Memaafkan itu Berat, Tapi Jadilah Orang Pertama yang Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Oleh Admin, 22 Maret 2022
Setiap manusia pasti punya kesalahan kepada sesamanya, baik yang disengaja atau tidak disengaja. Intinya tiap manusia berbuat salah dan dosa. Sebab kesalahan itu tempatnya ada di manusia. Memafkan itu berat, tapi jadilah orang pertama yang memaafkan kesalahan orang lain.
Mencoba untuk melupakan perbuatan tercela orang lain pada diri kita walaupun terkadang masih suka teringat. Mencoba untuk mensucikan hati dan pikiran agar tetap berbuat kebaikan kepada semua orang.
Pada dasarnya member maaf atas kesalahan orang lain amatlah berat, terlebih kesalahan karena lisannya, perbuatannya, ibaratnya lisan itu lebih tajam daripada pedang. Lebih mematikan daripada sengatan listrik.
Kita sebagai manusia harus berusaha memiliki kebesaran hati, menerima perlakukan buruk orang lain kepada kita. Artinya kita harus legowo, sebab apa yang ditimpakan kepada kita akan menjadi salah satu ujian dari Tuhan. Menguji kesabaran, ketabahan dan keikhlasan kita sebagai manusia yang sabar.
Memberi ucapan maaf itu juga ringan, semua orang bisa mengucapkannya, meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat. Tapi melupakan kesalahan orang lain itu sangat sulit. Apabila kita mendasari pada perilaku sabar, tabah dan ikhlas, niscaya kita tidak akan memiliki sabutir biji sawi kebencian kepada seseorang yang telah mengkhianati kita.
Nyatanya memang saya juga belum mampu berlaku demikian dan masih terus berusaha untuk bisa berlaku arif bisa memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita.
Marilah bersama sama melupakan kesalahan orang lain dalam benak kita, sejatinya menyimpan kesalahan orang lain akan semakin menambah kita terluka dan sakit jiwa. Karena semakin banyak kesalahan orang lain yang diingat oleh kita, semakin benci kita terhadap orang tersebut dan pada diri sendiri. Tentu saja jiwa kita akan merasakan sakit berkepanjangan dan mengira bahwa kesalahan orang lain itu dimaafkan tapi nyatanya tidak dapat dilupakan itu artinya sama saja.
Hilangkan rasa benci, dendam, penyesalan, gejolak, marah dan mengingat kesalahan-kesalahan orang lain pada kita, hidup akan terasa tentram, damai, tenang dan aman. Hidup sudah susah janga dibuat tambah susah, karena dunia hanya fana, ingat tujuan hidup adalah untuk menuntut akherat, supaya akherat kita bisa hidup bahagia selamanya.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya