MU
Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

2 Jan 2020
489x
Ditulis oleh : Admin

Kuliner sate sudah tak asing lagi di tanah air. Jenisnya banyak sekali. Setiap daerah rasanya memiliki sate khas masing-masing. Belum lagi ada banyak bahan makanan yang bisa dibuat dengan cara disate. Tak hanya daging hewan berkaki empat, daging unggas, hewan laut, hingga sayur dan buah juga bisa dibuat sajian sate.

Bukan sate namanya jika tak menggunakan tusuk sate. Jadi, jenis kuliner apa pun yang diolah dengan cara dipotong kecil-kecil lalu disusun pada sebuah tusukan, itu adalah sate.

Akan tetapi, dari manakah kuliner sate bermula? Penulis buku Kitchen Daily (1988), Jennifer Brennan pernah mengatakan bahwa meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang Muslim ke Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini merupakan pengaruh Timur Tengah.

Sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia primitif yang nomaden sudah mengenal daging sebagai makanan utama selain tumbuhan. Semakin berkembang wawasannya, manusia primitif tidak begitu saja memakan daging mentah hasil buruannya. Berbagai cara dilakukan untuk mengolah daging, salah satunya melalui pembakaran agar daging menjadi matang.

Majunya perkembangan dunia juga memajukan ilmu di bidang kuliner. Teknik membakar daging tak hanya membakar dan mengasapi daging mentah. Salah satu warisan budaya olahan daging adalah sate.

Laman Wikipedia menyebutkan, kata ”sate” atau ”satai” diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke 19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer pada masa tersebut bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil serta Gujarat dari India ke Indonesia. Hal itu pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh kepulauan nusantara yang menghasilkan beraneka variasi sate. Pada akhir abad ke-19, sate menyeberangi Selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut.

Pada abad ke-19, istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan. Di sana, sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda juga membawa hidangan ini dan banyak hidangan khas Indonesia lain ke Belanda. Hingga kini, seni memasak bangsa Indonesia juga memberi pengaruh pada seni memasak bangsa Belanda.

Sate juga mengalami modifikasi bergantung geografi daerah. Di Indonesia yang multikultur, ada banyak ragam sate yang terlihat dari perbedaan bumbu atau cara penyajiannya. Ada sate maranggi, sate bali, sate madura, sate jawa, hingga sate padang. Paling umum adalah olahan sate dengan bumbu kacang dan kecap manis.

Berita Terkait
Baca Juga:
Kampung Daun, Tempat Wisata Favorit yang Homey dan Romantis

Kampung Daun, Tempat Wisata Favorit yang Homey dan Romantis

Wisata      

9 Des 2019 | 656


"Selamat datang di kampung kami, - Kampung Daun". Sapaan akrab menyambut kita saat memasuki area Kampung Daun Culture Gallery & Cafe. Suasana kampung yang penuh keramahan, ...

Tempat Wisata Edukasi di Jakarta Yang Wajib di Kunjungi

Tempat Wisata Edukasi di Jakarta Yang Wajib di Kunjungi

Wisata      

30 Mei 2020 | 407


Menikmati akhir pecan dengan wisata yang menambah pengetahuan bagi buah hati pasti menyenangkan. Saat ini berbagai tempat wisata menyediakan pengetahuan yang bisa dilihat sampai dirasakan. ...

Menyarankan Masyarakat Ibadah di Rumah Saja, Ketua Satgas IDI: Masjidil Haram Saja Ditutup

Menyarankan Masyarakat Ibadah di Rumah Saja, Ketua Satgas IDI: Masjidil Haram Saja Ditutup

Tips      

9 Jul 2021 | 148


DATA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dengan angka positif harian per 8 Juli 2021 menyatakan, terjadi penambahan kasus sebanyak 38.391 kasus. Dengan begitu totalnya 2.417.788 kasus ...

Kecuali Menyegarkan, Ini 5 Manfaat Timun Suri bagi Kesehatan

Kecuali Menyegarkan, Ini 5 Manfaat Timun Suri bagi Kesehatan

Kesehatan      

29 Apr 2020 | 401


Menginjak bulan Ramadhan, timun suri jadi buah yang amat gampang ditemui. Karena banyak sekali orang dagang dadakan yang menjual buah ini di beberapa lokasi. Buah yang bertekstur lunak, ...

Sepuluh Fakta tentang Kanker

Sepuluh Fakta tentang Kanker

Kesehatan      

15 Jan 2020 | 541


Kanker dapat menyerang siapa saja, tidak peduli umur ataupun status seseorang. Kanker juga menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, terutama di negara berkembang. Berikut ...

Buat Ayam Geprek di Rumah? Siapa Takut

Buat Ayam Geprek di Rumah? Siapa Takut

Kuliner      

1 Jun 2020 | 432


Awal tahun ini Indonesia dilanda kepanikan dengan adanya wabah Covid-19. Guna mencegah penyebaran virus covid-19 pemerintah memberlakukan kebijakan social distancing atau pembatasan sosial ...