RajaKomen
Pemimpin Memberikan Harapan Bukan Ratapan

Pemimpin Memberikan Harapan Bukan Ratapan

19 Agu 2021
1694x
Ditulis oleh : Admin

Buldozer itu meluluh lantakan bukan hanya rumah, tapi juga hati manusia yang tercerabut dari akarnya.

Arogansi sang penguasa melampiaskan sumpah serapah pada mereka yang bertahan. Pada mereka yang hidup di tenda bak dalam pengungsian, tapi marwah tak bisa dibeli dgn apapun. Terlebih oleh ancaman, tonggak perlawanan ditancapkan dalam setiap jiwa yang merana namun tak mau kehilangan harga diri terlebih martabat sebagai manusia.

Lebih setahun tenda-tenda bisu menjadi saksi air mata perjuangan, lebih dari 20 orang wafat dalam situasi yang sedemikian brutal.

Ada banyak alasan untuk menggusur namun secara kasat mata bisa terbaca bahwa penggusuran itu bukan sekedar memindahkan manusia yang hidup dalam kemiskinan tapi ada kapitalisme (kaum kelas menengah) para pemilik modal yang diberi hak istimewa, pemandangan mereka dari pulau palsu (buatan) tak boleh dihalangi oleh kampung kumuh bernama Akuarium. Kemiskinan itu harus digusur dipindahkan sejauh-jauhnya agar mata para kelas menengah yang akan menghuni pulau palsu tak terganggu.

Pemimpin itu hadir dengan cinta dengan empati dengan cita-cita mewujudkan kesetaraan, mengedepankan keadilan sosial bagi setiap anak bangsa.

Keangkuhan itu sirna, kampung itu kini kembali tegak berdiri dengan lebih megah, dengan sentuhan manusiawi.

Pemimpin itu hadir memberi harapan, mewujudkan mimpi warganya untuk bisa tersenyum bukan hadir lalu meninggalkan ratapan.

Kaum miskin memang tak berdaya, tak punya suara, teriakan mereka tenggelam oleh para pemakan bangkai (buzzerRp). Yang rela melihat penderitaan saudaranya demi rezeki haram yang didapat melalui jempol yang lincah untuk membela para pemilik modal. Lalu mengatakan para penghuni di tenda – tenda dan kapal – kapal kayu tua yang bertahan itu manusia-manusia tak tau diri.

Kisah perjuangan berujung manis, ketika kemenangan di 19 April 2017 yang dramatis itu datang.

Sang pemimpin menunaikan yang dikatakan melaksanakan yang dijanjikan.

Kampung Akuarium kembali tegak berdiri martabat anak bangsa kembali dimiliki.
Mereka tak lagi dilihat sebagai beban, bukan sekelompok manusia yang harus digusur tapi dilindungi hak dan martabatnya, sebagai anak bangsa yang dilindungi oleh konstitusi.

Berita Terkait
Baca Juga:
Gara-Gara Tabrak 2 Bocah Kembar Hingga Tewas di Kabupaten Pangandaran, Moge Jadi Trending Topic di Twitter

Gara-Gara Tabrak 2 Bocah Kembar Hingga Tewas di Kabupaten Pangandaran, Moge Jadi Trending Topic di Twitter

Wisata      

14 Maret 2022 | 1746


Imbas dua biker motor gede (moge) menabrak dua bocah hingga meninggal dunia di Kabupaten Pangandaran, kali ini tagar Moge trending topic di Twitter. Pantauan ...

Mengenal RajaKomen.com: Review Detail dan Keuntungan Menggunakannya

Mengenal RajaKomen.com: Review Detail dan Keuntungan Menggunakannya

Bisnis      

26 Maret 2025 | 466


Dalam dunia digital saat ini, engagement atau interaksi dengan audiens menjadi faktor penting dalam meningkatkan visibilitas suatu konten. Banyak bisnis dan individu yang mencari cara untuk ...

Menggugah Selera dengan Soto Banjar: Resep Tradisional yang Memikat

Menggugah Selera dengan Soto Banjar: Resep Tradisional yang Memikat

Kuliner      

14 Jun 2024 | 709


Soto Banjar merupakan salah satu masakan tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa yang khas dan memikat. Berciri khas dengan kuah bening yang gurih, serta rempah-rempah yang kaya akan ...

Gubernur Terbodoh

Ini Dia 9 yang Muncul dalam Pencarian Gubernur Terbodoh di Google

Pengetahuan      

18 Des 2023 | 1645


Ketika kita menyaksikan sorotan media sosial dan pencarian Google dipenuhi dengan kontroversi seputar seorang gubernur, kita tanpa sadar terlibat dalam panggung politik yang penuh drama. ...

Surat Pemberiahuan Kepada IDI

Surat Pemberiahuan Kepada IDI

Kesehatan      

12 Okt 2024 | 475


Cilegon, 23 Agustus 2024. Nomor            : ...

Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp27 Triliun, China Minta RI Tanggung Sendiri Pakai APBN

Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp27 Triliun, China Minta RI Tanggung Sendiri Pakai APBN

Teknologi      

29 Jul 2022 | 1302


China Development Bank (CDB) meminta Indonesia menanggung pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggunakan APBN. Merespon hal itu, Rahadian Ratry selaku ...