MU
Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

Mengenal Sejarah Sate dalam Kuliner Tradisional Nusantara

2 Jan 2020
314x
Ditulis oleh : Admin

Kuliner sate sudah tak asing lagi di tanah air. Jenisnya banyak sekali. Setiap daerah rasanya memiliki sate khas masing-masing. Belum lagi ada banyak bahan makanan yang bisa dibuat dengan cara disate. Tak hanya daging hewan berkaki empat, daging unggas, hewan laut, hingga sayur dan buah juga bisa dibuat sajian sate.

Bukan sate namanya jika tak menggunakan tusuk sate. Jadi, jenis kuliner apa pun yang diolah dengan cara dipotong kecil-kecil lalu disusun pada sebuah tusukan, itu adalah sate.

Akan tetapi, dari manakah kuliner sate bermula? Penulis buku Kitchen Daily (1988), Jennifer Brennan pernah mengatakan bahwa meskipun Thailand dan Malaysia menganggap hidangan ini adalah milik mereka, tanah air sate yang sesungguhnya di Asia Tenggara adalah Jawa, Indonesia. Sate dikembangkan dari adaptasi kebab India yang dibawa oleh pedagang Muslim ke Jawa. Bahkan India tak dapat mengakui sebagai asal mulanya karena hidangan ini merupakan pengaruh Timur Tengah.

Sejak masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia primitif yang nomaden sudah mengenal daging sebagai makanan utama selain tumbuhan. Semakin berkembang wawasannya, manusia primitif tidak begitu saja memakan daging mentah hasil buruannya. Berbagai cara dilakukan untuk mengolah daging, salah satunya melalui pembakaran agar daging menjadi matang.

Majunya perkembangan dunia juga memajukan ilmu di bidang kuliner. Teknik membakar daging tak hanya membakar dan mengasapi daging mentah. Salah satu warisan budaya olahan daging adalah sate.

Laman Wikipedia menyebutkan, kata ”sate” atau ”satai” diduga berasal dari bahasa Tamil. Diduga sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke 19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer pada masa tersebut bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab dan pendatang Muslim Tamil serta Gujarat dari India ke Indonesia. Hal itu pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.

Dari Jawa, sate menyebar ke seluruh kepulauan nusantara yang menghasilkan beraneka variasi sate. Pada akhir abad ke-19, sate menyeberangi Selat Malaka menuju Malaysia, Singapura, dan Thailand, dibawa oleh perantau Jawa dan Madura yang mulai berdagang sate di negeri jiran tersebut.

Pada abad ke-19, istilah sate berpindah bersamaan dengan perpindahan pendatang Melayu dari Hindia Belanda menuju Afrika Selatan. Di sana, sate dikenal sebagai sosatie. Orang Belanda juga membawa hidangan ini dan banyak hidangan khas Indonesia lain ke Belanda. Hingga kini, seni memasak bangsa Indonesia juga memberi pengaruh pada seni memasak bangsa Belanda.

Sate juga mengalami modifikasi bergantung geografi daerah. Di Indonesia yang multikultur, ada banyak ragam sate yang terlihat dari perbedaan bumbu atau cara penyajiannya. Ada sate maranggi, sate bali, sate madura, sate jawa, hingga sate padang. Paling umum adalah olahan sate dengan bumbu kacang dan kecap manis.

Berita Terkait
Baca Juga:
Gaya Street Fashion dengan  Padu Padan Legging

Gaya Street Fashion dengan Padu Padan Legging

Fashion      

13 Des 2019 | 241


Fashion bukan hanya apa yang keluar dari peragaan busana atau hasil foto studio yang memperlihatkan gaya para model. Yang juga menarik adalah melihat gaya kaum muda di tempat publik atau ...

Kisah Lelaki Penyok Penyelamat Kudeta Erdogan

Kisah Lelaki Penyok Penyelamat Kudeta Erdogan

Pengetahuan      

16 Jul 2020 | 429


Tepatnya 4 tahun lalu kudeta kembali terjadi ditanah Turki, kali ini bahkan lebih besar lagi dari kudeta-kudeta yang gagal sebelumnya. Kali ini pelaku utamanya adalah dari kalangan militer ...

Amazon Key Bikin Sistem Pengiriman Paket Lebih Bisa Diandalkan

Amazon Key Bikin Sistem Pengiriman Paket Lebih Bisa Diandalkan

Teknologi      

19 Jan 2020 | 318


Berkembangnya Amazon merupakan kekuatan yang menonjol di ruang ritel online selama 2 dekade terakhir, kelihatannya sudah mengubah harapan banyak orang guna melihat seberapa mudah dan bisa ...

Devoyage Bogor, Tempat Wisata Tematik ala Eropa di Bogor yang Menarik untuk Dikunjungi

Devoyage Bogor, Tempat Wisata Tematik ala Eropa di Bogor yang Menarik untuk Dikunjungi

Wisata      

4 Feb 2020 | 331


Kota Bogor merupakan kota yang sangat banyak disukai oleh kalangan Pluviophile. Kota ini mempunyai curah hujan yang lumayan tinggi, oleh karena itulah memperoleh sebutan sebagai kota hujan. ...

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Cara Baru Beriklan Dengan Aplikasi Soorvei

Gadget      

1 Okt 2020 | 82


Total belanja iklan nasional tahun 2018 mencapai 145T, sedangkan tahun 2019 mencapai 181T. Meskipun pada tahun 2020 belanja iklan dipastikan turun karena pandemic covid-19 menarik bahwa ...

4 Tips supaya Anak Semangat Ibadah Ramadan di Rumah

4 Tips supaya Anak Semangat Ibadah Ramadan di Rumah

Tips      

23 Apr 2020 | 187


Di musim pandemi Covid-19, Majelis Ulama Indonesia menghimbau guna beribadah di rumah saja di bulan suci Ramadan. Termasuk tidak terdapat buka puasa bareng, salat tarawih, iktikaf di masjid ...