Bowling Bisa Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak-anak
Oleh Admin, 24 Jan 2020
Bowling atau Ten-Pin merupakan olahraga atau permainan ketepatan (akurasi), seperti memanah. Selain melatih akurasi melempar bola, bowling juga mengembangkan kemampuan motorik anak-anak. Tapi, apakah anak-anak yang lengannya masih belum kuat boleh bermain bowling? Bagaimana cara memainkannya yang benar? Bagaimana pula ukuran bola bowling yang cocok untuk anak-anak?
Menurut dr. Nani Cahyani Sudarsono, Sp.KO, olahraga bowling itu mengandung gerakan lari, berhenti kemudian melempar bolanya ke suatu arah yang tertentu. Nah, itu membutuhkan kemampuan motorik yang harus sudah lewat dari perkembangan motorik dasar. Jadi, perlu dipertimbangkan usia dan kemampuan motorik anak sebelum melakukan permainan.
Untuk mengetahui bagus atau tidak bermain bowling tergantung dari frekuensi bermainnya. Tapi yang harus diingat, olahraga bowling itu hanya menggunakan satu sisi tubuh lebih dari sisi yang lain. Kan bebannya hanya di satu tangan. Jadi di sisi itu saja yang lebih aktif. Jika dilakukan sejak dini, ada kemungkinan perkembangan yang tidak seimbang di kiri dan kanan.
Itu tidak selalu baik. Bahkan bisa menimbulkan tarikan-tarikan otot yang bisa menyebabkan gangguan di tulang punggung, hal itulah yang sebenarnya dikhawatirkan untuk jangka panjangnya.
Anak-anak yang berusia 7 atau 8 tahun atau perkembangan motoriknya sudah selesai, diperbolehkan main bowling. Oleh karenanya, di usia ini atau usia masuk sekolah sudah diperkenalkan permainan antarteman yang sifatnya masih sederhana.
Berat bola juga perlu diperhatikan, bola untuk anak-anak dengan orang dewasa. Tentunya, bolanya beda kan kalau untuk anak. Harus lebih ringan. Jangan pakai bola untuk orang dewasa. Selain jarinya tidak sampai, beratnya juga tidak sesuai.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya