hijab
Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

2 Jan 2020
413x
Ditulis oleh : Admin

Kuliner sate sudah tak asing lagi di tanah air. Jenisnya banyak sekali. Setiap daerah rasanya memiliki sate khas masing-masing. Belum lagi ada banyak bahan makanan yang bisa dibuat dengan cara disate. Tak hanya daging hewan berkaki empat, daging unggas, hewan laut, hingga sayur dan buah juga bisa dibuat sajian sate.

Bukan sate namanya jika tak menggunakan tusuk sate. Jadi, jenis kuliner apa pun yang diolah dengan cara dipotong kecil-kecil lalu disusun pada sebuah tusukan, itu adalah sate.

Akan tetapi, dari manakah kuliner sate bermula? Penulis buku Kitchen Daily (1988), Jennifer Brennan pernah mengatakan bahwa meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang Muslim ke Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini merupakan pengaruh Timur Tengah.

Sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia primitif yang nomaden sudah mengenal daging sebagai makanan utama selain tumbuhan. Semakin berkembang wawasannya, manusia primitif tidak begitu saja memakan daging mentah hasil buruannya. Berbagai cara dilakukan untuk mengolah daging, salah satunya melalui pembakaran agar daging menjadi matang.

Majunya perkembangan dunia juga memajukan ilmu di bidang kuliner. Teknik membakar daging tak hanya membakar dan mengasapi daging mentah. Salah satu warisan budaya olahan daging adalah sate.

Laman Wikipedia menyebutkan, kata ”sate” atau ”satai” diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke 19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer pada masa tersebut bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil serta Gujarat dari India ke Indonesia. Hal itu pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh kepulauan nusantara yang menghasilkan beraneka variasi sate. Pada akhir abad ke-19, sate menyeberangi Selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut.

Pada abad ke-19, istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan. Di sana, sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda juga membawa hidangan ini dan banyak hidangan khas Indonesia lain ke Belanda. Hingga kini, seni memasak bangsa Indonesia juga memberi pengaruh pada seni memasak bangsa Belanda.

Sate juga mengalami modifikasi bergantung geografi daerah. Di Indonesia yang multikultur, ada banyak ragam sate yang terlihat dari perbedaan bumbu atau cara penyajiannya. Ada sate maranggi, sate bali, sate madura, sate jawa, hingga sate padang. Paling umum adalah olahan sate dengan bumbu kacang dan kecap manis.

Berita Terkait
Baca Juga:
Kelebihan Kekurangan Bahan Satin dan Sifon untuk Pakaian Muslim

Kelebihan Kekurangan Bahan Satin dan Sifon untuk Pakaian Muslim

Fashion      

22 Apr 2020 | 916


Menyeleksi bahan buat pakaian muslim dapat dibilang gampang-gampang susah sebab berhubungan erat dengan bentuk ataupun potongan bajunya. Biasanya, bahan pakaian muslim buat model apa pun, ...

Wot Batu, Bukan Taman Wisata dengan Instalasi Batu Biasa

Wot Batu, Bukan Taman Wisata dengan Instalasi Batu Biasa

Wisata      

14 Des 2019 | 405


Batu adalah material artefak kesenian yang abadi. Maestro seni rupa tanah air, Sunaryo Soetono tahu benar hal itu. Di matanya, batu bukan sekadar material dasar untuk membangun sesuatu. ...

Carica, Manisan Pepaya Gunung Khas Dieng yang Enak dan Menyegarkan

Carica, Manisan Pepaya Gunung Khas Dieng yang Enak dan Menyegarkan

Kuliner      

13 Des 2019 | 590


Jangan tinggalkan Dieng tanpa membawa manisan carica. Ya, carica adalah buah khas daerah pegunungan, seperti halnya kawasan Dieng. Bentuknya mirip pepaya, tetapi ukurannya mini, dengan ...

Bisnis Kecantikan Berkembang Pesat dan Bisnis yang Menjanjikan?

Bisnis Kecantikan Berkembang Pesat dan Bisnis yang Menjanjikan?

Kecantikan      

24 Feb 2020 | 487


Bisnis Kecantikan Berkembang Pesat dan Bisnis yang Menjanjikan? – Wanita zaman sekarang banyak sekali yang ingin maju dan berkembang, tentu saja ya menjadi seorang wanita jangan ...

5 Cara Ini Bisa Bikin Gorengan Jahat Jadi Lebih Sehat

5 Cara Ini Bisa Bikin Gorengan Jahat Jadi Lebih Sehat

Kesehatan      

31 Jan 2020 | 517


Aneka macam gorengan sering menjadi pilihan camilan untuk menemani Anda di suasana apapun. Sayangnya, gorengan tergolong ke dalam kategori makanan tidak sehat sebab mengandung lemak trans ...

Motorola Flip Razr, Smartphone Lipat Android Terkini Harga 21,7 Jutaan

Motorola Flip Razr, Smartphone Lipat Android Terkini Harga 21,7 Jutaan

Gadget      

16 Jan 2020 | 419


Motorola adalah salah satu pembuat Smartphone yang cukup terkenal di pasar dunia. Apalagi di era feature phone, Motorola dapat mengambil pangsa pasar yang cukup besar. Dan saat ini Motorola ...