Sensasi Meriah Nasi Pedas, Legenda Kuliner Bali

Oleh Admin, 20 Des 2019
Nama nasi pedas, sebuah kedai sederhana di Kuta, Bali, begitu melekat di ingatan mereka yang pernah singgah ke sana. Nasi Pedas Ibu Andika rasanya sudah melegenda sehingga bagi penggemar rasa pedas seolah wajib mampir untuk mencicipi hidangannya.

Berdiri sejak 1990-an, kedai itu menyediakan masakan rumahan yang tidak asing bagi masyarakat. Aneka lauk terdiri atas daging dan sayuran yang digoreng, dibakar, atau ditumis menjadi pelengkap makan besar dengan nasi di atas piring.

Yang membuatnya beda adalah sambal buatan Ibu Andika yang dikenal pedas, mantap luar biasa. Keringat bisa bercucuran saat menyuap dan mengunyah aneka menunya.

Sebelum tren kuliner pedas booming beberapa tahun terakhir, Nasi Pedas Ibu Andika sudah lebih dulu tampil menyajikan menu masakan yang membara di rongga mulut.

Dalam khazanah kuliner, sepertinya orang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pencinta pedas dan tidak pedas.

Bagi pencinta rasa pedas, acara makan terasa hambar tanpa kehadiran sambal. Kabar baiknya, orang Indonesia dikenal kuat dan tahan dengan rasa pedas. Tak heran, banyak kuliner nusantara yang dikenal karena rasa pedasnya.

Bisa jadi setiap daerah dan pulau di Indonesia memiliki sambal khas masing-masing. Di Bali terkenal dengan sambal matahnya atau Nusa Tenggara Timur dengan sambal luat. Dari ranah Minang ada sambal balado serta Manado dengan sambal rica-rica dan dabu-dabu. Jangan lupakan cuko pempek dari Palembang.

Sajian masakan tradisional Tatar Sunda juga kerap menggoyang lidah dengan salah satu andalannya, sambal goang khas Tasikmalaya.

Rasa pedas dan keberadaan sambal nyaris sulit dipisahkan dari kuliner tanah air. Sama sulitnya memisahkan warga Indonesia dengan nasi di setiap waktu makan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © TigaPagi.com
All rights reserved