Rangkul Anak dari Bahaya Narkoba

Oleh Admin, 30 Des 2019
Berdasarkan penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bekerja sama dengan Pusat Kesehatan UI, secara umum jumlah pengguna narkoba di Indonesia sekitar 79 persen pria dan 21 persen wanita. Walaupun lebih banyak pria, wanita perlu tetap waspada terhadap bahaya narkoba.

Narkoba memang dapat menyerang siapa saja. Modusnya pun semakin beragam. Modus penjualan narkoba biasanya dimulai dengan pengedar yang memberikan narkoba secara cuma-cuma sebanyak 2-3 kali. Setelah itu, penerima akan ketagihan dan berusaha dengan berbagai macam cara mendapatkan narkoba.

Mungkin Anda ingat, salah satu modus operasi narkoba melalui permen dan pulpen “harum” kepada anak-anak SD? Ya, itulah salah satu modus yang patut diwaspadai. Di sini keluarga, berperan besar dalam merangkul dan memberikan informasi bahaya narkoba kepada anak.

Beberapa kasus menunjukkan seorang anak terjerat narkoba gara-gara kurang perhatian orangtua. Kondisi ini biasanya dialami pada sebuah keluarga yang ibu-bapaknya sibuk bekerja. Tak hanya itu, faktor lingkungan dan pergaulan pun dapat membuat anak terjerat narkoba.

Mengawasi anak dari bahaya narkoba memang sulit jika hanya dilakukan sendiri-sendiri. Salah satunya dilakukan BNN yang aktif menyelenggarakan program antinarkoba ke sekolah-sekolah, media massa, dan internet. Memerangi narkoba harus dilakukan bersama-sama semua lapisan masyarakat. Sebab, potensi terbesar yang terkena bahaya narkoba adalah masyarakat lapisan menengah ke bawah. Keluarga, terutama ibu, berperan penting dalam menjaga anaknya dari bahaya narkoba. Oleh sebab itu, sesibuk apapun pekerjaan, sebaiknya seorang ibu dapat lebih merangkul anaknya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © TigaPagi.com
All rights reserved