Tips Bermain Motif pada Hijab Segi Empat

Oleh Admin, 25 Des 2019
Kekuatan desain pada motif hijab segi empat menjadi daya tarik. Semakin terbatas edisinya, semakin dicari. Karakter masing-masing perancang pada desain hijab jadi kekuatannya.

Dimulai saat gelombang budaya Turki mulai masuk ke Indonesia sekitar dua tahun lalu. Saat itu, mulai banyak gaya berbusana hijab wanita Turki yang mampir ke Indonesia.

Gaya hijab wanita Turki dengan model yang simpel tetapi bermotif mencuri perhatian banyak pengguna hijab di Indonesia. Terlebih saat dipopulerkan banyak selebriti wanita.

Sebetulnya, delapan tahun lalu di Indonesia demam kerudung segi empat, tapi polos, tanpa motif. Kemudian datang gelombang pashmina hingga dua tahunan ke belakang. Sejak 2016 kerudung segi empat mulai ramai lagi. Namun, bedanya, sekarang yang bermotif lagi disenangi.

Bukan sekadar mengandalkan motif, hijab-hijab model ini juga berusaha ajek dengan karakter desainnya. Banyak desainer hijab yang membuat kerudung segi empat dengan motif karya sendiri. Oleh karena itu, istilah printed scarft lantas booming.

Karena mendesain sendiri motifnya, dicetak sendiri, harga jual kerudung ikut terdongkrak. Beda dengan segi empat polos yang biasa memakai bahan katun paris yang bisa dihargai jauh lebih murah. Printed scarft seakan jadi mainan baru bagi para desainer. Mereka dapat menuangkan segala ekspresinya dalam satu lembar kain yang akan dicetak (biasanya) dalam edisi terbatas. Pola natural serta warna pastel dijadikan pilihan untuk mendesain motif kerudung.

Voal Paling Ideal

Tantangan lantas datang dari pemilihan material. Pada gaya hijab Turki, bahan sutra jadi pilihan. Ini yang membuat scarf ala Turki terlihat mewah dan elegan, terlebih dengan motif-motifnya yang khas Timur Tengah.

Namun tidak semua bahan scarft bisa dicetak dengan motif sendiri. Untuk beberapa bahan, misalnya katun, hasil cetakan kurang optimal. Cat-nya menyebar dan seakan buyar. Beberapa waktu terakhir, dunia hijab disemarakkan dengan kehadirah material voal. Voal adalah bahan paling ideal untuk membuat printed scarf yang diinginkan.

Material voal dikenal sebagai 100% polyester. Karakternya halus, ringan, tidak licin, gampang diatur, tetapi tidak mudah kusut dan tegak. Banyak pengguna hijab di Indonesia yang lebih menyukai kerudung dengan bahan yang bisa "tegak" di bagian dahi.

Ada banyak kreativitas untuk mendesain printed scarf. Bisa saja perancang mendesain motif yang sama dalam selembar kain kerudung, umumnya berukuran 115 x115 cm. Ada juga yang lebih senang mendesain dengan dua atau empat sisi yang berbeda.

Untuk printed scarf, tren gaya yang diusung bisa jadi dari warna, selain pola motif. Warna-warna seperti teal, mustard, dan taupe pas untuk tren saat ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © TigaPagi.com
All rights reserved