Saat Sepeda Tersentuh Elektronik, Inilah yang Anda Rasakan

Oleh Admin, 23 Jan 2020
Setelah sebelumnya sepeda balap jalan raya menikmati komponen transmisi elektrik, akhirnya Shimano mengeluarkan grupset elektrik XTR Di2. Walaupun begitu grupset sepeda gunung ini berbeda cara kerjanya dengan grupset sepeda balap jalan raya. Jika di grupset sepeda jalan raya tidak terdapat perbedaan antara pengendalian grupset mekanik dan elektrik, berbeda dengan XTR Di2 yang mengenalkan fitur Syncro Shift.

Kehadiran grupset itu juga mengingatkan akan produk yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Pabrikan suspensi Jerman, Magura mengeluarkan fitur eLECT pada suspensi depannya.

Benang merah dari kedua produk itu adalah digunakannya kontrol elektronik. Sebelumnya, sudah ada pabrikan yang menyajikan kontrol elektronik di perlengkapan sepeda. Untuk suspensi Rockshox dengan produksi terbatas pada sepeda Lapierre, Ghost, dan Haibike, serta pabrikan Fox dengan ICD-nya sudah menggunakan pengendali elektronik.

Jika merunut sejarah, penggunaan kontrol elektronik pada suspensi sudah dimulai sejak 1997 saat Noleen membuat Smart Shock untuk sepeda K2. Dalam hal transmisi, penggunaan kontrol elektronik sudah diaplikasikan pada sepeda balap. Saat ini, ketiga pabrikan utama grupset sepeda, Campagnolo, Shimano, dan SRAM telah menawarkan grupset elektrik untuk sepeda balap.

Jadi, apa perbedaan kedua produk elektronik yang disebut di awal dengan produk tersebut? Kecanggihan teknologi membuat kedua produk baru itu berbeda dari produk sepeda yang dikontrol elektronik sebelumnya.

Magura eLECT bisa "merasakan” posisi sepeda, apakah sedang menanjak, datar, atau menurun. Saat datar dan menurun, katup elektronik membuka dan suspensi bekerja seperti biasa. Namun, saat menjumpai tanjakan, suspensi tersebut otomatis mengunci. Bagaimana saat pesepeda mendapati tanjakan dengan kondisi rusak? Sensor yang dipasang pada garpu dapat merasakan itu dan katup elektronik membuka sementara.

Bagaimana dengan transmisi? Apa perbedaannya dengan transmisi elektrik untuk sepeda balap? Keunikan dari grupset XTR Di2 adanya fitur Syncro Shift yang memungkinkan digunakannya hanya satu buah shifter untuk menggerakkan dua derailleur. XTR Di2 menggunakan konfigurasi 11 sproket di belakang dengan kombinasi 1, 2 atau 3 gir di depan. Pada konfigurasi 2 dan 3 gir, sistem elektronik akan memilihkan kombinasi yang optimal saat menaikkan atau menurunkan rasio gigi.

Dengan sistem tersebut, gigi hanya akan bergerak di 13 kombinasi di konfigurasi 2 gir, atau 15 gigi dikonfigurasi 3 gir. Tak digunakannya banyak kombinasi gir dan sproket tidak menjadi kerugian karena sistem elektronik sudah memilihkan kombinasi yang paling efisien. Ini juga menghilangkan cross chainring atau terpasangnya rantai di kombinasi gir-sproket besar-besar atau kecil-kecil, kesalahan yang sering dilakukan oleh pesepeda pemula.

Apakah bersepeda sudah menjadi terlalu rumit sehingga pengendaranya harus dibantu sistem elektronik? Akan ke mana lagikah teknologi kontrol elektronik akan membantu mengurangi beban konsentrasi pesepeda? Sekali-kali memang nikmat bersepeda tanpa dipusingkan dengan kontrol yang terlalu rumit.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © TigaPagi.com
All rights reserved