Apa dan Bagaimana Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi

Oleh Admin, 14 Jan 2020
Hamil ektopik atau hamil di luar kandungan merupakan kehamilan yang letaknya di luar rongga rahim atau bukan di tempat yang sebenarnya.

Kehamilan ini paling sering terjadi pada lokasi saluran telur (tuba fallopii) dan sekalipun dapat saja terjadi pada tempat lainnya, seperti indung telur, mulut rahim, dan di dalam rongga perut.

Oleh karena tempat kehamilannya tidak normal, maka kehamilan ini umumnya tidak dapat berlangsung lama, rata-rata sekitar 8 sampai dengan 12 minggu.

Jadi, si Ibu akan mengalami keguguran dan diikuti dengan perdarahan yang amat banyak di dalam rongga perut sehingga dapat membahayakan keselamatan Ibunya.

Terjadinya kesalahan letak kehamilan ini disebabkan oleh proses implantasi atau tertanamnya bakal janin pada tempat yang tidak benar. Dan, mengenai kehamilan ektopik ini tidak ada korelasi atau hubungannya dengan cara melakukan hubungan intim.

Kehamilan ektopik biasanya dapat dideteksi lebih awal dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) jika kantung hamil sudah terbentuk, yaitu berkisar antara 6 sampai 8 minggu usia kehamilan.

Dengan demikian, pemeriksaan ke dokter kandungan secara teratur selama hamil adalah sesuatu yang sangat dianjurkan. Bukan apa-apa. Biar semua terdeteksi lebih awal.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © TigaPagi.com
All rights reserved