerang leher penyerang dan mendorong kepala penyerang ke bawah untuk dirobohkan. Setelah itu, barulah gunakan kedua tangan untuk memukul tiga sampai empat kali kepala belakang penyerang. Lalu korban bisa langsung lari meninggalkan penyerang.
Jika ditodong pisau dari belakang, Anda bisa melakukan setengah putaran badan untuk menghadap ke penyerang. Setelah itu, incar bagian leher penyerang dan pukul dengan kekuatan lengan. Setelah itu, gunakan teknik memelintir pergelangan tangan untuk melepaskan pisau dari tangan penyerang. Jika pisau sudah terlepas, hantam dada dan perut penyerang dengan lutut.
Selain kedua teknik tersebut, ada juga teknik ketika korban terjatuh dan hendak dicekik penyerang. Dalam keadaan tersebut, korban harus berusaha memasukkan kedua tangan ke celah cekikan yang dilakukan penyerang.
Saa itu juga, gunakan kekuatan kedua tangan untuk merentangkan cekikan sehingga tangan penyerang menjadi dalam posisi melebar. Selanjutnya, pukul dagu penyerang dengan pergelangan tangan. Setelah itu, baru gunakan paha dan lutut untuk menyerang bagian alat vital penyerang.
Pada dasarnya krav maga berkembang dengan mengekplorasi semua refleks alami. Dengan begitu setiap orang dapat mengembangkan teknik krav maga sendiri.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya