
Buldozer itu meluluh lantakan bukan hanya rumah, tapi juga hati manusia yang tercerabut dari akarnya.
Arogansi sang penguasa melampiaskan sumpah serapah pada mereka yang bertahan. Pada mereka yang hidup di tenda bak dalam pengungsian, tapi marwah tak bisa dibeli dgn apapun. Terlebih oleh ancaman, tonggak perlawanan ditancapkan dalam setiap jiwa yang merana namun tak mau kehilangan harga diri terlebih martabat sebagai manusia.
Lebih setahun tenda-tenda bisu menjadi saksi air mata perjuangan, lebih dari 20 orang wafat dalam situasi yang sedemikian brutal.
Ada banyak alasan untuk menggusur namun secara kasat mata bisa terbaca bahwa penggusuran itu bukan sekedar memindahkan manusia yang hidup dalam kemiskinan tapi ada kapitalisme (kaum kelas menengah) para pemilik modal yang diberi hak istimewa, pemandangan mereka dari pulau palsu (buatan) tak boleh dihalangi oleh kampung kumuh bernama Akuarium. Kemiskinan itu harus digusur dipindahkan sejauh-jauhnya agar mata para kelas menengah yang akan menghuni pulau palsu tak terganggu.
Pemimpin itu hadir dengan cinta dengan empati dengan cita-cita mewujudkan kesetaraan, mengedepankan keadilan sosial bagi setiap anak bangsa.
Keangkuhan itu sirna, kampung itu kini kembali tegak berdiri dengan lebih megah, dengan sentuhan manusiawi.
Pemimpin itu hadir memberi harapan, mewujudkan mimpi warganya untuk bisa tersenyum bukan hadir lalu meninggalkan ratapan.
Kaum miskin memang tak berdaya, tak punya suara, teriakan mereka tenggelam oleh para pemakan bangkai (buzzerRp). Yang rela melihat penderitaan saudaranya demi rezeki haram yang didapat melalui jempol yang lincah untuk membela para pemilik modal. Lalu mengatakan para penghuni di tenda – tenda dan kapal – kapal kayu tua yang bertahan itu manusia-manusia tak tau diri.
Kisah perjuangan berujung manis, ketika kemenangan di 19 April 2017 yang dramatis itu datang.
Sang pemimpin menunaikan yang dikatakan melaksanakan yang dijanjikan.
Kampung Akuarium kembali tegak berdiri martabat anak bangsa kembali dimiliki.
Mereka tak lagi dilihat sebagai beban, bukan sekelompok manusia yang harus digusur tapi dilindungi hak dan martabatnya, sebagai anak bangsa yang dilindungi oleh konstitusi.
14 Maret 2022 | 1746
Imbas dua biker motor gede (moge) menabrak dua bocah hingga meninggal dunia di Kabupaten Pangandaran, kali ini tagar Moge trending topic di Twitter. Pantauan ...
Mengenal RajaKomen.com: Review Detail dan Keuntungan Menggunakannya
26 Maret 2025 | 466
Dalam dunia digital saat ini, engagement atau interaksi dengan audiens menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas suatu konten. Banyak bisnis dan individu yang mencari cara untuk ...
Menggugah Selera dengan Soto Banjar: Resep Tradisional yang Memikat
14 Jun 2024 | 709
Soto Banjar merupakan salah satu masakan tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa yang khas dan memikat. Berciri khas dengan kuah bening yang gurih, serta rempah-rempah yang kaya akan ...
Ini Dia 9 yang Muncul dalam Pencarian Gubernur Terbodoh di Google
18 Des 2023 | 1645
Ketika kita menyaksikan sorotan media sosial dan pencarian Google dipenuhi dengan kontroversi seputar seorang gubernur, kita tanpa sadar terlibat dalam panggung politik yang penuh drama. ...
29 Jul 2022 | 1302
China Development Bank (CDB) meminta Indonesia menanggung pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggunakan APBN. Merespon hal itu, Rahadian Ratry selaku ...