RajaKomen
Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

2 Jan 2020
2024x
Ditulis oleh : Admin

Kuliner sate sudah tak asing lagi di tanah air. Jenisnya banyak sekali. Setiap daerah rasanya memiliki sate khas masing-masing. Belum lagi ada banyak bahan makanan yang bisa dibuat dengan cara disate. Tak hanya daging hewan berkaki empat, daging unggas, hewan laut, hingga sayur dan buah juga bisa dibuat sajian sate.

Bukan sate namanya jika tak menggunakan tusuk sate. Jadi, jenis kuliner apa pun yang diolah dengan cara dipotong kecil-kecil lalu disusun pada sebuah tusukan, itu adalah sate.

Akan tetapi, dari manakah kuliner sate bermula? Penulis buku Kitchen Daily (1988), Jennifer Brennan pernah mengatakan bahwa meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang Muslim ke Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini merupakan pengaruh Timur Tengah.

Sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia primitif yang nomaden sudah mengenal daging sebagai makanan utama selain tumbuhan. Semakin berkembang wawasannya, manusia primitif tidak begitu saja memakan daging mentah hasil buruannya. Berbagai cara dilakukan untuk mengolah daging, salah satunya melalui pembakaran agar daging menjadi matang.

Majunya perkembangan dunia juga memajukan ilmu di bidang kuliner. Teknik membakar daging tak hanya membakar dan mengasapi daging mentah. Salah satu warisan budaya olahan daging adalah sate.

Laman Wikipedia menyebutkan, kata ”sate” atau ”satai” diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke 19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer pada masa tersebut bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil serta Gujarat dari India ke Indonesia. Hal itu pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh kepulauan nusantara yang menghasilkan beraneka variasi sate. Pada akhir abad ke-19, sate menyeberangi Selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut.

Pada abad ke-19, istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan. Di sana, sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda juga membawa hidangan ini dan banyak hidangan khas Indonesia lain ke Belanda. Hingga kini, seni memasak bangsa Indonesia juga memberi pengaruh pada seni memasak bangsa Belanda.

Sate juga mengalami modifikasi bergantung geografi daerah. Di Indonesia yang multikultur, ada banyak ragam sate yang terlihat dari perbedaan bumbu atau cara penyajiannya. Ada sate maranggi, sate bali, sate madura, sate jawa, hingga sate padang. Paling umum adalah olahan sate dengan bumbu kacang dan kecap manis.

Berita Terkait
Baca Juga:
Peran Hook Awal dalam Menarik Perhatian Audiens Reels Instagram

Peran Hook Awal dalam Menarik Perhatian Audiens Reels Instagram

Tips      

26 Jan 2026 | 138


Hook awal merupakan elemen pembuka yang menentukan apakah sebuah Reels Instagram akan ditonton lebih lanjut atau justru dilewati. Dalam pembahasan bagaimana cara optimasi Reels Instagram ...

Bikin Konten Visual Menarik! Rajaframe.com Solusi Poster Kreatif untuk Media Sosial

Bikin Konten Visual Menarik! Rajaframe.com Solusi Poster Kreatif untuk Media Sosial

Bisnis      

26 Maret 2025 | 193


Di era digital saat ini, pembuatan Konten Visual Menarik menjadi sangat penting, terutama untuk media sosial. Konten visual yang eye-catching dapat memikat perhatian audiens dan ...

Optimalisasi Tim Solid dan Loyalitas Pelanggan Berbasis Lokasi Tahun 2026

Optimalisasi Tim Solid dan Loyalitas Pelanggan Berbasis Lokasi Tahun 2026

Tips      

4 Apr 2026 | 61


Keberhasilan organisasi modern sangat bergantung pada integrasi antara tim internal yang solid dan loyalitas pelanggan. Kedua elemen ini saling mendukung dan membentuk fondasi pertumbuhan ...

Sosial Media

Biar Postingan Nggak Cuma Dilihat, Tapi Juga Dibagikan!

Tips      

8 Apr 2025 | 443


Dalam era digital yang semakin berkembang, penting bagi setiap konten untuk tidak hanya dilihat, tetapi juga dibagikan oleh audiens. Baik itu postingan di blog, video di YouTube, atau ...

Trading

Mengoptimalkan Promosi di Sosmed untuk Investasi Trading Legal Bersama Rajakomen.com

Bisnis      

3 Jun 2025 | 359


Dalam era digital saat ini, promosi di sosmed investasi trading legal menjadi salah satu strategi penting bagi para trader dan investor untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Media ...

Jasa SEO Website: Cara Tepat Meningkatkan Trafik dan Peringkat Google

Jasa SEO Website: Cara Tepat Meningkatkan Trafik dan Peringkat Google

Tips      

14 Jan 2026 | 170


Di dunia digital saat ini, memiliki website saja tidak cukup untuk menjangkau pelanggan dan meningkatkan penjualan. Website merupakan wajah bisnis di dunia maya, tempat menampilkan produk ...