rajabacklink
Cara Mengeloala Nyeri Agar Tidak Menimbulkan Ketidaknyamanan dan Stres

Cara Mengeloala Nyeri Agar Tidak Menimbulkan Ketidaknyamanan dan Stres

19 Des 2019
444x
Ditulis oleh : Admin

Nyeri adalah suatu gejala penyakit yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan perasaan penderita, baik secara fisik maupun mental. Akibatnya, timbul ketegangan atau stres berkepanjangan. Dalam beberapa kondisi, rasa nyeri sebenarnya bisa dikelola. Bagaimana mengusahakannya?

Upaya utuk mengelola rasa nyeri tersebut sering kali disebut sebagai manajemen nyeri. Tujuannya, rasa nyeri yang menyertai tindakan medis, tindakan keperawatan, ataupun prosedur diagnostik pada pasien, dapat diminimalkan.

Manajemen nyeri juga berguna untuk mengurangi risiko lanjut dari efek samping nyeri. Pada akhirnya, pasien diharapkan  mampu mengontrol rasa nyeri atau nyeri yang dirasa menjadi hilang.

Ada dua jenis rasa nyeri yang dirasakan manusia, yaitu nyeri akut dan nyeri kronis. Nyeri dikategorikan akut jika berlangsung kurang dari dua minggu. Misalnya, nyeri akibat keseleo, nyeri akibat terbentur, atau rasa nyeri yang timbul akibat kulit tersayat. Penderita nyeri akut biasanya menunjukkan gejala-gejala khusus seperti pernapasan meningkat, detak jantung serta tekanan darah yang meningkat.

Nyeri digolongkan kronis jika terjadi dalam kurun waktu yang lebih lama. Beberapa orang bahkan sampai lupa kapan perta-ma kali merasakan nyeri tersebut. Nyeri kronis misalnya terjadi pada pasien kanker atau pasien yang memiliki penyakit berat lain. Biasanya, pasien datang dengan mengeluhkan rasa nyeri tersebut, baru kemudian diketahui adanya penyakit tertentu.

Respons penderita terhadap nyeri juga sangat subjektif, tergantung dari banyak faktor. Jadi, kita tidak bisa menegakkan diagnosis dari anamnesis yang sama. Beberapa faktor yang dimaksud misalnya ambang nyeri setiap penderita, koping penderita, pengalaman nyeri, ansietas, budaya dari penderita, hingga jenis kelamin dan usia.

Penderita nyeri biasanya diminta untuk menyebut derajat nyeri dari skala nol hingga sepuluh. Dengan demikian, penanganan bisa dilakukan sesuai dengan derajat nyeri yang dirasakan. Untuk mengatasi nyeri, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan sebagai manajemen nyeri yaitu menggunakan obat-obatan oral, obat-obatan yang disuntikkan, intervensi medis, serta self healing atau relaksasi.

Yang paling efektif dilakukan adalah penggabungan beberapa metode tersebut sehingga dosis obat bisa dikurangi dan efek sampignya menjadi lebih minimal.

Perjalanan Nyeri

Antara kerusakan jaringan (sebagai sumber nyeri) sampai dirasakannya nyeri, terdapat suatu rangkaian yang terdiri atas empat proses yaitu proses transduksi, transmisi, modulasi, dan persepsi.

Proses transduksi merupakan proses tatkala suatu stimuli nyeri diubah menjadi suatu aktivitas listrik yang akan diterima ujung-ujung saraf. Stimuli ini dapat berupa stimuli fisik (tekanan), suhu (panas), atau kimia (substansi nyeri).

Proses transmisi dimaksudkan sebagai penyaluran impuls melalui saraf sensoris menyusul proses transduksi ketika impuls tersebut diterjemahkan dan dirasakan sebagai persepsi nyeri. Proses modulasi menyebabkan persepsi nyeri menjadi sangat subjektif. Dengan melakukan block terhadap empat proses tersebut, rasa nyeri bisa ditekan sedemikian rupa.

Caranya, ketika perjalanan nyeri sampai pada proses transduksi, penderita diberikan obat-obatan antiperadangan dan obat-obatan antinyeri lain. Ketika perjalanan nyeri sampai pada proses transmisi, dokter akan melakukan blokade saraf perifer.

Ketika perjalanan nyeri sampai pada tahap modulasi, block bisa dilakukan baik dengan menggunakan obat-obatan maupun teknik relaksasi sehingga mampu merangsang keluarnya hormon endorfin. Pada tahap persepsi, rasa nyeri hebat bisa dihambat dengan menggunakan obat-obatan golongan opioid yang pemberiannya harus dilakukan dengan tepat oleh dokter.

Dengan mengetahui manajemen nyeri, penderita diharapkan bisa mengetahui respons tubuh terhadap rasa nyeri. Dengan begitu, gangguan terhadap kualitas hidup yang diakibatkan nyeri bisa diminimalkan.

Relaksasi

Akan tetapi, untuk menghindari efek samping obat atau intervensi medis, penderita nyeri kronis juga bisa mengusahakan teknik relaksasi. Keuntungannya antara lain bisa menurunkan ansietas yang berhubungan dengan nyeri atau stres, menurunkan nyeri, menolong penderita untuk melupakan nyeri, meningkatkan periode istirahat dan tidur, serta menurunkan perasaan tak berdaya dan depresi yang timbul akibat nyeri.

Untuk melakukan relaksasi atau self healing, intinya harus ada faktor trust bahwa tubuhnya bisa mengatasi nyeri. Caranya dengan berpasrah diri, berpikir positif, dan melakukan sesuatu yang disenangi. Rasa nyaman terhadap diri sendiri juga merangsang hormon endorfin sehingga bisa menekan rasa depresi yang timbul akibat nyeri. Akan tetapi, yang harus diingat, jika nyeri sudah sedemikian mengganggu kualitas hidup, harus segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Beberapa teknik relaksasi sederhana yang biasanya dilakukan misalnya dengan menarik napas dalam dan menahannya di dalam paru-paru, lalu dikeluarkan secara perlahan. Ulangi cara bernapas tersebut dan konsentrasikan pikiran bergantian pada bagian tubuh yang dibuat relaks, seperti lengan, telapak kaki, perut, punggung, dan kelompok otot-otot yang lain.

Teknik pemijatan atau pengurutan secara halus pada bagian yang dirasa nyeri juga bisa dilakukan secara melingkar dengan sentuhan lembut. Beberapa cara lain yang bisa digunakan yaitu menggosok punggung, mengompres dengan menggunakan air hangat dan dingin, hingga terapi pengalihan seperti akupuntur dan akupresur.

Berita Terkait
Baca Juga:
Tips Supaya Charger Laptop Tidak Mudah Rusak

Tips Supaya Charger Laptop Tidak Mudah Rusak

Tips      

26 Feb 2020 | 500


Charger laptop rusak merupakan hal yang amat menjengkelkan. Ini barangkali lebih membuat sebal dibanding charger ponsel rusak. Karena, harga charger laptop itu mahal. Pasti amat merepotkan. ...

Menilik Sarapan Dalam Peradaban Manusia

Menilik Sarapan Dalam Peradaban Manusia

Pengetahuan      

11 Jan 2020 | 559


Kebiasaan sarapan pada pagi hari sangat dipengaruhi konteks sosial budaya dan ekonomi suatu masyarakat. Sepanjang peradaban manusia di Eropa, sarapan baru dikenal luas sebagai kebiasaan ...

5 Hal Ini Bisa Anda Lakukan untuk Mencegah Kanker

5 Hal Ini Bisa Anda Lakukan untuk Mencegah Kanker

Kesehatan      

7 Maret 2020 | 377


Dunia telah memperingati Hari Kanker pada 4 Februari silam. Berdasarkan World Health Organization, ada kira-kira 9,6 juta orang meninggal akibat penyakit kanker pada tahun 2018, yang ...

Tempat Wisata Edukasi di Jakarta Yang Wajib di Kunjungi

Tempat Wisata Edukasi di Jakarta Yang Wajib di Kunjungi

Wisata      

30 Mei 2020 | 409


Menikmati akhir pecan dengan wisata yang menambah pengetahuan bagi buah hati pasti menyenangkan. Saat ini berbagai tempat wisata menyediakan pengetahuan yang bisa dilihat sampai dirasakan. ...

Tips Membuat Kamar Mandi Yang Menginspirasi Diri

Tips Membuat Kamar Mandi Yang Menginspirasi Diri

Tips      

31 Jan 2020 | 643


Untuk sebagian orang, kamar mandi barangkali cuma sekedar tempat untuk membersihkan badan saja atau untuk sekedar membuang kotoran tubuh. Tetapi untuk orang-orang khusus kamar mandi ...

Ingin Mendapatkan Tubuh Ideal, Coba Tiga Kunci Ini

Ingin Mendapatkan Tubuh Ideal, Coba Tiga Kunci Ini

Kesehatan      

12 Jan 2020 | 483


Untuk mendapatkan tubuh ideal perlu digarisbawahi agar Anda tidak mengurangi makanan pokok. Alasannya, makanan pokok adalah asupan yang wajib dikonsumsi tubuh karena diperlukan oleh tubuh. ...