hijab
Berkreasi dengan Shibori sambil Melatih Kesabaran

Berkreasi dengan Shibori sambil Melatih Kesabaran

29 Des 2019
517x
Ditulis oleh : Admin

Shibori adalah cara menghias kain atau bahan tekstil dari Jepang dengan cara mencelup kain yang telah diikat, dijahit, atau dilipat menurut pola khusus. Di tanah air, shibori sering kali disamakan dengan jumputan dan teknik tie-dye, meskipun secara teknik masih dilakukan dengan cara-cara yang cukup sederhana.

Di Jepang, teknik menghias kain secara tradisional ini biasa menggunakan bahan celup dari pewarna alami di atas kain katun putih. Tidak seperti teknik tie-dye yang berkembang pada umumnya, shibori lebih berkonsentrasi pada pola desain secara menyeluruh yang mementingkan pengendalian pola.

Pengendalian pola adalah penerapan teknik resist-dyeing atau pencelupan sebagian kain dengan cara mencegah bagian lain agar tidak terkena zat warna. Resist itulah yang berperan menghentikan bahan pewarna agar tidak menyerap ke bagian kain yang tidak diinginkan.

Nah, sebenarnya, apa sih keistimewaan shibori dibandingkan dengan kain tekstil yang dijual di toko kain pada umumnya?

Hasil motifnya sering kali mengejutkan dan ekspresi kita saat melihat motif akhir itu yang sering kali tidak terlupakan.

Dari serangkaian pengikatan dan pencelupan, keistimewaan shibori yang paling kentara adalah unsur warna dan motif yang tidak terduga dari pencelupan. Karena seluruh pengerjaannya dilakukan dengan tangan, sudah pasti hasil akhir yang didapat tidak akan identik sama dengan hasil lainnya.

Selain bisa diaplikasikan pada selembar kain, teknik ini juga sering digunakan untuk mendaur ulang pakaian, membuat tas, bandana, dan kreasi lain berbasis kain.

Hmm, mengenakan kain cantik dengan motif dan warna "eksklusif' seperti ini, siapa yang tidak tertarik?

Aneka Shibori

Jumputan dan tie-dye sebenarnya merupakan beberapa dari banyak teknik shibori yang dikenal. Di Jepang, jumputan dikenal sebagai shibori kanoko. Teknik shibori ini dibuat dengan cara mengikat kain pada bagian tertentu untuk mencapai pola yang diinginkan. Pada dasarnya, pola yang dihasilkan sangat bergantung pada seberapa ketatnya ikatan kain dan bagian mana ikatan tersebut diterapkan.

Di Indonesia, sejak dulu sebenarnya kita juga punya segala jenis teknik shibori di berbagai daerah. Itu sama banget lho, mulai dari jumputan sampai sasirangan di Kalimantan yang juga dikenal sebagai kumo shibori.

Dikenal pula beberapa teknik shibori lain. Misalnya, ada shibori arashi yang dibuat dengan cara melilitkan kain pada tiang, lalu diikat kencang dengan benang, dan didorong membentuk kerutan. Hasilnya, kain lipit berpola serong yang menyerupai hujan di kala badai.

Ada pula shibori miura yang dibuat dengan mencabut bagian-bagian tertentu pada kain dengan menggunakan jarum kait. Benang tersebut tidak disimpul mati, melainkan dikencangkan. Hasil akhir dari proses ini berbentuk selembar kain yang mempunyai kesamaan dengan pola air.

Sampai sekarang, kayaknya tidak bisa terhitung dari lipatan dan ikatan yang dihasilkan, ada berapa motif berbeda yang bisa dihasilkan. Satu lipatan saja bisa menghasilkan 40 hingga 50 motif berbeda. Yang membedakannya kemudian adalah bagaimana cara kita mencelup kainnya ke pewarna. Belum lagi dengan teknik melipat yang lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, kembalinya tren shibori semakin mengemuka di kalangan masyarakat. Berkreasi dengan shibori memiliki keasyikan tersendiri. Filosofi shibori layaknya menjalani hidup. Setelah menjalani serangkaian proses kita tidak pernah tahu hasil apa yang akan ditemui.

Itu sama dengan proses shibori. Setelah kain dilipat, diikat, dicelup, kita harus siap-siap terkejut dengan hasilnya. Itu yang terkadang membuat aktivitas ini priceless.

Baca Juga:
Kreasi Cantik dari Kristik Tetap Menarik

Kreasi Cantik dari Kristik Tetap Menarik

Pengetahuan      

27 Des 2019 | 1067


Jarum, benang, dan gunting sudah siap di depan muka. Tidak lupa, gambar pola dan kain yang berpola persegi dengan lubang-lubang kecil. Jarum pun mulai dimainkan untuk menyulam miring ke ...

Kenalilah Gejala Tubuh Kekurangan Cairan Sebelum Terlambat

Kenalilah Gejala Tubuh Kekurangan Cairan Sebelum Terlambat

Kesehatan      

1 Maret 2020 | 309


Banyak orang menduga satu-satunya gejala tubuh dehidrasi ataupun kekurangan cairan ialah haus. Sementara itu ketika olahraga, keringat yang mengucur deras pun dapat menyebabkan orang ...

Sudah Pernah Dengar Tentang Khimar? Ini Dia Seluk Beluknya

Sudah Pernah Dengar Tentang Khimar? Ini Dia Seluk Beluknya

Fashion      

8 Feb 2020 | 321


Khimar, pasti anda sudah tak asing lagi dengan item untuk hijab yang satu ini. Bahkan, kami percaya beberapa dari anda pasti memiliki koleksi khimar setidaknya satu buah atau bahkan lebih. ...

5 Keuntungan Memiliki Kulit Sawo Matang, Jangan Minder dengan yang Berkulit Putih

5 Keuntungan Memiliki Kulit Sawo Matang, Jangan Minder dengan yang Berkulit Putih

Kesehatan      

20 Feb 2020 | 709


Selama ini kita selalu dijejali oleh doktrin dengan standar kecantikan seorang wanita menurut warna kulitnya yang putih bersih. Terlebih lagi tidak jarang produk kecantikan yang bermunculan ...

5 Hal Penting yang Harus Jadi Perhatian Sebelum Memberikan Obat Kepada Anak

5 Hal Penting yang Harus Jadi Perhatian Sebelum Memberikan Obat Kepada Anak

Kesehatan      

6 Jan 2020 | 462


Obat, sesuai namanya, adalah sesuatu yang digunakan untuk mengobati. Akan tetapi, ada syarat penggunaannya, yaitu indikasi yang sesuai dengan kandungan obat, dosis yang digunakan, serta ...

Bila Haji 2021 Diselenggarakan, Bakal Terdapat Sejumlah Pembatasan

Bila Haji 2021 Diselenggarakan, Bakal Terdapat Sejumlah Pembatasan

Tips      

2 Jun 2021 | 157


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mensinyalir, bila haji diselenggarakan, akan terdapat sejumlah pembatasan ketat terhadap sejumlah prosesi ibadah. Meskipun hingga saat ini Pemerintah ...