Menguak Keefektifan Masker Kain Guna Mencegah Covid-19
Oleh Writer, 17 Apr 2020
Keadaan pandemi covid-19, masker medis jadi suatu yang jarang didapat. WHO juga telah memberikan anjuran buat memakai masker kain selaku alternative pengganti masker bedah.
Tetapi, usaha perlindungan diri dengan memakai masker kain dirasa masih belum ampuh. Pasalnya masker kain tak bisa melindungi masuknya partikel.
Penerobosan masuknya partikel jika menggunakan masker kain ini sebesar 97% dapat menembus masker, perlindungannya cuma 3% saja.
Masker kain tak mempunyai proteksi seperti masker bedah dalam mencegah penyebaran virus. Disebabkan penyebaran virus covid-19 yang lewat percikan air liur (droplet) dan partikel kecil yang terbawa udara (airbone).
Masker Kain Tak Mempunyai 3 Lapisan
Salah satu yang menyebabkan masker kain tak mempunyai taraf keefektifan yang tinggi ialah lantaran masker kain umumnya terdiri dari satu lapis saja. Walaupun kini telah banyak masker kain yang diproduksi dengan memakai 2 lapisan kain. Tetapi hal itu belum bisa jadi pedoman.
Pada masker bedah terdiri dari 3 lapisan dengan perannya sendiri-sendiri. Lapisan luar anti air berperan selaku pelindung dari droplet dan airbone. Lapisan kedua berperan selaku penyaring kuman dan lapisan ketiga berperan buat menyerap cairan yang timbul dari mulut pemakai.
Ketiganya tak diperoleh dari masker kain biasa dan ini bahaya. Karena demikian virus yang menempel dapat menembus di celah pori-pori kain.
Hasil Penelitian
Ada suatu riset yang dilaksanakan buat membandingkan keefektifan pengunaan masker bedah dengan masker kain. Dalam riset yang dilaksanakan di Hanoi, Vietnam pada 1.607 rumah sakit diketahui kalau ada perbedaan yang amat berarti antara pemakaian masker bedah dan masker kain dalam mencegah ketularan penyakit saluran pernafasan ataupun peradangan virus.
Hasilnya amat luar biasa, nyatanya orang yang menggunakan masker kain kemungkinan mengidap peradangan saluran nafas dan peradangan virus 13 kali lebih besar dibanding dengan yang menggunakan masker bedah. Ini kan bahaya sekali.
Virus covid-19 mempunyai dimensi kecil kira-kira 125 mikrometer atau sekira 125 nanometer. Sementara itu masker kain tak mempunyai kerapatan buat mencegah jenis virus berdimensi kecil seperti covid-19.
Anjuran Lain
Tetapi pemakaian masker kain tetap dianjurkan selaku alternative terakhir buat proteksi diri. Dianjurkan supaya masker kain dilapisi oleh tisu di bagian tengahnya. Supaya bisa menekan kemungkinan partikel virus masuk ke dalam masker kain.
Memang hingga kini belum terdapat penelitian yang mengamati keefektifan pemakaian masker kain 3 lapis ini. Tetapi, logikanya kan lebih rapat alhasil dapat lebih melindungi dari jangkitan virus.
Tetapi dalam usaha penangkalan virus covid-19, mesti dicermati juga faktor-faktor yang lainnya tidak hanya memakai masker. Seperti giat mencuci tangan dengan sabun dan air, menerapkan physical distancing sampai sebisa-bisanya buat tetap tinggal di rumah saja.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya