Yuk Berkunjung ke Keraton Ratu Boko, Istana Ayah Lara Jonggrang

Oleh Admin, 26 Jan 2020
Pernahkah Anda mendengar Keraton Ratu Boko? Saat liburan ke Yogyakarta Keraton Ratu Boko bisa menjadi salah satu tujuan kunjungan Anda. Keraton Ratu Boko terletak di sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 195,97 meter di atas permukaan laut. Luas kawasan keraton mencapai 250.000 meter. Bukit yang harus Anda daki tinggi sekali, Anda harus menapaki tangga batu.

Sesampai di bukit tempat keraton, tampaklah sisa-sisa reruntuhan sebuah kerajaan. Pemandangan di atas bukit sangat indah Bahkan di atas bukit, Anda bisa melihat pemandangan Kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.

Dari papan petunjuk yang ada di sana, Keraton Ratu Boko merupakan istana ayah Lara Jonggrang. Keraton dibangun sekitar abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Kemudian, diambil alih oleh raja-raja Mataram yang beragama Hindu.

Kondisi tersebut mengakibatkan bangunan Keraton Ratu Boko dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Keraton ini dibangun oleh Rakai Panangkaran. Sisa-sisa bangunan keraton menunjukkan bukti adanya toleransi umat beragama.

Bagian Keraton Ratu Boko yang penting dikenali adalah bangunan tengah. Terdiri dari gapura utama, lapangan, candi pembakaran, kolam, batu berumpak, dan paseban. Sementara itu, bagian tenggara terdiri atas pendopo, balai-balai, tiga candi, kolam, dan kompleks keputren (bagian istana tempat tinggal para putri raja).

Tempat yang paling terkenal di Keraton Ratu Boko adalah "Sumur Misteri". Yang jelas nama sumur ini adalah Amerta Mantana atau air suci. Letak sumur tidak jauh dari candi pembakaran. Sampai saat ini, air sumur masih sering dipakai. Oleh pemeluk agama Hindu, air sumur ini digunakan untuk upacara Tawur Agung yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © TigaPagi.com
All rights reserved