Tryout.id
Autisme Bisa Disembuhkan?

Autisme Bisa Disembuhkan?

28 Jan 2020
502x
Ditulis oleh : Admin

Autis merupakan salah satu gangguan perkembangan yang cukup berat. Artinya, dapat memengaruhi seluruh aspek perkembangan jika tidak ditangani dengan tepat. Aspek perkembangan yang terhambat biasanya menyangkut aspek kognitif, sosioemosional, dan komunikasi. Jadi, kita harus menyiapkan diri, menerima kenyataan dengan besar hati, bahwa anak akan tertinggal di aspek-aspek tersebut di atas bila dibandingkan dengan anak lain seusianya. Selain itu, orang tua dan keluarga yang mengasuh dituntut untuk mampu mengatasi tekanan psikologis yang dirasakan sehingga dapat mengurangi rasa frustrasi yang mungkin muncul ketika mengasuh anak autis.

Di sisi lain harus pula diketahui bahwa autisme bukanlah “vonis mati”. Meskipun memliliki berbagai hambatan perkembangan, seperti anak lain umumnya, ia juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Termasuk kemampuan berkomunikasi dan sosialisasinya. Hanya, perkembangannya tidak akan secepat proses pada anak yang tidak memiliki hambatan. Jika anak lain begitu mendengar percakapan orang-orang di sekelilingnya, dengan cepat ia menangkap mulai suku kata, dan kemudian kalimat. Tidak demikian halnya dengan anak autis yang mengalami hambatan berbicara. Oleh karena itu anak autis membutuhkan stimulasi lebih banyak dan rentang waktu lebih panjang agar mampu mengejar ketertinggalannya dibandingkan dengan anak lainnya. 

Sikap realistis orang tua dalam menangani anak sangat menentukan. Setelah berkonsultasi dengan ahli, seharusnya orang tua menjadi lebih tahu hal-hal apa yang dapat dikembangkan anak dan hal-hal apa yang kemungkinan perkembangannya masih membutuhkan “perjuangan”. Misalnya, ketika anak diikutkan terapi bicara dan secepatnya anak mampu menyusun kalimat, tentunya hal ini sangat tidak realistis meskipun dalam kasus-kasus tertentu mungkin saja terjadi. Hal yang perlu dicamkan adalah terapi apa pun yang diberikan pada anak autis, bukan merupakan solusi yang instan.

Di sisi lain, tentunya kita tidak perlu putus harapan. Penelitian mengenai autisme terus-menerus dilakukan dan setiap saat ditemukan hal-hal baru yang dapat menambah pemahaman kita mengenai anak autis. Terobosan-terobosan baru mengenai terapi autis, terbuka kemungkinan gangguan ini dapat “disembuhkan”.

Penelitian awal Kanner, contohnya, sekitar 11-12 persen anak-anak penyandang autisme ternyata setelah dewasa mampu berfungsi layaknya orang dewasa normal. Padahal, mereka hampir tidak menerima intervensi atau dukungan terarah. Temuan ini membesarkan harapan, bahwa dengan intervensi dan edukasi khusus, jumlah penyandang autisme yang berfungsi normal di masyarakat dapat terus jumlahnya. Banyak contoh kasus anak yang semula didiagnosis autis, dapat berperilaku normal setelah menjalani serangkaian terapi secara intensif dan optimal.

Akan tetapi, kita pun harus realistis, bahwa “kesembuhan” pada autis pun sangat bergantung pada segi hambatannya, sehingga kita sebagai orang tua akan mampu mengukur dengan berkonsultasi pada ahli, untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya mengenai anak kita.

Secara klinis, seorang penyandang autisme dinyatakan sembuh bila tidak tampak menunjukkan perilaku autisnya. Akan tetapi, walau sudah dinyatakan sembuh, jangan pula berharap terlalu besar untuk sembuh total karena autisme biasanya menyisakan gejala sisa. Gejala sisa ini biasanya berbeda pada setiap orang, bergantung pada hal yang menjadi faktor keterpakuannya.

Kesembuhan gangguan autisme tidak serta merta membuat anak menjadi terampil berkomunikasi dengan lancar, seperti anak umumnya. Yang penting dipahami, perilaku maupun aktivitasnya tidak dianggap terlalu berbeda / ganjil oleh lingkungannya.

Dari berbagai penelitian terungkap, salah satu faktor yang memengaruhi kemungkinan “sembuh” autisme, adalah mereka yang memiliki IQ rata-rata dan kemampuan komunikasi yang ditunjukkan pada saat anak berusia 5-6 tahun, akan membantu proses anak dalam perkembangannya.

Berita Terkait
Baca Juga:
Pintar Memilih Ponsel Pintar (Smartphone) Murah Berkualitas

Pintar Memilih Ponsel Pintar (Smartphone) Murah Berkualitas

Gadget      

9 Des 2019 | 390


Begitu banyak pilihan smartphone yang ada di depan mata malah membuat kita bingung. Maklumlah kini bukan hanya jumlah smartphone saja yang membludak, jenis smartphone juga semakin banyak. ...

5 Cara Mencegah Leher Kaku Ketika Bekerja dari Rumah

5 Cara Mencegah Leher Kaku Ketika Bekerja dari Rumah

Kesehatan      

18 Apr 2020 | 354


Sepanjang bekerja dari rumah, beberapa orang mengeluh sakit leher dan punggung. Penyebabnya antara lain rancang bangun kursi yang tak ergonomis, menjadikan Anda duduk tegak, mesti ...

Cara Praktis dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan Ideal

Cara Praktis dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan Ideal

Tips      

12 Nov 2020 | 279


Gemuk, berat badan berlebih, banyak sekali orang yang takut akan 2 hal ini, walaupun ada sebagian orang yang menginginkannya, tapi mungkin hanya sedikit sekali prosentasenya, karena bila ...

Xiaomi Mi 10 Series, Ponsel Flagship dengan RAM Besar sudah Mendukung Koneksi 5G

Xiaomi Mi 10 Series, Ponsel Flagship dengan RAM Besar sudah Mendukung Koneksi 5G

Gadget      

20 Feb 2020 | 291


Dalam waktu tidak lama, Xiaomi akan merilis lini flagship teranyarnya, yaitu Mi 10. Dalam berbagai peluang, perusahaan dari Tiongkok ini mengumbar spesifikasi piranti ini sedikit demi ...

9 Cara Membersihkan Bruntusan di Wajah

9 Cara Membersihkan Bruntusan di Wajah

Kecantikan      

20 Jan 2020 | 446


Punya jerawat menahun di wajah menjadi problem nyaris seluruh orang. Tak cuma menganggu penampilan, jerawat pun sering meninggalkan bekas dan mengganggu kulit wajah. Pada tingkatan yang ...

Waktu Terbaik Berjemur Di Bawah Cahaya Matahari, Jam Berapa?

Waktu Terbaik Berjemur Di Bawah Cahaya Matahari, Jam Berapa?

Kesehatan      

12 Apr 2020 | 462


Tak semua orang menyenangi cahaya matahari sebab alasan panas maupun kuatir hitam. Tetapi kenalkah anda, salah satu kegiatan gratis, gampang dan bisa menyajikan banyak manfaat kesehatan ...