RajaKomen
Cara Mengeloala Nyeri Agar Tidak Menimbulkan Ketidaknyamanan dan Stres

Cara Mengeloala Nyeri Agar Tidak Menimbulkan Ketidaknyamanan dan Stres

19 Des 2019
654x
Ditulis oleh : Admin

Nyeri adalah suatu gejala penyakit yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan perasaan penderita, baik secara fisik maupun mental. Akibatnya, timbul ketegangan atau stres berkepanjangan. Dalam beberapa kondisi, rasa nyeri sebenarnya bisa dikelola. Bagaimana mengusahakannya?

Upaya utuk mengelola rasa nyeri tersebut sering kali disebut sebagai manajemen nyeri. Tujuannya, rasa nyeri yang menyertai tindakan medis, tindakan keperawatan, ataupun prosedur diagnostik pada pasien, dapat diminimalkan.

Manajemen nyeri juga berguna untuk mengurangi risiko lanjut dari efek samping nyeri. Pada akhirnya, pasien diharapkan  mampu mengontrol rasa nyeri atau nyeri yang dirasa menjadi hilang.

Ada dua jenis rasa nyeri yang dirasakan manusia, yaitu nyeri akut dan nyeri kronis. Nyeri dikategorikan akut jika berlangsung kurang dari dua minggu. Misalnya, nyeri akibat keseleo, nyeri akibat terbentur, atau rasa nyeri yang timbul akibat kulit tersayat. Penderita nyeri akut biasanya menunjukkan gejala-gejala khusus seperti pernapasan meningkat, detak jantung serta tekanan darah yang meningkat.

Nyeri digolongkan kronis jika terjadi dalam kurun waktu yang lebih lama. Beberapa orang bahkan sampai lupa kapan perta-ma kali merasakan nyeri tersebut. Nyeri kronis misalnya terjadi pada pasien kanker atau pasien yang memiliki penyakit berat lain. Biasanya, pasien datang dengan mengeluhkan rasa nyeri tersebut, baru kemudian diketahui adanya penyakit tertentu.

Respons penderita terhadap nyeri juga sangat subjektif, tergantung dari banyak faktor. Jadi, kita tidak bisa menegakkan diagnosis dari anamnesis yang sama. Beberapa faktor yang dimaksud misalnya ambang nyeri setiap penderita, koping penderita, pengalaman nyeri, ansietas, budaya dari penderita, hingga jenis kelamin dan usia.

Penderita nyeri biasanya diminta untuk menyebut derajat nyeri dari skala nol hingga sepuluh. Dengan demikian, penanganan bisa dilakukan sesuai dengan derajat nyeri yang dirasakan. Untuk mengatasi nyeri, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai manajemen nyeri yaitu menggunakan obat-obatan oral, obat-obatan yang disuntikkan, intervensi medis, serta self healing atau relaksasi.

Yang paling efektif dilakukan adalah penggabungan beberapa metode tersebut sehingga dosis obat bisa dikurangi dan efek sampignya menjadi lebih minimal.

Perjalanan Nyeri

Antara kerusakan jaringan (sebagai sumber nyeri) sampai dirasakannya nyeri, terdapat suatu rangkaian yang terdiri atas empat proses yaitu proses transduksi, transmisi, modulasi, dan persepsi.

Proses transduksi merupakan proses tatkala suatu stimuli nyeri diubah menjadi suatu aktivitas listrik yang akan diterima ujung-ujung saraf. Stimuli ini dapat berupa stimuli fisik (tekanan), suhu (panas), atau kimia (substansi nyeri).

Proses transmisi dimaksudkan sebagai penyaluran impuls melalui saraf sensoris menyusul proses transduksi ketika impuls tersebut diterjemahkan dan dirasakan sebagai persepsi nyeri. Proses modulasi menyebabkan persepsi nyeri menjadi sangat subjektif. Dengan melakukan block terhadap empat proses tersebut, rasa nyeri bisa ditekan sedemikian rupa.

Caranya, ketika perjalanan nyeri sampai pada proses transduksi, penderita diberikan obat-obatan antiperadangan dan obat-obatan antinyeri lain. Ketika perjalanan nyeri sampai pada proses transmisi, dokter akan melakukan blokade saraf perifer.

Ketika perjalanan nyeri sampai pada tahap modulasi, block bisa dilakukan baik dengan menggunakan obat-obatan maupun teknik relaksasi sehingga mampu merangsang keluarnya hormon endorfin. Pada tahap persepsi, rasa nyeri hebat bisa dihambat dengan menggunakan obat-obatan golongan opioid yang pemberiannya harus dilakukan dengan tepat oleh dokter.

Dengan mengetahui manajemen nyeri, penderita diharapkan bisa mengetahui respons tubuh terhadap rasa nyeri. Dengan begitu, gangguan terhadap kualitas hidup yang diakibatkan nyeri bisa diminimalkan.

Relaksasi

Akan tetapi, untuk menghindari efek samping obat atau intervensi medis, penderita nyeri kronis juga bisa mengusahakan teknik relaksasi. Keuntungannya antara lain bisa menurunkan ansietas yang berhubungan dengan nyeri atau stres, menurunkan nyeri, menolong penderita untuk melupakan nyeri, meningkatkan periode istirahat dan tidur, serta menurunkan perasaan tak berdaya dan depresi yang timbul akibat nyeri.

Untuk melakukan relaksasi atau self healing, intinya harus ada faktor trust bahwa tubuhnya bisa mengatasi nyeri. Caranya dengan berpasrah diri, berpikir positif, dan melakukan sesuatu yang disenangi. Rasa nyaman terhadap diri sendiri juga merangsang hormon endorfin sehingga bisa menekan rasa depresi yang timbul akibat nyeri. Akan tetapi, yang harus diingat, jika nyeri sudah sedemikian mengganggu kualitas hidup, harus segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Beberapa teknik relaksasi sederhana yang biasanya dilakukan misalnya dengan menarik napas dalam dan menahannya di dalam paru-paru, lalu dikeluarkan secara perlahan. Ulangi cara bernapas tersebut dan konsentrasikan pikiran bergantian pada bagian tubuh yang dibuat relaks, seperti lengan, telapak kaki, perut, punggung, dan kelompok otot-otot yang lain.

Teknik pemijatan atau pengurutan secara halus pada bagian yang dirasa nyeri juga bisa dilakukan secara melingkar dengan sentuhan lembut. Beberapa cara lain yang bisa digunakan yaitu menggosok punggung, mengompres dengan menggunakan air hangat dan dingin, hingga terapi pengalihan seperti akupuntur dan akupresur.

Berita Terkait
Baca Juga:
Ohso Marko Travel Toothbrush, Sikat Gigi untuk Bepergian Menunjang Fungsi dan Pemakaian

Ohso Marko Travel Toothbrush, Sikat Gigi untuk Bepergian Menunjang Fungsi dan Pemakaian

Pengetahuan      

23 Des 2019 | 956


Desain yang fungsional memang biasanya sangat memperhatikan fungsi dari suatu alat. Selain itu, desain biasanya memperhatikan aspek-aspek bagaimana peralatan itu dipakai sehingga dibuatlah ...

Ponsel Gaming Semakin Menjamur, Gimmick ataukah Realita

Ponsel Gaming Semakin Menjamur, Gimmick ataukah Realita

Teknologi      

26 Feb 2020 | 984


Menjamurnya tren mobile gaming menjadikan vendor ponsel bersaing memproduksi ponsel gaming. Entah ponsel-ponsel itu memakai chipset spesial gaming ataupun semata-mata mode gaming. Timbul ...

4 Tips Memaksimalkan Setiap Jengkal Rumah Kita

4 Tips Memaksimalkan Setiap Jengkal Rumah Kita

Tips      

8 Jan 2020 | 703


Tangga yang multifungsi memang bermanfaat untuk menciptakan ruang baru untuk penyimpanan barang. Namun, ternyata bukan hanya untuk penyimpanan, tetapi struktur di bawah tangga juga ...

Serupa Tetapi Tidak Sama, Kenali Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Coronavirus

Serupa Tetapi Tidak Sama, Kenali Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Coronavirus

Kesehatan      

18 Maret 2020 | 684


Hingga tanggal 16 Maret 2020 lalu, banyaknya penderita positif COVID-19 maupun virus Corona di Indonesia menjadi 117 perkara. Angka ini melejit tinggi cuma dalam waktu seminggu. Guna ...

Apa dan Bagaimana Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi

Apa dan Bagaimana Kehamilan Ektopik Bisa Terjadi

Kesehatan      

14 Jan 2020 | 692


Hamil ektopik atau hamil di luar kandungan merupakan kehamilan yang letaknya di luar rongga rahim atau bukan di tempat yang sebenarnya. Kehamilan ini paling sering terjadi pada lokasi ...

Tips Mendukung Kecerdasan Si Kecil

Tips Mendukung Kecerdasan Si Kecil

Tips      

28 Des 2019 | 626


Saat bocah berusia empat tahun telah memiliki kemampuan berbicara, pertanyaan, rasa ingin tahu, dan antusiasme, selalu berada di dalam pikiran mereka. Anak-anak yang masuk dalam masa the ...